Pungli Pasar Marelan: Bendahara P3TM Jadi Buronan Poldasu
===========================================
Senin, 27 Agustus 2018_Pasca menetapkan 3 pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) sebagai tersangka, Subdit IV/Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut), kini tengah memburu pelaku lainnya. Pelaksana Harian (Lakhar) Kabid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, kali ini yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi ialah Bendahara P3TM. "Karna Bendaharanya merupakan orang yang pegang uang. Jadi semua uang pungli dia yang pegang. Karenanya bantu kami, kalau mengetahui keberadaannya dimana, segera kabari," ungkapnya kepada wartawan, Senin (27/08/2018).
Sementara, terkait Kepala Pasar Marelan Alim Syahputra (48) warga Jalan Tempirai Martubung, yang hanya ditetapkan sebagai saksi, MP Nainggolan mengatakan hal itu telah sesuai dengan hasil gelar perkara. "Sesuai hasil gelar perkara, dia tidak terbukti sebagai orang memegang uang, makanya kita pulangkan," katanya.
Saat ini MP Nainggolan menerangkan, Polda Sumut tengah mendalami adanya dugaan korupsi yang dilakukan pengurus P3TM. Begitu juga saat ditanya dugaan keterlibatan PD Pasar dalam kasus ini. "Bila terbukti adanya korupsi yang dilakukan pengurus, makanya kasusnya akan kita limpahkan ke Tipikor. Jadi fokus kami saat ini, masih pada pungli yang dilakukan pengurus," jelasnya.
Sebelumnya, Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut, menetapkan 3 pengurus P3TM, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) sebagai tersangka. "Tiga pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan," ungkap Kasubdit IV/Renakta, AKBP Leonardo Simatupang, Minggu (26/08/2018).
Sementara, satu pelaku lainnya yang sempat diamankan, sebut Leonardo, berstatus sebagai saksi. "Satu sebagai saksi," tandasnya. Seperti diketahui, Subdit III Ditreskrimsus bersama Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumut, melakukan penangkapan terhadap 4 orang diduga pelaku pungutan liar (pungli) di Pasar Marelan, Jumat (24/08/2018).
Keempatnya masing-masing bernama Roni Mahera (47) wiraswasta, warga Jalan Takenaka Gang Family Lingkungan V Paya Pasir Marelan, lalu Alim Syahputra (48) Kepala Pasar (BUMD) warga Jalan Tempirai Martubung. Kemudian, Rasty (49) anggota Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) warga Pasar Nippon Siombak Labuhan Deli Marelan, dan M Ali Arifin (50) Sekretaris P3TM warga Marelan Raya Lingkungan 7 Rengas Pulau Marelan. Dalam penangkapan tersebut, turut diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 2 juta, 1 buah tas ransel warna ungu berisikan berkas berkas dan kwitansi, dan 4 unit handphone.
Diduga Karena Kelalaian Petugas, Empat Tahanan Polsek Patumbak Kabur
==========================================
Sabtu, 25 Agustus 2018_Empat orang tahanan Polsek Patumbak berhasil kabur dari dalam sel, Kamis (23/08/2018).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Jumat (24/08/2018), keempat tahanan yang merupakan tersangka kasus narkoba (bandar dan pemakai) itu melarikan diri, dengan cara menjebol langit-langit sel tahanan.
Kala itu, petugas yang melakukan pengecekan rutin kaget, karena tidak menemukan keempat tahanan tersebut berada dalam selnya.
Seperti yang diketahui, setelah menerobos langit-langit tahanan, keempat tahanan selanjutnya keluar dari ruang juper dan naik lagi ke lantai dua. Setelah berhasil keluar, kemudian para tahanan tersebut turun dari samping depan lantai dua Mapolsek dan selanjutnya menghilang.
"Empat tahanan ini, tiga orang sudah selesai diperiksa beberapa hari lalu. Sedangkan yang satu baru ditangkap. Semuanya diduga terkait kasus narkotika," kata sumber di Polsek Patumbak.
Dikatakannya, terdapat indikasi lolosnya para tahanan ini tak terlepas dari kelalaian petugas. Apalagi keempat tersangka tidak bisa melarikan diri melalui pintu depan. Sebab, antara pintu depan/piket SPKT dengan pintu/ruang juper, ada pintu kaca yang mempunyai kode rahasia.
"Jadi kalau bukan petugas, tak seorang pun yang bisa membukanya. Makanya, saat kejadian tidak dapat dimonitor oleh piket depan dan mereka keluar dari ruang penyidik dan lalu kabur lewat lantai dua," sebut sumber tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Patumbak Kompol Dedi Zunedi dan Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin terkesan enggan memberikan komentarnya terkait peristiwa ini. Setelah Dikonfirmasi melalui telepon seluler maupun What's App pribadinya, keduanya enggan memberikan jawaban.
Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto yang diminta tanggapannya terkait kaburnya 4 tahanan Polsek Patumbak ini mengatakan tahanan kabur merupakan keteledoran petugas.
"Tahanan kabur itu karena kelalaian petugas. Saya sudah minta sama Kapolrestabes, jadi jangan semua masalah ke Polda. Dikit-dikit ke Kapolda, dikit-dikit ke Kapolda," ujarnya.
Karenanya Agus menyatakan, Kapolrestabes akan menilai apakah anggota lalai atau sengaja. "Kalau lalai, hukumannya pasti ada. Untuk apa ada Kapolrestabes kalau sikit-sikit ke Kapolda," tegasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, terkait peristiwa ini, pihaknya akan mencoba menyelidiki terlebih dahulu kenapa tahanan bisa kabur.
"Ini kita akan tanya Kapolseknya. Bagaimana prosedur yang dilakukan di ruang tahanan. Apakah ada dilakukan pengecekan atau tidak," ujarnya.
Namun yang pasti, lanjut Dadang, kalau soal tahanan kabur ini, akan menjadi masalah dan harus menjadi tanggung jawab bagi pemimpinnya.
"Padahal kita sudah menerapkan sistem reward and punishment. Tapi tetap saja bisa kebobolan seperti ini. Intinya kita akan tindak tegas apabila prosedur di ruang tahanan tidak dilakukan," pungkasnya===========================================
Asahan_17/8._Para pemimpin bangsa dan para penggerak bangsa ini berharap banyak
soal kemajuan bangsa kepada generasi muda. Sebab, generasi muda saat ini
terutama mahasiswa sangat merespon dan mengapresiasi upaya-upaya pemahaman
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan
Bhinneka Tunggal Ika). Menurut Ansory Siregar yang menjabat sebagai Anggota MPR
RI dari daerah pemilihan sumatera utara III mengatakan bahwa kesadaran kebangsaan
merupakan kondisi yang amat dinamis yang perlu terus menerus dipelihara dan
dikembangkan oleh segenap generasi muda dan generasi tua dan juga oleh masyarakat
secara luasnya, serta didukung oleh institusi politik, ekonomi, sosial budaya,
serta perangkat keamanan yang mantap.
“Masyarakat
pada hakikatnya merupakan ujung tombak yang secara langsung maupun tidak
langsung menjadi penopang dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa untuk
kehidupan yang dinamis, saling menghormati, saling menghargai, saling membantu
dalam satu keharmonisan kehidupan keluarga Indonesia”, papar ansory di kegiatan
sosialisasi MPR RI yang bertemakan Memperkuat Wawasan Kebangsaan dan Pancasila
Pada Masyarakat pada tanggal 17 Juli 2018 di Bandring Kabupaten Asahan Provinsi
Sumatera Utara yang dihadiri sekitar 150 orang yang terdiri dari tokoh
masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, relawan sosial
MPR di amanahkan UU untuk melakukan kegiatan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa
kepada masyarakat melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Memberikan pemahaman masyarakat
terutama para generasi muda sangatlah efektif, sebab jika memahami betul
nilai-nilai luhur bangsa maka mereka akan bijak apabila kelak mereka menjadi
pejabat publik.
Masyarakat
di Indonesia yang bersifat heterogen, terdiri dari berbagai suku, agama, dan
budaya, sangat rawan terpelah belah, saling bermusuhan bahkan dikhawatirkan
dapat menimbulkan disintegrasi terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, apabila
semangat kebangsaan tidak terus dipupuk, dan dibina dengan baik, pungkas
ansory.
Untuk
itu, masyarakat diminta untuk dapat benar-benar memahami dan menindaklanjuti arti
dan makna wawasan kebangsaan dan nilai nilai Pancasila, dengan menjadi contoh
dan panutan bagi kehidupan yang harmonis ditengah-tengah masyarakat dalam
mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI.
Ansory
mengatakan bahwa minimnya wawasan kebangsaan membuat masyarakat menjadi sangat
mudah marah dan cenderung menyelesaikan masalah dengan cara berkonflik antar
sesama. Oleh karenanya, aktualisasi tentang makna wawasan kebangsaan sangat
penting diimplementasikan, sesuai dengan perkembangan jaman.
Pesan Ansory bahwa pilar penyangga yang dapat mengokokohkan pemahaman wawasan kebangsaan yakni, rasa kebangsaan, lalu faham kebangsaan, dan semangat kebangsaan, sehingga masyarakatharus mengaktualisasi ketiga hal tersebut, melalui implementasi butir-butir Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Unimed Siap Jadi Tuan Rumah PEKSIMIDA Sumut 2018
===========================================
Rabu, 22 Agustus 2018_Dalam rangka menyambut Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XIV Tahun 2018 yang akan dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Sumatera Utara bersama dengan Unimed melakukan rapat persiapan menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional 2018 di Ruang Sidang B Gedung Biro Rektor Unimed lt. 3, Selasa (21/08/2018). Rapat Persiapan dihadiri oleh Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Unimed Prof Dr Sahat Siagian MPd, serta para Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan tiap Perguruan Tinggi di Sumut.
Dalam rapat persiapan ini dibahas mengenai tahap awal dari PEKSIMINAS yaitu PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa Daerah). Pada PEKSIMIDA akan dipilih mahasiswa yang akan mewakili daerah untuk mengikuti PEKSIMINAS. Unimed mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah PEKSIMIDA Provinsi Sumatera Utara. PEKSIMIDA Sumut rencananya akan dilaksanakan di Auditorium Unimed pada tanggal 15 September 2018.
“Kami berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pengurus BPSMI Sumatera Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada Unimed untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Kami akan mengusahakan semaksimal mungkin dalam penyelenggaraan PEKSIMIDA Sumut ini,” ujar Sahat dilansir dari laman unimed.ac.id, Rabu (22/08/2018).
Wakil Rektor III juga berharap dengan diadakannya PEKSIMIDA Sumut dapat terpilih mahasiswa terbaik di bidang seni yang dapat mewakilkan Sumut dan mendapatkan prestasi terbaik di PEKSIMINAS Yogyakarta pada bulan Oktober nanti.
PEKSIMINAS merupakan kegiatan dua tahunan yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui organisasi BPSMI yang bertujuan sebagai wadah mahasiswa dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan praktis mahasiswa dalam bidang seni.
Dua Oknum Pegawai Dispenda Medan Terjaring OTT di Rumah Makan Ayam Penyet Ria di Jalan Karya Medan
==========================================
Sabtu, 18 Agustus 2018_Polda Sumatera Utara (Poldasu) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua oknum pegawai Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan di Rumah Makan Ayam Penyet Ria, di Jalan Karya, Medan, Sabtu (18/08/2018).
"Iya ada kami OTT tadi. Tiga orang kami amankan. Dua oknum pegawai dan satu pemilik (rumah makan-red) nya," ujar Kasubdit 3 Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu AKBP Doni Sembiring kepada wartawan.
Doni menyebutkan, dua oknum pegawai Dispenda berinisial MHH dan DS. Namun untuk pemilik rumah makan ayam penyet Doni tidak berkenan membeberkannya.Sementara itu, terkait penyebab kedua oknum pegawai Dispenda Medan itu ditangkap, Doni juga masih enggan untuk menginformasikannya ke media. Begitupun berapa nominal barang bukti yang berhasil mereka amankan."Maaf ya belum bisa. Masih kita periksa. Tapi kita amankan juga sejumlah uang sebagai barang bukti. Sudah ya," pungkasnya.
GHIRAH PADA AGAMA TANDA KEIMANAN
====================================
Cukupkah seseorang mengaku muslim tapi tidak mempunyai "GHIRAH" pada agama?
Tentu tidak!
Ghirah artinya semangat dan dalam bahasa Indonesia sering disebut
dengan gairah, nah… dalam kaitannya dengan Islam arti ghirah adalah
“cemburu” atau semangat membela Islam, agama Allah yang haq. Mengapa
kita perlu menumbuhkan gairah dan sekaligus mengendalikan ghirah dalam
membela Islam ini?
Salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang Muslim adalah ghirah (cemburu) terhadap agamanya. Ghirah tersebut selain dari satu sisi berkeinginan untuk memahami dan memperdalam ilmu serta mengamalkan ajaran agamanya, tapi juga berupaya memelihara kesucian agamanya, memerangi musuh yang mencoba merusak agamanya. Ketidak relaan hati apabila agama itu dipermainkan oleh orang lain, diperolok-olok, ajarannya dipelesetkan maksudnya, ditambah atau dikurangi dengan semau-maunya. Rasulullah adalah orang yang paling sabar terhadap penghinaan atas pribadi dirinya namun bertindak tegas apabila dalam hal menyangkut penghinaan terhadap agama.
Namun semakin hari, ghirah ini semakin menipis di hati umat muslim. Hal ini Umumnya akibat dari gaya hidup yang hedonis, atau mempertuhankan kekayaan, orang-orang cenderung memburu materi, yang paling dihormati adalah orang yang kaya. Kekayaan menjadi bahan untuk dipamerkan dan sebagainya. Selain itu juga bisa disebabkan akibat terbiasa dengan lingkungan yang menghalalkan hal-hal yang sebenarnya haram, misalnya terbiasa di lingkungan yang biasa berjudi, biasa malas beribadah, biasa memakai pakaian yang tidak menutup aurat, dan sebagainya.
Padahal Rasulullah telah memperingatkan kita dalam sabdanya perihal untuk memiliki rasa cemburu
Sabda Nabi : -
وعن عمار بن ياسر عن رسول الله قال ثلاثة لا يدخلون الجنة أبدا الديوث والرجلة من النساء والمدمن الخمر قالوا يا رسول الله أما المدمن الخمر فقد عرفناه فما الديوث قال الذي لا يبالي من دخل على أهله
Artinya : Dari Ammar bin Yasir berkata, ia mendengar dari Rasulullah SAW berkata : " Tiga yang tidak memasuki syurga sampai bila-bila yaitu Si DAYUS, si wanita yang menyerupai lelaki dan orang yang gemar arak" lalu sahabat berkata : Wahai Rasulullah, kami telah faham arti orang yang gemar arak, tetapi apakah itu DAYUS? , berkata nabi : "YAITU ORANG YANG TIDAK MEMPERDULIKAN SIAPA YANG MASUK BERTEMU DENGAN AHLINYA (ISTERI DAN ANAK-ANAKNYA) - ( Riwayat At-Tabrani )
Kalaulah perkara untuk istri dan anak saja kita harus cemburu apakan lagi perkara agama? Maka kita wajib memiliki cemburu untuk perkara agama.
Semangat menggaungkan syiar Islam sudah seharusnya beriringan dengan kebangkitan dan kembalinya marwah umat Islam dengan menjaga GHIRAH pada agama.
Ketika ada yang mulai memadamkan cahaya agama,Allah terus menyempurnakan cahaya-Nya, DIA selalu mengirimkan hamba-hamba-Nya yang ikhlas berjuang untuk membela agama-Nya.
Saudara-saudariku,
Tetaplah semangat menjaga keimanan ini, jangan ikut-ikutan para
pencaci-maki yang menghina orang-orang yang istiqamah membela agama-Nya,
jika belum mampu berjuang dengan tenaga,harta,bantulah dengan doa untuk
mereka yang berjuang untuk umat Islam guna menunjukkan kembali
taringnya agar tak dipandang sebelah mata. Kasus Charlie Hebdo
menunjukkan kepada kita bahwa sesungguhnya masih ada dari umat ini yang
benar-benar mencintai Allah dan rasul-Nya. Ia takkan rela rasulullah
dihina dan dibuat karikaturnya seperti itu. Walaupun akhirnya ia harus
dipenjara atau apapun hukumannya. Namun ia bisa menunjukkan rasa cinta
kepada Rasulullah Saw dengan sebenar-benar cinta. Bagaimana dengan kita?
Nasehat Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah tentang
orang-orang yang dianggap mati karena tidak punya GHIRAH: "mereka sangat
berhati-hati kalau harta bendanya hilang, tetapi tak ada perasaannya
apabila agamanya kena musibah
Kalaulah kita tak punya rasa cemburu
lagi terhadap agama ini, maka tak ubahnya kita telah mati. Kalaulah tak
mau menjaga mura’ah agama ini, apalah arti kita berada di dalamnya?
Ansory : Pancasila sebagai perisai benteng menjaga persatuan masyarakat
================================================
Pancasila sebagai dasar Negara dan ideologi telah disepakati oleh para pendiri bangsa dan disahkan melalui perhimpunan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara satu hari setelah Negara Indonesia diproklamasikan sebagai Negara merdeka yaitu pada tanggal 18 agustus 1945 yang kemudian disebut sebagai sebuah perjanjian luhur bangsa Indonesia.
Untuk mengetahui arti penting pancasila dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dasar negara atau sering disebut juga dengan ideologi Negara merupakan sumber segala penyelenggaraan negara yang mengatur kepentingan rakyat, Ansory Siregar, anggota MPR RI dari daerah pemilihan sumatera utara III, melakukan sosialisasi penguatan nilai nilai pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhinneka tunggal ika kepada masyarakat, yang dilakukan di Nagori Sahkuda Kabuparen Simalungun provinsi sumatera utara.
Kegiatan dilaksanakan dengan sistem pemaparan tentang Pancasila, UUD 1945 , NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika kepada masyarakat yang hadir, yang berjumlah sekitar 150 orang yang terdiri dari masyarakat, tokoh agama, dan juga turut hadir tenaga kesehatan.
Menurut ansory siregar bahwa Nilai Pancasila dan UUD Tahun 1945, serta Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus tertanam dalam kehidupan semua generasi baik tua dan generasi muda sebagai generasi penerus Bangsa. Para orang tua harus mensupport anak-anak nya untuk terus belajar dan punya cita cita tinggi; bentengi dengan nilai agama, dan tanamkan pemahaman yang baik akan nilai pancasila. Generasi muda harus diberikan pendidikan politik yang meliputi hak dan kewajiban warga negara dapat menghasilkan pemerintahan dan sistem politik yang baik, ungkap ansory pada hadirin yang hadir.
Dengan ada nya Pemilu bagian dari kita berdemokrasi, ini menjadi ruang bagi semua untuk mendidik umat meningkatkan kualitas diri, dalam pemahaman sebagai pemilih pendidikan politik penting dilakukan, agar pilihan kita bisa menghasilkan pemimpin yang baik dan amanah.
Ansory juga berpesan agar kiranya persatuan dan kesatuan di masyarakat tetap terus di jaga dan di rawat, jangan muda terprovokasi dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pelaku Pembunuh SPG Kosmetik di Plaza Millenium Medan Diringkus Polisi
===========================================
07 Juni 2018_Pelaku pembunuhan SPG Kosmetik di Plaza Millenium Medan
bernama Rika Karina (21) warga Tanjung Morawa akhirnya diringkus Tim
Gabungan Jahtanras Polda Sumut (Poldasu) dan Polrestabes Medan.
Tersangka berinisal H (31) ini diketahui merupakan warga Jalan Platina, Kecamatan Medan Deli. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti 1 bilah pisau, uang Rp2,7 juta, dan 2 unit telepon genggam.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengungkapkan, sebelum dibunuh, korban dan tersangka cekcok mulut di Jalan Platina, tepatnya di Perumahan Ivory. Usai cekcok, tersangka kemudian menghabisi korban dan jasadnya kemudian diletakkan dalam kardus dan dibawa keluar rumah dengan sepeda motor.Sejumlah penghuni perumahan Ivory bahkan ada yang melihat tersangka keluar dari rumah dengan membawa kardus.”Ya, tersangka sudah diamankan," tegas AKBP Putu.
Sebelumnya diberitakan, Rika ditemukan oleh warga dalam kardus rapi dalam kondisi sudah tak bernyawa di Jalan Karya Rakyat, Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.
ANSORY SIREGAR : “MASYARAKAT MELUPAKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DASAR NEGARA INDONESIA”
===========================================
Binjai_19 Mei 2018_Ansory Siregar, anggota MPR RI dari daerah pemilihan
sumatera utara III, melakukan sosialisasi penguatan nilai nilai
pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhinneka tunggal ika kepada masyarakat,
yang ini dilakukan didaerah kota binjai provinsi sumatera utara.
Dalam paparannya, Ansory menyampaikan saat ini banyak masyarakat melupakan Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia. Sebab, di sekolah-sekolah sudah tak ada lagi mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila. Padahal mata pelajaran tersebut sangat penting mengajarkan anak muda, tenaga kesehatan dan masyarakat untuk memegang teguh ajaran Pancasila.
“Pancasila kalau satu kalimat maka artinya cinta atau kasih sayang. Kalau ditambah satu kata lagi kita ini landasannya cinta kasih dan semangat kekeluargaan. Bung Karno mengatakan tambah lagi kasih sayang, kebersamaan dan gotong royong, kalau ditambah lagi kata musyawarah mufakat. Jadi, Pancasila itu adalah kasih sayang kekeluargaan gotong royong dan musyawarah mufakat”, ungkap Ansory.
Dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea keempat terdapat rumusan sila-sila Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Rumusan sila-sila Pancasila itulah dalam hukum positif Indonesia secara yuridis-konstitusional sah, berlaku, dan mengikat seluruh lembaga Negara, lembaga masyarakat, dan setiap warga Negara, tanpa terkecuali. Pancasila sebagai ideologi Negara, dapat dimaknai sebagai system kehidupan nasional yang meliputi aspek etika/moral, politik, ekonomi, social budaya, dan pertahanan keamanan dalam rangka pencapaian cita-cita dan tujuan bangsa yang berlandaskan dasar Negara.
Sosialisasi ini dilandaskan pada cita-cita negara Indonesia dalam alinea IV UUD RI 1945. Salah satunya adalah untuk 'Mencerdaskan kehidupan bangsa', atas dasar itulah sosialisasi menjadi begitu penting. Karena melalui kegiatan ini dapat membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, maju, unggul , berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi sebagai modal utama dalam pembangunan bangsa.
“Pemahaman dan implementasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar negara harus selalu ditumbuh kembangkan dalam mewujudkan cita-cita masa depan indonesia yang lebih baik menuju masyarakat yang sejahtera,adil,makmur serta menjadi negara yang berdaulat dan bermartabat”, kata Ansory siregar. hr
Kasus Dugaan Penistaan Agama, BKPRMI Minta 3 Anggota Komisioner Bawaslu Dijadikan Tersangka
==========================================
05 Juni 2018_Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia
(BKPRMI) Sumut Zulkhairi menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh
Penyidik Subdit I/Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal
Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut (Poldasu) sebagai saksi pelapor dalam
kasus dugaan penistaan agama oleh Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rasahan,
Selasa (05/06/2018).
Usai diperiksa, Zulkhairi mengaku, ada 6 poin penting penjelasan yang diberikannya kepada penyidik terkait laporan yang dilayangkan pihaknya tersebut."Harapannya, kami memohon kepada penyidik agar cepat meningkatan proses penyidikan dan segera menetapkan tersangka bagi 3 Komisioner Bawaslu Sumut, yakni Syafrida Rasaahan, Hardi Munthe serta Aulia Andri," ungkapnya kepada wartawan.
Keenam poin penjelasan itu, rinci Zulkhairi, antara lain Bawaslu telah melakukan tindakan pembohongan. Karena dalam 2 surat yang diterbitkan Bawaslu, baik surat nomor 1601 dan 1605 yang dasarnya adalah kesepakatan bersama dihadiri parpol, tim kampanye, FKUB serta Kesbangpolimas Sumut ada penandatanganan bersama tanggal 14 Mei 2018 di Hotel Tiara."Tapi setelah kami cek tidak ada penandatanganan kesepakatan pada saat itu. Dan itu dijadikannya dasar munculnya surat tanggal 16 dan 18," jelasnya.
Zulkhairi menjelaskan, dalam surat 1601 disebutkan tim paslon, tim kampanye, parpol tidak boleh memberikan kuliah atau ceramah agama di tempat ibadah. Padahal, sekalipun tidak ada Pilkada, para ustad selalu memberikan ceramah."Kalau masalah pilih pemimpin Muslim itu kan nggak dilarang. Tapi misalnya mengarahkan untuk memilih nomor 1 atau 2 itu baru salah," jelasnya.
Ketiga, jelasnya, Bawaslu Sumut melarang infaq dan sedekah. Meski pemberian itu sudah sebetulnya sudah sering dilakukan."Kita biasa kita berbagi, tapi gara-gara itu nggak bisa," sebutnya.
Selain itu, Zulkhairi melanjutkan, Bawaslu tidak berhak mengeluarkan regulasi tentang proses Pilkada karena sebagai lembaga regulator. Bawaslu hanya sebagai pelaksana peraturan bukannya pembuat aturan."Kelima, kenapa yang diatur ini hanya umat Islam saja? Kenapa sekupnya tidak general? Padahal semua agama ada sedekah. Dan yang keenam, Bawaslu mengidentifikasikan infaq zakat sebagai politik uang dalam proses pilkada," sebutnya.
Zulkhairi mengaku, selain dia, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap 2 saksi pelapor lainnya pada hari Rabu (06/06/2018) besok.Dalam pemeriksaan kepadanya, Zulkhairi mengatakan tidak banyak mendapatkan pertanyaan."Hanya butuh penjelasan saja. Semoga penyidikan dan penetapan sebagai tersangka bisa dilakukan dengan cepat," terangnya.
Sebelumnya, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, Polda telah melakukan penjadwalan terhadap pemeriksaan saksi pelapor dugaan penistaan agama oleh ketua Bawaslu Sumut.MP Nainggolan menyebutkan, untuk tahap awal, pihak penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi pelapor. "Ya, hari ini pemeriksaannya sudah mulai dilakukan," pungkasnya.
Nyaris Adu Jotos, Rapat DPD PAN Deli Serdang Berakhir Ricuh
==========================================
31 Mei 2018_Rapat untuk menentukan panitia Musyawarah Daerah Luar Biasa
(Musdalub) DPD PAN Deli Serdang yang berlangsung di kantor DPD PAN Deli
Serdang, Jalan Medan-Tanjung Morawa, Selasa (29/5/2018) malam berakhir
ricuh.Kericuhan diduga dilakukan oleh orang-orang yang pro dengan ketua
DPD PAN yang dicopot yakni Darbani Dalimunthe.
Suara bantingan kursi maupun meja tak terelakan bahkan nyaris adu jotos antara pro Ketua yang lama dengan pro Ketua Plt DPD PAN Deli Serdang Suhandi. Bahkan beberapa kali lemparan batu mengarah ke atas Kantor DPD PAN yang kemudian mengenai rumah warga. Merasa terganggu, warga pun protes. Hampir sejam kericuhan akhirnya selesai.
Hadir dalam rapat tersebut, Plt Ketua DPD PAN Deli Serdang Suhandi, pengurus PAN Deli Serdang yang sekarang duduk di DPRD Deli Serdang yakni Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Imran Obos, dang anggota DPRD lainnya seperti Bayu Sumantri Agung, Tahan Sembiring, Iskandar dan Irawan namun mantan Ketua DPD PAN yang juga anggota DPRD Deli Serdang Darbani Dalimunthe tidak hadir di rapat tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa DPD PAN Deli Serdang merencanakan akan melaksnakan Musdalub tanggal 9 Juni 2018 dan sekaligus menyusun kepengurusan serta nantinya akan merombak pengurus Fraksi di DPRD Deli Serdang.
Plt Ketua DPD PAN Suhandi saat dikonfirmasi terkait rapat yang ricuh tersebut masih rapat dengan tim Eramas. "Saya masih rapat sama tim Eramas, habis buka puasa saja ya," ujarnya singkat.
Sedangkan beberapa waktu lalu usai menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan buka bersama PAN Sumut diikuti seluruh pimpinan DPD PAN kabupaten/kota se-Sumut di Prime Plaza Hotel Kualanamu-Medan, Minggu (27/5/2018) lalu Plt Ketua DPD PAN Suhandi didampingi Imran Obos mengatakan akan melaksanakan Musdalub tanggal 9 Juni 2018.
Ijeck Selalu Berharap Berkah Ramadan Juga Dinikmati Anak Yatim
===========================================
02 Juni 2018_Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah,
menghadiri acara buka puasa bersama abituren (lulusan) Yayasan
Pendidikan Harapan (Yaspenhar), di Cafe Rumah Pohon, Jalan Sei Belutu,
Medan, Kamis (31/05/2018).
Sebagai salah satu pembina, ia berharap dapat semakin meningkatkan keakraban antar sesama alumni. Menurutnya, biarpun berbeda angkatan, namun sebagai keluarga besar alumni, harus tetap menjaga kekompakan.
"Saya berharap kita sesama abituren, tetap terjaga kekompakan nya. Karena untuk mencapai suatu hal yang besar, kita harus melakukannya dengan bersama-sama," ujar pria yang akrab disapa Ijeck itu.
Ayah empat anak tersebut mengatakan, kegiatan serupa sudah berjalan sejak beberapa tahun. Ia mengungkapkan, setiap bulan ramadan abituren selalu menggelar kegiatan sosial. Seperti berbagi takjil, buka puasa bersama, dan kunjungan ke panti asuhan.
"Kami setiap ramadan selalu menggelar kegiatan sosial, setiap angkatan memang mempunyai agenda masing-masing. Tapi seperti sekarang ini, diusung oleh abituren dan seluruh angkatan," ujar Ijeck.
Pada kesempatan itu, panitia juga mengundang ratusan anak yatim dari Panti Asuhan Putri Aisyiyah, dan Yayasan Al Kahfi. Ia mengungkapkan, selain beramah tamah dengan sesama alumni, mereka juga ingin membagikan nikmatnya berbuka dengan beramal.
"Kami ingin nikmat buka puasa juga dirasakan oleh anak yatim. Di bukan yang penuh barokah ini kan memang kita harus banyak beramal. Dan kami yakin doa anak yatim lebih bisa didengar oleh Allah," pungkasnya.
PSMS Medan Kalahkan Arema 2-0 di Stadion Teladan
==========================================
27 Mei 2018_PSMS Medan berhasil meraih poin penuh setelah membungkam
Arema Malang 2-0 dalam lanjutan Liga 1 lewat dua gol yang dilesakkan
Wilfried Yessoh di Stadion Teladan, Sabtu (26/5/2018) malam.
Sejak awal laga, PSMS mendominasi jalannya pertandingan. Meski begitu, gawang Arema baru berhasil bobol di menit ke-42 lewat Yessoh. Tim tuan rumah kembali unggul di akhir babak pertama, kembali lewat Yessoh yang memanfaatkan bola pantulan dari tendangan bebas Legimin Raharjo yang membentur mistar gawang. Hingga babak kedua usai, PSMS berhasil menang 2-0.
Hasil ini membuat PSMS saat ini berada pada posisi ke-6 dengan torehan 15 poin. Sedangkan Arema harus berada pada zona degradasi, di posisi ke-17 dengan 9 poin.
Sementara itu, Calon Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang datang bersama dengan sang istri Nawal Lubis mengaku senang dengan kemenangan tuan rumah."Kemenangan ini adalah berkah dari kerja keras pemain PSMS yang bermain baik. Kita harus angkat topi untuk pemain dan seluruh ofisial PSMS Medan atas kemenangan ini," ujar Edy.(BS03)
Daftar Pemain PSMS Medan vs Arema FC
PSMS Medan: Dhika, Amarzukih, R. Lobo, M.Robi, Jajang, Legimin, Dilshod, Abdul Aziz, Antoni, Frets, Wilfred Yessoh
Arema FC: Joko Ribowo, Hanif Sjahbandi, Bagas, Purwaka, Zaenuri, Hendro, Atayev, Balsa, S. Indra, Dedik, Rivaldi
Ini Rahasia Ijeck Tetap Bugar Selama Ramadhan
===========================================
25 Mei 2018_Menjaga
kebugaran tubuh agar tetap prima selama Ramadan memang sangat
diperlukan. Sehingga selama melaksa-nakan rutinitas, ibadah puasa dan
ibadah lainnya di bulan yang penuh berkah ini, umat Islam tetap bugar
dan maksimal.
Lantas apa tips dan cara agar kondisi tubuh tetap terjaga selama Ramadan versi Calon Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah? "Yang penting itu hatinya. Kalau hati dan niat kita ikhlas, saya yakin beban itu tidak terlampau berat. Walaupun ada rasa capek dan lelah, itukan manusiawi. Alhamdulillah sampai hari ini saya merasa senang saja, apalagi sambutan dan antusias masyarakat Sumatera Utara menerima dengan baik," kata pria yang populer disapa Ijeck usai Salat Ashar di Masjid Raya Medan kepada wartawan, Kamis (24/5/2018).
Diakui Ijeck, selama Ramadan ini tidak banyak aktivitas kampanye dilakukan secara terbuka, mengingat banyak umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Namun begitu, ia menambahkan tidak mengurangi sedikit pun antusiasnya untuk berinteraksi dengan masyarakat."Mudah-mudahan bulan suci Ramadan tahun ini penuh berkah bagi seluruh umat beragama, dan setiap pertemuan mendapat rida dari Allah SWT," ujar ayah empat anak tersebut.
Apakah ada makanan dan minuman yang dikonsumsi khusus selama Ramadhan? Ijeck menyebut tidak ada yang khusus dan spesial untuk dikonsumsi. "Pada saat berbuka saya makan kurma dan air zamzam, dilanjutkan makanan lain dan setelah Tarawih makan lagi sedikit. Pas sahur juga makan seperti biasa dengan memperbanyak sayuran dan buah-buahan serta air putih," jelasnya.
Diketahui, sampai Ramadan ketujuh, Ijeck yang berpasangan dengan Cagubsu nomor urut satu Edy Rahmayadi tak pernah lelah untuk menghadiri undangan dari berbagai elemen masyarakat. Aktivitas tersebut ia lakukan semata-mata untuk menjaga silaturahmi dan pererat ukhuwah islamiah sesama umat Muslim. Selain mengikuti tabligh akbar di masjid-masjid, suami Sri Ayu itu juga kerap hadiri undangan buka puasa dan sahur bersama elemen masyarakat.
617 Personil Lingkungan Poldasu Jalani Deteksi Narkoba, 2 Orang Dinyatakan Positif
==========================================
22 Mei 2018_Sebanyak 617 orang personil dilingkungan Polda Sumatera
Utara (Poldasu) yang terdiri dari Polri, Polwan dan ASN menjalani
deteksi dini narkoba di lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Selasa
(22/05/2018) sekitar pukul 08.00 WIB.
Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, dalam deteksi yang dilakukan tersebut, sebanyak dua orang dinyatakan positif. "Ada dua orang dinyatakan positif Methamphetamin dan Amphetamin," ungkapnya kepada wartawan. MP Nainggolan menjelaskan, kegiatan deteksi dini ini dilaksanakan oleh Tim Pusdokkes Polri dan Dokkes Polda Sumut usai pelaksanaan apel pagi. Hal ini, tutur dia untuk melakukan penegakan ketertiban disiplin (Gaktibplin) terhadap seluruh personil Polda Sumut.
Adapun kegiatan ini, sambung dia digelar oleh Biroprovos Div Propam Polri dipimpin Kombes Pol Parimin Warsito dan Kombes Pol Agung Setiatno. Sedangkan tim Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri dipimpin Kombes Pol dr. Adang Azhar, Sp,DFM didampingi Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol Syamsudin Lubis dan Bid Dokkes Polda Sumut Kombes Pol dr Sahat Harianja, DFM.
Namun, untuk dua personil yang dipastikan positif, tutur MP Nainggolan, selanjutnya akan dilakukan assessment. Dari hasil tersebut, ujar dia, baru dapat ditentukan apakah keduanya harus menjalani rehabilitasi. "Pemeriksaan deteksi dini narkoba personil Polda Sumut ini berjalan aman dan lancar," pungkasnya.
Poldasu Tetapkan Mantan Bupati Tapteng Tersangka Kasus Penggelapan Dana Proyek
==========================================
18 Mei 2018_Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Syukran Jamilan Tanjung, kini berstatus sebagai tersangka Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut), terhadap kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang proyek saat menjabat sebagai Bupati.
Hal ini diungkap Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Jumat (18/05/2018). "Dari hasil gelar perkara oleh penyidik, dalam hal ini Direktorat Reskrimum Polda Sumut, status yang bersangkutan sudah ditingkatkan menjadi tersangka," .
Lebih lanjut Tatan mengatakan, tersangka terlibat kasus menjanjikan proyek dan meminta dana administrasi. "Hingga akhirnya proyek itu tidak ada dan uang tidak dikembalikan," timpalnya.
Selain itu, Tatan juga membenarkan, kasus ini dilaporkan oleh Joshua Marudutua Habeahan pada 30 April 2018 dengan nomor LP 546/IV/2018/ SPKT III. Dalam laporan aduan itu, ada dua orang terlapor yaitu Amirsyah Tanjung dan Syukran Jamilan Tanjung. Kedua terlapor ini diketahui saudara Kandung.
Tatan menjelaskan, kasus penipuan dan penggelapan ini berawal saat Joshua Marudutua (pelapor) bertemu dengan Amirsyah Tanjung (terlapor satu). Keduanya membahas akan ada pengerjaan proyek kontruksi senilai Rp 5 Miliar. "Tersangka Amirsyah Tanjung menyampaikan pada pelapor Joshua Marudutua bahwa ada proyek dari Syukran Tanjung yang saat itu menjabat Bupati Tapteng. Pelapor pun setuju untuk mengerjakan proyek yang dijanjikan pelapor," urainya.
Kemudian, Syukran Tanjung memerintahkan Amirsyah untuk meminta sejumlah uang administrasi pada Joshua agar mendapat proyek yang dijanjikan. Uang yang diminta oleh Syukran Tanjung melalui Amirsyah Tanjung kepada Joshua sebesar Rp 450 juta. "Harapannya akan diberikan sejumlah proyek, salah satunya pembangunan kontruksi. Uang tersebut pun dikirim melalui bank," terang perwira melati dua ini.
Tatan memaparkan, meskipun sudah memberikan sejumlah uang, proyek yang dijanjikan tidak kunjung ada. Rencanaya, penyidik akan melakukan pemanggilan keduanya dengan status tersangka. Atas perbuatannya, keduanya dikenakan pasal 378, 372 KUHP. "Dari hasil gelar perkara, dan bukti yang mencukupi, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Semuanya mencukupi, bukti, keterangan saksi, makanya status mereka naik jadi tersangka,” pungkasnya.
13.703 Anak di Sumut Putus Sekolah Sepanjang 2017
=================================================
Bhineka Sumut_04/05_Kondisi pendidikan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masih dalam kondisi memperihatinkan. Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2017, tercatat ada 13.703 anak yang putus sekolah. "Itu bukti ketidakmampuan Gubernur dalam mengelola pendidikan di Sumut," kata Anggota Pansus LKPj 2017, Muhri Fauzi Hafiz, Kamis (03/05/2018).
Politisi Demokrat ini selanjutnya merinci jumlah anak yang putus sekolah itu. Dimana di tingkat SMA/MA ada 3.501 siswa, di tingkat SMP/MTs ada 5.003 siswa, dan di tingkat SD/MI angka putus sekolah mencapai 5.199 siswa. "Data ini saya terima dari buku LKPj Gubernur Sumut akhir tahun anggaran 2017. Kondisi ini bukti ketidak berhasilan Gubernur dalam bidang pendidikan," sebutnya.
Maka dari itu, Muhri mengaku klaim Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi tentang keberhasilan mengelola pendidikan hanya berdasarkan anggaran pendidikan diatas 20% dari total APBD tidak sepenuhnya benar. "Klaim itu tidak sepenuhnya terbukti, besarnya angka putus sekolah yang merupakan salah satu indikator capaian keberhasilan kinerja pemerintah daerah," ungkapnya.
Muhri Fauzi berharap angka anak putus sekolah ini menjadi perhatian pemerintah. "Ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemprov Sumut dan juga menjadi cerminan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hadiknas) tahun 2018," tutupnya.
13.703 Anak di Sumut Putus Sekolah Sepanjang 2017
===========================================
Bhineka Sumut_04/05_Kondisi pendidikan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masih dalam kondisi memperihatinkan. Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2017, tercatat ada 13.703 anak yang putus sekolah. "Itu bukti ketidakmampuan Gubernur dalam mengelola pendidikan di Sumut," kata Anggota Pansus LKPj 2017, Muhri Fauzi Hafiz, Kamis (03/05/2018).
Politisi Demokrat ini selanjutnya merinci jumlah anak yang putus sekolah itu. Dimana di tingkat SMA/MA ada 3.501 siswa, di tingkat SMP/MTs ada 5.003 siswa, dan di tingkat SD/MI angka putus sekolah mencapai 5.199 siswa. "Data ini saya terima dari buku LKPj Gubernur Sumut akhir tahun anggaran 2017. Kondisi ini bukti ketidak berhasilan Gubernur dalam bidang pendidikan," sebutnya.
Maka dari itu, Muhri mengaku klaim Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi tentang keberhasilan mengelola pendidikan hanya berdasarkan anggaran pendidikan diatas 20% dari total APBD tidak sepenuhnya benar. "Klaim itu tidak sepenuhnya terbukti, besarnya angka putus sekolah yang merupakan salah satu indikator capaian keberhasilan kinerja pemerintah daerah," ungkapnya.
Muhri Fauzi berharap angka anak putus sekolah ini menjadi perhatian pemerintah. "Ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemprov Sumut dan juga menjadi cerminan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hadiknas) tahun 2018," tutupnya.
Ijeck Berikan Ucapan Selamat Hari Buruh
===========================================
Bhineka Sumut_01/05_Dalam menyambut hari buruh, yang tepat pada hari ini, Selasa (01/05/2018), calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah berharap peringatan ini menjadi semangat bagi pekerja lokal. Karena seperti yang diketahui, saat ini pemerintah semakin banyak mengimpor pekerja dari negara luar.
Menurutnya, hal tersebut menambah kekecewaan para pekerja lokal yang ada di Indonesia. Sedangkan dari masyarakat Indonesia sendiri, masih banyak yang menjadi pengangguran. Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat membuka mata dan telinga, untuk bisa mendengar keluhan dari pekerja kita yang ada di Indonesia.
"Agar janganlah tenaga kerja kasar pun diimpor dari luar negeri, kan itu masih bisa dikerjakan oleh anak bangsa, terlebih putra setempat. Kecuali kalau pekerjaan yang dibutuhkan keahlian khusus. Untuk itu semoga perjuangan kawan-kawan buruh bisa didengar oleh pemerintah," ujar pria yang akrab disapa Ijeck itu, usai bersilaturahmi dengan beberapa club motor, di dealer Sumatera Motor Harley Davidson, Jalan S Parman, Medan, Selasa (01/05/2018).
Untuk dapat bersaing dan tidak kalah dengan tenaga kerja dari luar negeri, pria yang hobi otomotif itu menjelaskan, pemerintah harus fokus di beberapa sektor. Yang pertama adalah mempersiapkan sumber daya manusianya, seperti skill tenaga kerja kita harus ditingkatkan.
"Caranya dengan memberikan pendidikan kejuruan tertentu, dan menyesuaikan dengan potensi daerah yang ada di sekitarnya. Agar kemampuan tenaga kerja kita, tidak hanya terpaksa di lapangan pekerjaan di level bawah," katanya.
Yang kedua, adalah bagaimana caranya meningkatkan investor memberikan modalnya ke negara kita. Menurutnya, permasalahan ini memang masih menjadi tantangan selama ini bagi negara kita, terlebih di Sumut. Seperti mengurus perizinan yang masih berbelit-belit, keamanan yang masih rendah, dan yang paling parah adanya pungutan-pungutan yang lain. Dan yang ketiga adalah permasalahan keamanan.
"Ini yang paling penting, agar investor yang masuk merasa aman dan nyaman, dan dia bisa yakin usaha yang ia jalani di Sumut dapat berlangsung jangka panjang. Karena ini berpengaruh dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang baru," katanya.
Jika nantinya dapat dipercaya duduk di pemerintahan, ia mengatakan permasalahan lapangan pekerja akan menjadi menjadi salah satu target utamanya. Ia berencana, akan mengajak perguruan tinggi dan melibatkan perusahaan-perusahaan untuk memberi bekal kepada generasi muda. Dengan memberikan penyuluhan dan pemahaman bangi masyarakat, bagaimana menjadi seorang pengusaha.
"Setelah mendapat bekal, tinggal bagaimana mendapatkan modal, mungkin dari pihak perbankan akan kita permudah. Dan pihak perbankan juga jangan hanya fokus di Kota besar, tapi juga harus turun ke daerah-daerah," pungkasnya.
Perubahan Tatib, Nama Komisi di DPRD Kota Medan Ikut Berubah
===========================================
Bhineka Sumut_01/05_Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib (Tatib) DPRD Kota Medan melakukan beberapa penyesuaian.Pada rapat finalisasi di ruang Badan Anggaran (Banggar), Senin (30/4/2018) disepakati beberapa hal di antaranya perubahan nama Komisi.
"Semula nama Komisi berdasarkan abjad. Dengan tatib baru nama Komisi berubah berdasarkan angka romawi, jadi Komisi I, II, III dan IV. Ini juga menyesuaikan dengan UU MD3, di DPR RI sudah lebih dahulu," jelas Anggota Pansus Tatib DPRD Medan, Rajuddin Sagala, Selasa (1/5/2018).
Politisi PKS itu menyebut bakal ada penyesuaian mitra kerja (counterpart) dari Komisi. Mengingat ada beberapa nomenklatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut berubah."Banyak nama dinas yang berubah, itu perlu penyesuaian. Selanjutnya ada penambahan dan pengurangan. Contohnya Sekretariat Daerah semula di Komisi A atau Komisi I nanti. Kedepan Sekretariat Daerah lintas komisi, karena sering berkaitan, makanya dibuat lintas komisi," paparnya.
Begitu juga dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Semula hanya mitra komisi C, kedepan dengan Tatib baru, Bappeda bermitra dengan seluruh Komisi."Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) awalnya hanya Komisi C atau Komisi III. Kedepan menjadi Mita semua komisi, karena keterkaitan satu sama lain. Unit Layanan Pengadaan (ULP) juga akan bermitra langsung dengan Komisi III nantinya. Selama ini kan ULP tidak ada," jelasnya.
Hasil rapat finalisasi ini, ujar Rajuddin, akan dibawa para rapat Badan
Musyawarah (Banmus) untuk menentukan jadwal sidang paripurna.
"Pengesahan Tatib harus melalui sidang paripurna. Bulan ini lah
dijadwalkan paripurnanya, yang jelas teman-teman di pansus sudah sepakat
perubahan itu," ucapnya mengakhiri.
Survei LSI, Eramas Menang Telak di Delapan Dapil
==================================================
Bhineka Sumut_26/04_Hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada Pilgub Sumatera Utara 2018 menyebutkan, pasangan Eramas yang didukung oleh mayoritas partai di DPRD Sumut, lebih unggul dari pasangan Djarot Saiful Hidayat–Sihar Sitorus yang didukung oleh PDIP dan PPP.
Peneliti LSI Network Ade Mulyana mengatakan ada tiga alasan , pasangan Eramas bisa mengungguli pasangan Djoss. Pertama katanya, pada segmen pemilih bersuku Jawa , pasangan ERAMAS unggul telak 58,4%. Sedangkan DJOSS hanya memperoleh dukungan sebesar 18,1%. “Selain itu, pasangan ERAMAS juga unggul telak di basis pemilih beragama Islam yaitu sebesar 59,2%. Sedangkan pasangan DJOSS hanya mendapat dukungan sebesar 16,8%,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (26/04/2018).
Lalu yang kedua, kata, ERAMAS unggul di lebih banyak Dapil dibanding DJOSS. “ERAMAS unggul di 8 Dapil, yaitu Dapil 1,2,3,4,5,6,7 dan 12. Sedangkan DJOSS hanya di 4 Dapil, yaitu Dapil 8,9,10 dan 11,” terang Ade. Serta faktor ketiga, tingkat kesukaan masyarakat terhadap ERAMAS lebih tinggi. “Warga Sumut lebih menginginkan ERAMAS untuk memimpin Sumut,” katanya.
Dalam paparannya mengatakan hasil survey yang mereka lakukan pada 11-15 April 2018 tersebut menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat untuk pasangan Eramas mencapai 43,1 persen. Sedangkan pasangan Djoss hanya 33,4 persen. Sedangkan 23, 4 persen menyatakan masih merahasiakan jawabannya. "Artinya kalau seandainya pencoblosan Pilgubsu 2018 di gelar hari ini maka pasangan Eramas akan unggul," katanya.
Ade menjelaskan beberapa faktor yang membuat pasangan Eramas unggul atas Djoss yakni karena faktor segmen pemilih. Pasangan Eramas mendapat dukungan telak pada segmen pemilih yang didasarkan pada faktor agama. Pemilih beragama Islam yang memilih Eramas mencapai 59,2 persen, sedangkan yang memilih Djoss hanya 16,8 persen. Meski kondisi sebaliknya terjadi pada pemilih yang beragama Kristen Protestan yang memilih Eramas hanya 26,7 persen, dan 72,3 persen memilih Djoss.
Kapoldasu Bantah Jika Dirinya Dituding Tak Netral di Pilgubsu 2018
===========================================
Bhineka Sumut_26/04_Kapolda Sumut (Kapoldasu) Irjen Pol Paulus
Waterpauw membantah apa yang ditudingkan mahasiswa kepada dirinya.Irjen
Paulus mengaku, dirinya tidak pernah berpihak atau malah ikut
mengkondisikan dukungan pada calon Gubsu 2018.
Bantahan ini disampaikan Kapoldasu, menyikapi tudingan dari ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Utara (Sumut) yang menggelar aksi demonstrasi ke Gedung DPRD Sumut pada Rabu (25/04/2018) kemarin.
Dalam aksi itu, mahasiswa mendesak agar DPRD Sumut mau mengeluarkan rekomendasi ke Kapolri untuk mencopot Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw karena dinilai tidak netral dalam perhelatan Pilgubsu 2018."Masyarakat lah yang lebih tahu, apakah yang dikatakan mahasiswa itu memang benar. Tapi pernahkah kapolda mengatakan atau mengkondisikan hal seperti itu? Teman-teman media kan tahu," ungkapnya kepada wartawan di Mapoldasu, Kamis (26/04/2018).
Kapoldasu menantang para mahasiswa untuk membuktikan tudingan tersebut. Irjen Paulus mengaku tidak pernah mengumpulkan angotanya untuk membicarakan dukungan dalam Pilgubusu 2018."Boleh itu dibuktikan di mana dan kapan? Pernahkah saya bicara dengan anggota di Polres atau saya kumpulkan anggota dan bilang kalian harus begini, kan nggak ada," tegasnya.
Lebih jauh Irjen Paulus mengatakan, malah jika di mana-mana, dirinya selalu bicara soal netralitas. Karenanya ia meminta kepada mahasiswa agar jangan menebarkan fitnah."Kita kan kan di mana-mana selalu bicara netralitas. Saya orangnya fair, kalau tidak benar dan terbukti akan tanggungjawab. Tapi saya minta, teman-teman mahasiswa harus tanggungjawab juga. Jangan suudzon dan jangan fitnah. Berdosa loh kalau fitnah itu," katanya.
Sebelumnya, para mahasiswa yang demonstrasinya ke DPRD mengaku memiliki video Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw diduga mengintervensi kepala daerah untuk diarahkan ke salah satu paslon Pilgubsu."Kami mengecam ini karena kepolisian, TNI dan ASN harus netral," kata salah seorang mahasiswa, Razak.
Razak juga menyebut kasus JR Saragih yang ditangai Poldasu tidak jelas, padahal Bupati Simalungun itu telah ditetapkan sebagai tersangka."Kasusnya terkesan berhenti setelah JR Saragih menyatakan dukungan ke Cagub-Cawagubsu Djarot-Sihar. Apakabar dengan kasus JR. Polda Sumut harus profesional dalam penuntasan kasus ini," ucapnya.
Karena itulah, mereka mendesak DPRD Sumut memanggil Kapoldasu yang dianggap tidak netral di Pilgubsu.Razak menambahkan, jika intervensi masih berlanjut, maka Presidium Mahasiswa Sumatera Utara aka melakukan aksi demonstrasi mengepung Mapolda Sumut."DPRD Sumut harus mengeluarkan rekomendasi ke POLRI agar Kapoldasu lrjen Pol Paulus Waterpau dicopot dari jabatannya," pungkasnya.
Kader DPP Demokrat Ini Mengaku Siap Menangkan Eramas
==========================================
Bhineka Sumut_25/4_Meskipun hingga saat ini Partai Demokrat belum
mendeklarasikan dukungannya kepada salah satu Calon Gubernur Sumut,
namun besar kemungkinan Partai yang dikomandoi mantan Presiden RI,
Susilo Bambang Yudoyono (SBY) akan mengarahkan dukungan ke pasangan
nomor urut 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas).
Sinyal ini disampaikan Ketua Departemen Urusan usaha mikro dan Pedagang Kaki Lima DPP Partai Demokrat Ir M Subur Sembiring saat mendampingi Edy Rahmayadi ke pasar Sembada Jalan Sembada 15 Medan Selayang Rabu (25/04/2018). "Kemarin saya bertemu Pak SBY di acara pertemuan dengan tokoh masyarakat saya sampaikan bahwa Pak Edy mau mengunjungi Pasar Saya. Di situ pak SBY mengaku senang, karena calon yang diusung Demokrat Bapak JR Saragih tidak bisa maju, sehingga saya tegaskan Partai Demokrat pilihlah Pak Edy Rahmayadi," ujar Subur Sembiring, disambut tepuk tangan para pedagang dan masyarakat yang hadir.
Subur Sembiring pun memastikan bahwa sebahagian besar rekan-rekannya di Partai Demokrat telah mempelajari rekam jejak Edy Rahmayadi dan menilai sangat cocok untuk memimpin Provinsi Sumut. "Saya katakan sebahagian besar, karena kami sudah pelajari Bapak. Sepanjang sepengetahuan kami teman-teman di Demokrat Insyallah mendukung Pak Edy. Jadi kalau ada yang bilang demokrat ke calon lain, ini saya menggunakan baju Demokrat," tegasnya.
Dikatakan Subur Sembiring, dirinya optimis bahwa masyarakat Karo pada umumnya akan memilih pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah. Apalagi kedua calon ini merupakan keluarga besar keluarga Karo, yakni Edy Rahmayadi Ginting Suka dan Musa Rajekshah Sembiring. "Tadi saya sudah sambungkan Pak Edy dengan Adik Kandung Ayah saya Letjen Purn Amir Sembiring. Itu dari Pancur kesana, Jendralnya dia. Insyallah orang Karo akan memilih Bapak Edy," ujar Subur.
Subur juga mengatakan kalau dirinya kagum dengan interaksi dan kesediaan Edy Rahmayadi turun ke pasar menemui pedagang dan masyarakat. "Inilah contoh pemimpin yang amanah," tandasnya.
Sementara itu, usai mengunjungi pasar Sembada Edy Rahmayadi mengingatkan pentingnya memperkuat ekonomi kerakyatan khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Karena sejarah telah membuktikan bahwa UMKM salah satu sektor yang mampu tahan terhadap krisis dan tekanan global.
Edy pun mengharapkan pasar-pasar tradisional seperti yang dikunjunginya kali ini dapat tertata secara baik sehingga nyaman dan sehat. "Saya memang hobi belanja ke pasar-pasar tradisional. Selain belanja, kita bisa berekreasi. Makanya saya berharap pasar tradisional bisa tertata rapi, nyaman dan sehat. Dari pasar ini kita bisa melihat geliat perekonomian masyarakat. Nanti kelihatan itu ada masyarakat yang cuma mampu belanja 5000 atau 10 ribu. Padahal untuk memenuhi kubutuhannya sehari-hari minimal 50 ribu. Inilah kondisi yang tidak bisa kita abaikan," ujarnya.
Kecelakaan Maut Libatkan Bus Paradep Trans, Dump Truk, Mobil Boks di Simalungun, Satu Korban Meninggal Dunia
===========================================
Medan_25/04/2018_Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Km 16-17 arah Pematang Siantar-Medan, Nagori Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Selasa (24/04/2018) malam.
Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendri ND Barus SH SIK mengungkapkan kecelakaan maut ini melibatkan mobil Bus PT Paradep Trans BK 7357 UD yang dikemudikan oleh Hendrik (39) warga Dusun Rebah, Desa Limbong, Kecamatan Dolok Marlawan, Kabupaten Serdang Bedagai yang melarikan diri usai kejadian dengan mobil Mitsubishi Dump truck BK 8256 XC yang dikemudikan oleh Robi Darwis (32) warga Jalan Satria, Kelurahan Mekar Sari, Delitua, serta mobil Truk Boks BK 9107 MO yang dikemudikan oleh Mirwanto (30) warga Desa Durian, Kecamatan Pantai labu, Deli Serdang.
Sementara itu, satu korban meninggal adalah kernet Bus PT Paradep Trans atas nama Ibnu Sabil (25) warga Bukit Maraja, Nagori Marihat bukit, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun.Ibnu mengalami luka berat dan meninggal dunia di tempat kejadian."Saat terjadinya kecelakaan cuaca hujan gerimis, pada malam hari merupakan daerah Perkebunan Karet milik PT Bridgestone, Jalan merupakan jalan negara, dengan lebar jalan 7 meter, permukaan jalan baik, datar, lurus pandangan bebas," ujar AKP Hendri.
AKP Hendri menyebutkan, kecelakaan diduga terjadi karena Bus Paradep yang datang dari Medan menuju Pematang Siantar melaju dengan kecepatan tinggi.Setibanya di tempat kejadian pengemudi mobil bus tersebut tidak memperhatikan di depannya ada dump truk sedang berhenti karena mengalami kerusakan. Kecelakaan pun tak terhindarkan. Selanjutnya mobil bus hilang kendali dan menabrak mobil boks yang pada saat bersamaan datang dari arah berlawanan.
"Para korban kemudian kita bawa RS Mina Padi dan RS Horas Insani sedangkan korban meninggal dunia dibawa ke Ruang Jenajah RSUD Pematang Siantar dan kita lakukan koordinasi dengan pihak PT Jasa Raharja," pungkas AKP Hendri.
ANGGOTA MPR RI DAPIL SUMUT III LAKUKAN SOSIALISASI 4 PILAR BANGSA DI TANAH KARO
===========================================
Karo_03/2018_Dalam perjalanan bangsa Indonesia, bahwa nilai- nilai karakter bangsa sejatinya telah direduksi oleh kepentingan rezim pemerintah tertentu dan sering digunakan untuk mencapai tujuan politik rezim maupun kepentingan tertentu, namun demikian bukan berarti nilai- nilai luhur itu yang harus dikoreksi dan disalahkan, melainkan para oknum yang telah melakukan penyimpangan itulah yang harus dihindari agar tidak terulang kembali dimasa mendatang. Ansory Siregar, anggota MPR RI dari daerah pemilihan sumatera utara III, kembali melakukan sosialisasi penguatan nilai nilai pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhinneka tunggal ika kepada masyarakat, yang ini dilakukan didaerah kab Karo provinsi sumatera utara yang dihadiri 150 orang dari berbagai unsur masyarakat.
Ibarat sebuah kapal yang berada dilautan luas dimana tidak memiliki arah yang hendak dituju, maka kapal tersebut akhirnya akan kehabisan bahan bakarnya kemudian terseret oleh ombak hingga tenggelam. Begitulah gambaran suatu bangsa yang tidak memiliki pedoman yang jelas dalam mengarahkan rakyatnya untuk mencapai tujuan, maka bangsa itu tidak akan pernah bisa menyelesaikan persoalannya sepanjang sejarahnya. Suatu bangsa yang besar dan kuat tentunya memiliki pedoman yang kuat yang bersumber pada nilai-nilai luhurnya. Nilai-nilai luhur itu harus dijadikan sebagai ajaran yang harus diterapkan dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun Negara. Ajaran itu tidak boleh hanya sebagai formalitas saja dalam prakteknya, melainkan harus ditunjang oleh seperangkat hukum agar seluruh masyarakat yang melanggarnya akan kena sanksinya dengan jelas. Disisi lain ajaran tersebut harus dijiwai dan mengakar dalam kehidupan di masyarakat serta memberikan nilai- nilai moral yang positif.
Dalam paparannya, Ansory menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar Negara, berarti Pancasila menjadi dasar untuk mengatur penyelenggaraan Negara dan seluruh warga Negara Indonesia. Dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea keempat terdapat rumusan sila-sila Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Rumusan sila-sila Pancasila itulah dalam hukum positif Indonesia secara yuridis-konstitusional sah, berlaku, dan mengikat seluruh lembaga Negara, lembaga masyarakat, dan setiap warga Negara, tanpa terkecuali. Pancasila sebagai ideologi Negara, dapat dimaknai sebagai system kehidupan nasional yang meliputi aspek etika/moral, politik, ekonomi, social budaya, dan pertahanan keamanan dalam rangka pencapaian cita-cita dan tujuan bangsa yang berlandaskan dasar Negara.
Pembahasan tentang Wawasan Kebangsaan merupakan suatu hal yang penting dan mutlak harus selalu dilakukan secara terus menerus sejalan dengan dinamika proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Wawasan kebangsaan dapat dianggap sebagai ruh atau jiwa atau semangat dari kehidupan berbangsa yang tentu saja akan mewarnai dan bahkan ikut menentukan eksistensi dan maju mundurnya suatu negara. Negara yang antara lain ditandai oleh kesatuan teritori boleh susut atau hancur tetapi dengan jiwa dan semangat kebangsaan yang tetap berkobar dengan daya juang tinggi maka eksistensi suatu bangsa tetap dapat dipertahankan dan diakui oleh bangsa-bangsa lain. Sebaliknya jika jiwa dan semangat kebangsaan dari suatu bangsa telah luntur atau apalagi telah hilang, maka pada hakikatnya eksistensi dari bangsa dan negara yang bersangkutan telah tidak ada lagi, walaupun barangkali secara fisik administratif bangsa dan negara tersebut masih berdiri, papar ansory siregar.
Upaya-upaya mengerdilkan Pancasila sama artinya dengan mengecilkan perjanjian luhur bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar Negara republik Indonesia sebelum disahkan pada tanggal 18 agustus 1945 oleh BPPKI, nilai- nilainya telah ada pada bangsa Indonesia sejak jaman dahulu kala sebelum bangsa Indonesia mendirikan Negara, yang berupa nilai-nilai adat istiadat , kebudayaan serta nilai religius. Nilai-nilai tersebut telah ada dan melekat serta teramalkan dalam kehidupan sehari hari sebagai pandangan hidup, sehingga Pancasila yang berupa nilai-nilai tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri, sehingga bangsa Indonesia sebagai kausa matrialis Pancasila. Nilai –nilai tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri Negara untuk dijadikan sebagai dasar filsafat Negara Indonesia. Melalui sidang BPUPKI kedua, serta akhirnya disahkan secara yuridis sebagai suatu filsafat Negara republik Indonesia. Maka secara epistemologis sekaligus sebagai pertanggungjawabab ilmiah, bahwa Pancasila selain sebagai dasar Negara Indonesia juga sebagai pandangan hidup bangsa, jiwa dan kepribadian bangsa serta perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu mendirikan negara. Untuk itulah payung hukum Pancasila telaknya bukan pada TAP MPR maupun Undang Undang bahkan peraturan pemerintah, esensinya Pancasila menjadi sumber segala sumber hukum tidak perlu lagi pelaksanaaannya diatur oleh suatu kebijaksanaan. Justru segala bentuk kebijaksanaan haruslah tunduk dengan nilai-nilai Pancasila.
Sosialisasi ini dilandaskan pada cita-cita negara Indonesia dalam alinea IV UUD RI 1945. Salah satunya adalah untuk 'Mencerdaskan kehidupan bangsa', atas dasar itulah sosialisasi menjadi begitu penting. Karena melalui kegiatan ini dapat membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, maju, unggul , berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi sebagai modal utama dalam pembangunan bangsa. Pemahaman dan implementasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar negara harus selalu ditumbuh kembangkan dalam mewujudkan cita-cita masa depan indonesia yang lebih baik menuju masyarakat yang sejahtera,adil,makmur serta menjadi negara yang berdaulat dan bermartabat, tegas ansory siregar.
Jadi Mucikari, Lubis alias Mak Cong Warga Tapsel Diamankan Polisi di Hotel Sakura Medan
===========================================
Medan_23/04/2018_Petugas Satuan Reskrim Polrestabes Medan mengamankan P Lubis (25) alias Lagut alias Mak Cong (25) warga asal Tapanuli Selatan (Tapsel) yang kini berdomisili di Jalan Pepaya, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat. Lubis tertangkap basah melakukan transaksi di Hotel Sakura, Jalan Prof HM Yamin, Medan pada Kamis (19/04/2018) lalu.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, penangkapan tersangka setelah polisi melakukan penyelidikan terkait adanya laporan masyarakat.“Tersangka kita amankan di Hotel Sakura Jalan Prof HM Yamin, Medan. Ketika itu anggota kita mendapatkan informasi ada seorang pria berinisial P Lubis alias Lagut alias Mak Cong, sering menyediakan perempuan untuk dijual kepada lelaki hidung belang,” ungka Putu kepada wartawan, Senin (23/04/2018).
Informasi tersebut selanjutnya ditindaklanjuti, di mana polisi melakukan penyamaran sebagai lelaki hidung belang, dan langsung menghubungi tersangka lewat telepon genggam untuk memesan perempuan dengan tarif Rp 2 juta.Tersangka sambung Putu, menyanggupi permintaan pelanggan yang menyaru anggota polisi. Selang beberapa waktu tersangka mengantar wanita yang dipesan tersebut ke satu kamar lantai IV Hotel Sakura.
“Tak lama tersangka tiba bersama seorang wanita pesanan berinisial ANP, lalu mengenalkannya kepada petugas yang menyamar.Setelah itu petugas mengeluarkan uang Rp 2 juta, di mana 500 ribu untuk P Lubis sebagai upah, serta Rp 1,5 juta dikasikan kepada wanita pesanan,” terangnya.
Usai transaksi, tersangka keluar dari hotel dan langsung petugas meringkusnya.Saat diinterogasi, tersangka mengaku sebagai mucikari.“Saat digeledah, dari saku celana tersangka ditemukan uang Rp 500 ribu dan telepon genggam yang digunakan tersangka untuk berkomunikasi dengan lelaki hidung belang. Selanjutnya tersangka dibawa ke kamar hotel dan menemukan petugas yang menyamar serta wanita pesanan. Selain itu petugas menyita uang Rp 1,5 juta, satu kotak alat kontrasepsi,” jelasnya.
Putu menambahkan, saat ini tersangka diamankan guna dilakukan pemeriksaan intensif. "Tersangka juga dijerat Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan atau Pasal 296 KUHPidana," pungkasnya
Hadiri Muswil PGSI Sumut, Edy Rahmayadi Prihatin Kondisi Dunia Pendidikan Sumut
===========================================
Medan_21/04/2018_Para guru swasta di Provinsi Sumut curhat ke calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tentang minimnya perhatian pemerintah Provinsi Sumut. Mereka pun berharap kepada mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan (Pangkostrad) itu bisa mengangkat kesejahteraan guru swasta jika berhasil memimpin Sumut bersama calon Wakil Gubernur Musa Rajekshah.
Hal ini dikatakan Ketua PGSI Pusat dan Sumut Drs Isanuddin Sitorus MM saat Musyawarah Wilayah (Muswil) IV PGSI Sumut di Asrama Haji Medan, Sabtu (21/04/2018). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PGSI Kota Medan, Partomuan Silitonga, Kepala SMP Swasta Jambi di Medan, Drs Roland Siregar, Ketua Yayasan Pendidikan Betania, Dr Haposan Siregar, Sekretaris GP Tendik Sumut dan Abdul Latif Ibrahim.
Diterangkan Isanuddin, bahwa sebagai sekolah yang duluan berdiri dari pada sekolah-sekolah negeri, sekolah swasta terkesan dianaktirikan. Salah satunya minimnya keperdulian terhadap keberadaan sekolah dan guru-guru swasta."Kita sudah kecolongan, APBD Sumut 0,0 persen untuk sekolah dan guru swasta. Makanya kita berharap jika pak Edy terpilih menjadi Gubernur nanti jangan lupakan kami sekolah dan guru swasta ini," ujarnya.
Selain itu, lanjut Isanuddin pihaknya juga meminta agar pemerintah memperhatikan keberlangsungan sekolah swasta dari ancaman sekolah negeri yang memaksa menampung siswa dengan membangun ruang kelas baru atau tidak melalui jalur resmi atau membuka "'Kelas Siluman'. Hal ini diakui Isanuddin akan mematikan sekolah swasta karena kekurangan siswa. Kondisi ini diperburuk lagi dengan penerpapan Double Shif (pagi-siang) dan SMP terbuka.
Harapan lainnya, lanjut Isanuddin pemerintah Sumut menjamin Hak Asasi para guru swasta dari ancaman kriminalisasi akibat proses belajar mengajar di sekolah. "Tidak seperti dulu kita dihukum angkat kaki sebelah atau dipukul sama rol tidak ada masalah karena untuk mengajarkan hal yang baik.Sekarang ini kita para guru serbasalah. Kita marahi atau menghukum murid karena tak buat PR saja kita bisa dipolisikan kalau dilaporkan. Padahal tujuan kita cuma ingin mendidik," harapnya.
Mendengar curhatan para gurum Edy yang dalam kesempatan tersebut didaulat menutup Muswil dengan memukul gong lima kali mengaku prihatin karena kesejahteraan para guru swasta masih sangatlah jauh. Bahkan dirinya merasa miris masih ada guru swasta yang bergaji Rp 350 ribu perbulan.
Padahal menurut Edy persoalan kesejahteraan para guru baik negeri maupun swasta harus menjadi perhatian serius. Sekolah negeri dan swasta harus bisa sejalan dalam mencetak generasi muda yang handal. "Saya bisa seperti sekarang ini karena adanya guru-guru ini. Pendidikan itu sangatlah perlu. Alangkah naif saat mengharapkan dunia pendidikan kita maju satu sisi kesejahteraan guru terabaikan. Ini yang harus kita benarkan. Termasuk juga persoalan anggaran pendidikan kita," tegas Edy.
Persoalan pendidikan ini lanjut Edy merupakan salah satu prioritas Eramas selain persoalan lapangan kerja, kesehatan, dan pertanian dan nelayan. Pendidikan lanjut Edy merupakan salah satu faktor utama yang membuat suatu negara maju. Edy mencontohkan, Negara Korsel yang kemerdekaannya hanya berbeda dua hari dengan Indonesia namun saat ini Korsel tercatat sebagai negara yang memiliki kenyamanan nomor satu.
"Semua kesuksesan tersebut diraih karena pemerintah Korsel serius mendorong pendidikan rakyatnya. Contoh lainnya, beberapa negara tetangga seperti halnya Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam dikenal banyak menutut pendidikan di Indonesia. Namun saat ini kondisinya berbalik banyak orang Indonesia menuntut ilmu ke negara tersebut," pungkasnya.
Kena OTT, Hukuman Berat Sudah Menanti Plt Kabid Pelayanan Perizinan Dinas PMPTSP Padang Sidimpuan
===========================================
Medan_12/04/2018_Plt Kabid Pelayanan Perizin dan Non Perizinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Padang Sidimpuan, Armen Parlindungan Harahap (36) yang menjadi pelaku dugaan pemerasan atas pengurusan izin pendirian usaha CV Tapian Nauli, pada Selasa (10/04/2018) lalu bakal terancam hukuman berat.Harahap diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Sumatera Utara (Poldasu).
Direktur Kriminal Khusus (DirKrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Toga Panjaitan mengatakan, Harahap dipersangkakan dengan Pasal 12 Huruf e dan atau pasal 11 UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun. "Ancamannya minimal 4 tahun maksimal 20 tahun," ungkapnya didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Kamis (12/04/2018).
Lebih jauh Toga menyebutkan, Harahap telah menyalahi posisi kedudukannya di Dinas PMPTSP dengan mengerjakan sesuatu yang menguntungkan dirinya atau kelompok.Harahap diamankan di Kantor Dinas PMPTSP, Jalan HT Rizal Nurdin, KM 7, Pijorkoling, Kota Padang Sidempuan.
Peristiwa penangkapan Harahap, kata Toga, berawal pada Selasa (10/04/2018) sekitar pukul 14.00 WIB di mana anggota dari Subdit III Tipikor DitReskrimum Poldasu di bawah pimpinan AKBP Donny Sembiring melakukan pengamanan kepada Saksi Berlian Lubis yang merupakan Direktur CV Tapian Nauli."Setelah dilakukan pengembangan kepada yang diduga tersangka (Harahap-re), kita berhasil mengamankan Berlian Lubis di mana telah menyerahkan uang Rp 15 juta kepada Harahap," jelasnya.
"Saat itu, Harahap menerima uang untuk biaya pengurusan Penerbitan Izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Izin Tanda Daftar Gudang (TDG), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Izin Usaha Industri, Izin Lokasi dan Pendaftaran Penanaman Modal CV Tapian Nauli," jelasnya.
Sementara saksi Berlian, lanjutnToga, diamankan di halaman kantor Dinas PMPTSP dan ditemukan kwitansi penyerahan uang sebesar Rp 15 juta."Kemudian Harahap diamankan berikut uang tunai sebesar Rp 15 juta. Harahap semula meminta biaya pengurusan sebesar Rp 75 juta akan tetapi saksi Berlian tidak menyanggupi dan hanya sanggup memberikan sebesar Rp 53 Juta," ujarnya.
Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Poldasu sendiri telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi atas nama M Zainy Lubis, Suhaimi dan Johannes Gultom yang menerangkan bahwa adanya perintah dari Harahap untuk mensurvei fisik ke Perusahaan CV Tapian Nauli milik Berlian Br Lubis.
Sementara barang bukti yang diamankan, sambung Toga, berupa uang tunai Rp15 juta, dokumen berkaitan perizinan (disita) dan handphone tersangka dan saksi pemberi uang sekaligus selembar kwitansi penyerahan uang."Dalam perkara ini pada Rabu (11/04/2018) telah dilakukan Gelar Perkara dengan Wassidik menetapkan satu orang tersangka atas nama Armen Parlindungan Harahap, dari hasil Gelar Perkara cukup bukti untuk ditingkatkan ke proses penyidikan," pungkasnya.
Gubsu Resmikan Kantor DPP Paguyuban Jawa Masyarakat Asahan
===========================================
Medan_01/01/2018_Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi meresmikan kantor dan koperasi DPP Paguyuban Jawa Masyarakat Asahan (PJMA) di Jalan Juanda, Simpang Gambir Baru, Kota Kisaran, Minggu (31/12/2017). Diharapkannya, paguyuban ini bisa memberikan manfaat baik untuk anggota organisasi juga untuk masyarakat Sumut.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Kegiatan ini tentu sangat baik dan semua paguyuban harus guyub dan bermanfaat bagi anggotanya. Sebab, tujuan dari organisasi ini salah satunya untuk mengayomi dan untuk menggguyub seluruh anggota PJMA baik tingkat kabupaten, kecamatan dan pelosok desa,” ujar Gubsu.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan, Witoyo, Ketua Dewan Pembina PJMA yang juga Ketua Gerakan Asahan Sejahtera, Muslim Simbolon, Ketua DPP PJMA, Dermawan, pimpinan SKPD Provsu, serta para pengurus dan Ketua Etnis yang terbangun dalam Forum Komunikasi Lintas Adat, serta para sesepuh.
Dikatakan Erry, salah satu upaya yang bisa memberikan manfaat yakni dengan membuat kegiatan budaya, maupun ekonomi salah satunya dengan mendirikan koperasi. “Pendirian koperasi ini juga sangat baik sekali, karena koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia. Semoga apa yang menjadi cita-cita PJMA ini dapat terlaksana dengan baik. Tapi kita berharap hal ini tidak hanya dilakukan pengurus tapi harus didukung anggotanya,” ujar Erry.
Erry juga mengatakan, jalan di mana kegiatan ini dilangsungkan merupakan jalan provinsi karena telah diserahkan oleh kabupaten kepada Provinsi untuk ditindaklanjuti. “Kami berkomitmen jalan provinsi yang ada di Asahan ini akan terus kita tuntaskan hingga semuanya mulus. Yang penting dibutuhkan waktu untuk itu. Sebab jalan provinsi keseluruhan ada 3.50 km, 84 persen dalam keadaan baik dan dalam APBD 2018 kita upayakan untuk menjadikan kondisi baik hingga 88 persen. Sementara sisa 12 persennya, akan kita lakukan secara bertahap dan tuntaskan dalam lima tahun ke depannya yakni 2018-2023,” papar Erry.
Ketua Dewan Pembina DPP PJMA, Muslim Simbolon, mengatakan saat ini masyarakat Asahan ada sebanyak 726 ribu. Dari angka tersebut 59,9 persen adalah masyarakat Jawa yakni sebanyak 426 ribu, selebihnya masyarkat Batak dan Melayu serta etnis lainnya.
“Asahan ini dominan masyarakat Jawa yang pada prinsipnya masyarakat Jawa di sini masih sulit menggunakan Bahasa Indonesia, karena dulu mengikuti transmigrasi dan tumbuh kembang di sini. Oleh karena itulah, tujuan kami mendirikan organisasi ini sebagai wadah masyarakat Jawa untuk mendapatkan hidup dalam berbangsa,” terang Anggota DPRD Sumut ini.
Sementara itu, Ketua DPP PJMA, Dermawan mengapresiasi kehadiran Gubsu. Diharapkannya dengan diresmikannya kantor PJMA ini bisa memberikan berkah dan bermanfaat untuk masyarakat PJMA dan masyarakat Asahan khususnya.“PJMA ini sudah dibentuk di 24 kecamatan dari 25 kecamatan yang ada. Selain itu juga sudah terbentuk di 154 desa dan kelurahan dari 204 desa dan kelurahan, dengan jumlah pengurus keseluruhannya saat ini 2143 orang,” kata Dermawan.
Dikatakan Dermawan, jika orang Jawa membentuk organisasi itu tentunya sudah biasa, namun PJMA ini dinilai luar biasa karena yang membinani terbentuknya adalah tokoh batak yakni, Muslim Simbolon. Oleh karena kepeduliannya terhadap etnis jawa, beliau didaulat sebagai Dewan Pembina PJMA. “Paguyuban ini kami bentuk tujuannya untuk mempersatukan, melestarikan budaya sehingga berbagai kegiatan telah kami lakukan mulai dari pengajian, sarasehan, arisan, gotong royong hingga pertunjukkan kesenian,” ujarnya.
ANSORY SIREGAR KEMBALI MELAKUKAN SOSIALISASI 4 PILAR
===========================================
Bhineka Sumut_Ansory Siregar, anggota MPR RI dari daerah pemilihan sumatera utara III, kembali melakukan sosialisasi penguatan nilai nilai pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhinneka tunggal ika kepada masyarakat dengan tema Penguatan Nilai Pancasila dan Kebhinnekaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 11 Oktober 2017 di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara.
Dalam paparannya,
Ansory menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar Negara, berarti
Pancasila menjadi dasar untuk mengatur penyelenggaraan Negara dan
seluruh warga Negara Indonesia. Dalam Pembukaan UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 alinea keempat terdapat rumusan sila-sila Pancasila
sebagai dasar Negara Indonesia. Rumusan sila-sila Pancasila itulah
dalam hukum positif Indonesia secara yuridis-konstitusional sah,
berlaku, dan mengikat seluruh lembaga Negara, lembaga masyarakat, dan
setiap warga Negara, tanpa terkecuali. Pancasila sebagai ideologi
Negara, dapat dimaknai sebagai system kehidupan nasional yang meliputi
aspek etika/moral, politik, ekonomi, social budaya, dan pertahanan
keamanan dalam rangka pencapaian cita-cita dan tujuan bangsa yang
berlandaskan dasar Negara.
Sosialisasi ini dilandaskan pada
cita-cita negara Indonesia dalam alinea IV UUD RI 1945. Salah satunya
adalah untuk 'Mencerdaskan kehidupan bangsa', atas dasar itulah
sosialisasi menjadi begitu penting. Karena melalui kegiatan ini dapat
membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, maju, unggul , berakhlak
mulia dan berdaya saing tinggi sebagai modal utama dalam pembangunan
bangsa.
Pemahaman dan implementasi terhadap nilai-nilai yang
terkandung dalam empat pilar negara harus selalu ditumbuh kembangkan
dalam mewujudkan cita-cita masa depan indonesia yang lebih baik menuju
masyarakat yang sejahtera,adil,makmur serta menjadi negara yang
berdaulat dan bermartabat, tegas ansory siregar.
Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut mencapai 150 orang yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, pemuda kreatif, penyuluh, majelis taklim dan generasi muda. Semoga apa yang disampaiakan dapat menjadi panduan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.HR
Dandim 0209/LB: Pelatihan Sebagai Dasar Mempersiapkan Diri Menghadapi Bencana
===========================================
Bhineka Sumut_Bencana adalah peristiwa atau rangkaian kejadian yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat, disebabkan oleh faktor alam dan manusia sehingga timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.
Bencana juga tidak dapat dihentikan, akan tetapi dapat dilakukan upaya-upaya berupa penanggulangan dan persiapan dini di dalam menghadapi peristiwa yang telah terjadi. Maka dari itu, perlunya program pelatihan sebagai dasar mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Demikian disampaikan Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin SE, melalui Kasdim Mayor Inf Ertiko Cholifa SH,SPd, pada penutupan kegiatan pelatihan Kebutuhan Pasca Bencana yang digelar di aula Hotel Permata Land Rantauprapat, Jalan Ahmad Yani Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, Sumut, Sabtu (16/12/2017).
Jelas Kasdim, pihaknya akan terus turut me-monitoring kondisi bencana yang akan terjadi di wilayah teritorial Kodim 0209/LB saat ini hingga mendatang, serta mendukung pihak pemerintah yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam konsentrasi pencegahan.
“Tidak membakar hutan dan lahan (Karhutla) dengan sembarangan, juga merupakan antisipasi dini terjadinya bencana, serta tindakan-tindakan lain yang mengarah kepada terjadinya bencana,” ujar Kasdim.
Seperti Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berbagi pengalaman mengenai Post Disaster Need Assessment (PDNA) dengan memiliki tahapan yang pada akhirnya memunculkan rencana aksi, seperti tahap aktivasi hingga tahap pelaporan. Seluruh tahapan ini berprinsip pada partisipatoris, berdasarkan bukti, berorientasi pada pengurangan risiko bencana, pemenuhan hak dasar, transparansi dan akuntabel.
Sebelumnya, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Labuhanbatu H Sofyan Hasibuan SE MAP,menjelaskan, bencana alam di Sumatera Utara rata-rata terjadi sebanyak dua kali setiap bulan berupa bencana banjir, tanah longsor, sungai meluap, angin puting beliung dan pohon tumbang.
Sebagai antisipasi dalam konteks penanggulangan, katanya, masih banyak ditemukan kelemahan dalam penyelenggaraan bantuan saat serta pasca bencana.
Melalui pelatihan ini, Sofyan berharap, aparat BPBD mampu mengidentufikasi, menganalisis dalam mengambil tindakan, sehingga kedepannya dapat mengurangi tingkat risiko suatu bencana dan harus terus dilatih.
Pelaksanaan pelatihan diwarnai dengan kegiatan outbond yang digelar di halaman Hotel Permata Land, dan dipimpin oleh Serka Sumantri personil koramil 06/Marbau. Kegiatan itupun tampak diikuti Kasi Penanggulangan BPBD Atia Muctar, serta sebanyak 70-an pegawai BPBD Kabupaten Labuhanbatu.
IOM Gelar Festival Film Migran di Unimed
===========================================
Bhineka Sumut_International Organization for Migration (IOM) menggelar festival film tentang migran di Digital Library Unimed, pertengahan pekan kemarin. Tujuannya adalah untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan imigran.
“Festival ini adalah festival dunia dan memang rutin dilakukan. Ini pertama kalinya dilaksanakan di Medan dan kami sangat bangga. Harapannya dengan pemutaran film ini, masyarakat bisa mengerti bagaimana sebenarnya perjuangan para imigran,” ujar Kepala Regional IOM Mariam Khokhar dilansir dari laman humas.unimed.ac.id, Minggu (17/12/2017).
Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd yang membuka acara ini mengatakan, imigran ada di sekitar kita. Imigran juga punya hak untuk hidup. Oleh sebab itu, Prof Syawal berharap agar mahasiswa Unimed bisa berpartisipasi dan mendukung program dari IOM, program dari Dinas Sosial yang peduli kepada para imigran.
“Tunjukanlah bahwa kita adalah mahasiswa Unimed yang di klaim terakreditasi A dan di kenal sebagai the character building university. Semoga dengan mengikuti acara ini, kita mendapatkan ilmu yang dapat kita kembangkan di masa yang akan datang,” jelas Prof Syawal
Dalam festival ini, diputar film The Journey yang mengisahkan tentang seorang pria kebangsaan Syria bernama Aboud dalam mencari suaka ke Eropa untuk bisa bersama istri dan dua anaknya dalam mencari kehidupan yang lebih baik.
Perlu diketahui IOM memiliki 149 negara anggota, dengan 12 negara berstatus sebagai negara pengamat, dan memiliki cabang di lebih dari 100 negara. IOM bertujuan untuk mempromosikan migrasi yang tertib dan manusiawi yang menguntungkan semua pihak, dengan cara memberikan layanan jasa dan nasihat bagi negara dan bagi para migran.
Gubsu Berharap Pilkada Sumut 2018 Terbaik di Indonesia
===========================================
Bhineka Sumut_Pesta demokrasi di Sumatera Utara sebentar lagi akan digelar, yakni pada Juni 2018 mendatang. Sebanyak 8 kabupaten/kota dan juga provinsi akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Untuk itulah, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi berharap agar seluruh stakeholder terkait dapat menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing demi kelancaran pesta demokrasi dan diharapkan penyelenggaraan Pilkada Sumut menjadi yang terbaik se-Indonesia dan menjadi contoh bagi daerah lainnya.
Hal itu diungkapkan Gubsu Tengku Erry Nuradi dalam Rapat Koordinasi dan Coffe Morning Pemangku Kepentingan Persiapan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serentak tahun 2018 di Sumut yang digelar di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (15/12/2017).
Ikut hadir Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw, Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama Ali Triswanto, mewakili Pangdam I/BB dan Kajati Sumut, Kakanwil Kemenkumham Sumut Uberti Sitinjak, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea, para komisioner KPU Sumut, mewakili Ketua Bawaslu Sumut Aulia Andri, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Bupati Tobasa Darwin Siagian, sejumlah pejabat utama Poldasu, para Danrem, Kejari dan Ketua KPU Kabupaten/kota serta narasumber.
Dalam kesempatan itu Gubsu Erry menyebutkan Pemprovsu sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pelaksanaan Pilkada tahun 2018 yakni kurang lebih Rp1,2 triliun yang dialokasikan kepada KPU, Bawaslu juga untuk keamanan. Harapan kita anggaran yang besar itu harus bermanfaat dan pelaksanaan Pilkada dapat berjalan transparan, jujur dan aman. Sehingga Sumut menjadi yang terbaik dan dapat menjadi contoh dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2018 se-Indonesia,” kata Erry.
Namun untuk mewujudkan hal itu tentunya bukanlah sesuatu yang gampang. Apalagi, lanjut Erry, di tengah perbedaan yang ada. Tapi tentunya seluruh instansi vertikal dan pemerintah daerah harus ekstra maksimal dan bersinergi bersama untuk mewujudkan demokrasi. “Dalam hal ini kita juga harus bersama menjaga suasana yang harmonis dan nyaman dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lainnya,” terang Erry.
Apalagi, di Sumut sangat beragam dalam cara pandang, status sosial dan pilihan politik dalam kepartaian. Diharapkan, pembauran ini harus bertumpu pada rasa dan semangat kebangsaan, tidak boleh digantikan dengan pengelompokkan atas dasar etnis dan status sosial. “Untuk itu marilah kita bersama merawat kematangan demokrasi Indonesia terutama pada Pilkada seretantak tahun 2018 di Sumut,” ajak Erry lagi.
Gubsu Erry juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder terkait untuk dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2018. ”Dalam menjaga momentum kegembiraan demokrasi rakyat, pemerintah terus memperhatikan stabilitas keamanan serta mendorong peningkatan profesionalitas, kiranya kita dapat mewujudkan harapan masyarakat Sumut,” pungkas Erry.
Sosmed Heboh Info Razia STNK, Ternyata Hoax
===========================================
Bhineka Sumut_Baru-baru ini sosial media dihebohkan dengan kabar akan digelarnya Razia Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bermotor, yang dilakukan Pemko, Dishub bekerjasama dengan Polri. Dalam kabar tersebut, dituliskan bahwa sebanyak ratusan ribu sepeda motor dan mobil yang belum membayar pajak, yang masih menggunakan plat lama.
Isi pesan yang beredar menyebutkan bagi kendaraan yang telat bayar pajak tiga tahun atau lebih akan ditahan. Selain itu pemilik kendaraan harus membayar biaya derek serta parkir perhari, total biaya sampai Rp 400 ribu. Namun, munculnya kabar tersebut dibantah pihak kepolisian Daerah.
Polda Sumatera Utara (Sumut), melalui Kabid Humas Polda sumut Kombes Rina Sari Ginting, menegaskan kabar razia STNK tersebut yang dilaksanakan Pemda, Dishub, dan Polri, itu tidak benar alias Hoax. "Kami sudah sampaikan bahwa berita edaran tentang razia yang sudah ramai di media sosial adalah hoax. Walaupun info itu tidak benar adanya, bagi pengendara yang melakukan pelanggaran-pelanggaran lalulintas tetap kami tilang," ujarnya, Kamis (14/12/2017).
Rina juga menambahkan, pengendara harus tetap tertib. "Kami berharap pengendara baik sepeda motor maupun mobil, tetap tertip saat melintas di jalan raya," pungkasnya.
57 Sekolah di Deli Serdang Terima Adiwiyata Provinsi, Berikut Data Sekolahnya
===========================================
Bhineka Sumut_Sebanyak 57 Sekolah di Kabupaten Deli Serdang baik itu SD, SMP dan SMA Negeri menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sumatera Utara, pada acara Pekan LIngkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara Tahun 2017, di Tiara Convention Center Medan, Selasa (12/12/2017) malam.
"Penghargaan Adiwiyata kepada sekolah tersebut diserahkan oleh Gubernur Sumatera Utara DR Ir H T Erry Nuradi kepada 57 kepala-kepala Sekolah yang disaksikan Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan, Ketua TP PKK Ny Hj Yunita Ashari, Kadis Lingkungan Hidup Hartini Marpaung, Kadis Pendidikan Wastianna Harahap serta Bupati/Walikota se Sumatera Utara," kata Kabid Informasi Publik Dinas Kominfo Muhammad Ari Mulyawan.
Kadis Pendidikan Deli Serdang Hj Wastianna Harahap mengatakan penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah sekolah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di sekolahnya. Bahwasaannya penghargaan Adiwiyata kepada 57 Sekolah di Deli Serdang adalah yang terbanyak di Sumatera Utara.
"Ini diraih tidak terlepas partisipasi dari semua pihak terutama warga sekolah dan stakeholder terkait untuk menciptakan sekolah Adiwiyata ini sekolah berwawasan lingkungan dalam rangka membentuk karakter, sikap dan prilaku anak sekolah untuk peduli terhadap lingkungan," ujarnya.
Adapun 57 sekolah yang menerima Adiwiyata dari Provinsi Sumatera Utara diantaranya SD Negeri 104286 Kecamatan Bangun Purba, SD Negeri 104215 Kecamatan Namorambe, SD Negeri 104213 Kecamatan Deli Tua, SD Negeri 104243 Kecamatan Lubuk Pakam, SD Negeri 106162 Kecamatan Percut Seituan, SD Negeri 101741 Kecamatan Sunggal, SD Negeri 101819 Kecamatan Pancur Batu, SD Negeri 101922 Kecamatan Beringin, SD Negeri 104247 Kecamatan Pagar Merbau, SD Negeri 101961 Kecamatan Galang.
Untuk Sekolah SMP Negeri yaitu SMP Negeri 2 Deli Tua, SMP Negeri 2 Kecamatan Bangun Purba, SMP Negeri 5 Kecamatan Percut Seituan, SMP Negeri 1 Kecamatan Kutalimbaru, SMP Negeri 1 Kecamatan Namorambe, SMP Negeri 1 Kecamatan Batang Kuis, SMP Negeri 4 Pantai Labu, SMP Negeri 4 Kecamatan Tanjung Morawa, SMK Negeri 1 Kecamatan Patumbak, SMA Negeri 1 Kecamatan Namorambe, SMK Negeri 1 Kecamatan Biru-biru, SMA Unggulan CT Foundation Kecamatan Labuhan Deli.
Terciduk Bersama Bandar Sabu, Kapolsek Lolowau Siap-Siap Kena Sanksi Disiplin
===========================================
Bhineka Sumut_Kapolsek Lolowau jajaran Polres Nias Selatan (Nisel), AKP Basar Siregar tidak akan lolos dari sanksi disiplin dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut. Perwira pertama (Pama) itu dinilai bersalah karena terciduk sedang bersama bandar 38 kg narkotika jenis sabu-sabu ketika Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut melakukan penggerebekan dan penangkapan.
"Kalau untuk sanksi disiplin sudah pasti akan diterima AKP Basar Siregar. Tapi, kalau sanksi yang lain masih didalami," ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Rabu (13/12/2017).
Kata Nainggolan, sanksi disiplin itu diberikan karena Kapolsek Lolowau itu melakukan pelanggaran disiplin terkait keberadaannya di lokasi penangkapan bersama tersangka lainnya di Medan. Namun, Nainggolan belum bisa menyebutkan sanksi disiplin yang akan dijatuhkan ke AKP Basar Siregar, bisa berupa penundaan kenaikan pangkat, mutasi (pencopotan jabatan) ataupun teguran tertulis. "Sebenarnya keberadaan AKP Basar Siregar di Medan untuk mengikuti Sespimma. Tapi, kenapa dia malah bersama bandar sabu. Itulah pelanggaran disiplinnya," tegas Nainggolan.
Ditanya soal hasil pemeriksaan sementara AKP Basar Siregar dan anggota Polres Tanjung Balai Bripda YM Sitompul, Nainggolan mengaku belum bisa disampaikan ke publik, karena Kapolda Sumut yang akan menjelaskannya. "Peran dan keterlibatan Kapolsek Lolowau dan bintara Polres Tanjung Balai itu masih didalami. Nanti Pak Kapolda yang mau memberikan keterangan kepada wartawan," pungkas Nainggolan.
Sebelumnya, Polda Sumut mengungkap sindikat pengedar sabu jaringan internasional dengan barang bukti 38 kg. Dari penyergapan di sejumlah tempat sejak 25 November hingga 5 Desember itu, 14 tersangka ditangkap, termasuk AKP Basar Siregar dan Bripda YM Sitompul. Di antara tersangka juga ditembak mati dan diberi tindakan tegas terukur di kakinya
Angkutan Kota Mogok, Banyak Pelajar di Medan Terlambat Mengikuti Ujian
===========================================
Bhineka Sumut_Ribuan angkutan kota atau angkot di Medan hari ini melakukan mogok massal sebagai bentuk protesnya terhadap banyaknya angkutan online.
Hal ini mengakibatkan proses ujian semester bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi terhambat, dikarenakan tidak adanya angkutan yang bisa merekan gunakan menuju sekolah.
Sepertihalnya di Sekolah Darmawangsa, Jalan Yos Sudarso, Medan. Siswa yang mengalami keterlambatan saat ujian meningkat drastis.
Dari jumlah siswa yang biasa terlambat dalam waktu lima menit, kini hingga waktu dua puluh menit dari jadwal ujian masih ada pelajar yang terlambat. Bahkan dengan jumlah hingga lima puluhan pelajar yang mengalami keterlambatan.
Mengantisipasi hal tersebut, pihak sekolah memberikan dispensasi tambahan waktu ujian untuk pelajar yang mengalami keterlambatan hingga 20 menit.
Pemko Medan Terima Laporan Hasil Pemantauan BPK Sumut
===========================================
Bhineka Sumut_Pemerintah Kota Medan menerima laporan hasil pemantauan dari BPK perwakilan Sumut, di kantor BPK perwakilan Sumut, Kamis (16/11/2017).
Laporan yang diserahkan ini merupakan hasil pemantauan untuk semester II tahun 2017. Laporan ini diserahkan langsung oleh Ketua BPK Perwakilan Sumatera Utara Dra Vincentia Moli Ambar Wahyuni MM Ak kepada Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi didampingi Sekretaris DPRD Kota Medan Drs Abdul Azis. Selain Kota Medan, laporan ini juga diserahkan kepada seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Sumatera Utara.
Ketua BPK Perwakilan Sumut mengatakan penyerahan laporan hasil pemantauan ini merupakan hasil audit BPK dan internal instansi masing-masing. Pemantauan tidak hanya berlaku kepada Pemerintah Daerah saja, melainkan juga berlaku bagi BUMD yang dimiliki Pemerintah Daerah.
Mengingat pentingnya laporan hasil pemantauan ini, Ambar berharap agar laporan yang diserahkan ini dapat segera di tindak lanjuti oleh masing-masing daerah. "Saya berharap dalam seminggu ini laporan ini segera ditindak lanjuti oleh masing-masing daerah," harapnya.
Pelindo 1 Raih Predikat Most Improvement In Leadership Transformation
===========================================
Bhineka Sumut_PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1
menerima penghargaan Most Improvement in Leadership Transformation of
Indonesia Best Companies in Creating Leaders from Within 2017 yang
digelar oleh Indonesian Leadership and Human Capital Summit (ILHC) 2017,
di Ballroom C, Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (15/11/2017).
Penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz, Managing Director PT NBO Susana S. Hartawan kepada Direktur SDM dan Umum Pelindo 1 Hamied Wijaya yang disaksikan oleh Kemal Gani, Chief Editor SWA Group.
Penghargaan ini merupakan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia dalam menyelenggarakan Program Pengembangan Kepemimpinan (Leadership Development Program) untuk melahirkan pemimpin masa depan.
“Penghargaan ini menjadi salah satu bukti keberhasilan transformasi Pelindo 1 yang telah dilakukan sejak tahun 2014, terutama transformasi dalam pengelolaan SDM. Kami susun roadmap pengembangan SDM selaras dengan visi misi perusahaan. Fokus roadmap ini pada Otomatisasi Sistem dan Pengembangan Pegawai,” jelas Hamied Wijaya, Direktur SDM dan Umum Pelindo 1.
ACS Humas Pelindo 1, Fiona Sari Utami menambahkan bahwa untuk kemajuan bisnis suatu perusahaan ditopang oleh produktivitas dan strategi yang baik sehingga tentu saja dibutuhkan SDM yang berkarakter. “Oleh karena itu Pelindo 1 berupaya untuk mengembangkan potensi optimal dari para SDM melalui program pengembangan kepemimpinan,” terang Fiona.
Acara ini juga diisi dengan talkshow oleh beberapa narasumber yaitu Direktur SDM dan Umum Pelindo 1, General Manager PLN Corporate University, dan Chief Human Capital Bank BNI Tbk.
ANSHORY : DENGAN KB MARI KUATKAN KETAHANAN KELUARGA
==========================================
Bhineka Sumut_Binjai_18/11. BKKBN bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI dan masyarakat Kel. Tungguro Binjai (sesuaikan lokasi) menggelar kegiatan roadshow integrasi Kampung KB di Kota Binjai (sesuaikan lokasi).
Anggota DPR RI Komisi IX
Anshory Siregar, Lc terjun langsung di acara yg digelar di kelurahan
Tunggurono Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai, Sabtu (18/11).
"Integrasi kampung KB bersama mitra ini adalah tindak lanjut pencanangan
kampung KB di swluruh Indonesia. Dan dari Kelurahan Tunggorono ini mari
kita kuatkan ketahanan keluarga dgn program kampung KB." kata Anshory
dalam paparannya.
Ia mengatakan, program KB sangat penting karena membawa manfaat positif dalam mendukung peningkatan kesejahteraan dan pendidikan keluarga. "Dalam program KB semua direncanakan, seperti kapan kita harus menikah, kapan kita harus hamil, kapan kita harus melahirkan, kapan kemudian kita harus hamil berikutnya, itu sudah diatur," katanya.
Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara juga menegaskan bahwa integrasi kampung KB ini mendorong peningkatan pemahaman warga terhadap perlunya ber KB. "Kalau pemahaman terkait KB sudah sama, harapan kita para ibu-ibu bisa memberi peluang para suami untuk ikut KB pria atau vasektomi". Melalui kampung KB pihaknya terus berusaha monitor sampai indikator-indikator kesejahteraan penduduknya hingga pencapaiannya.
Kepala Dinas KB dan Pengendalian Penduduk Kota Binjai, melaporkan tujuan integrasi kampung KB bersama mitra ini untuk tingkatkan peran serta pemerintah, lembaga swasta untuk lakukan pendampingan kepada masyarakat untuk aktif dalam kegiatan KKBPK.
"Diharapkan tercapainya komitmen antara pemda, mitra kerja dan
masyarakat dalam sukseskan kampung KB dan meningkatkan peran masyarakat
ikuti program KB," katanya.
Kegiatan yang diikuti 200 an orang
tersebut dihadiri pula oleh beberapa pejabat daerah dan lurah Kecamatan
Binjai Timur dan beberapa SKPD yang menjadi mitra kampung KB.
Dalam kesempatan itu diberikan doorprize seperti HP, sepeda gunung, kepada peserta yang beruntung melalui pencabutan undian, kemudian dilakukan pelayanan KB.
Usai Tebing Tinggi dan Labura, Giliran Binjai yang Dievaluasi oleh PKK Sumut Terkait PKDRT
=========================================
Bhineka Sumut_Usai melakukan monitoring ke Tebing Tinggi dan Labuhan Batu Utara (Labura), Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Evi Diana Erry Nuradi bersama pengurus melakukan monitoring dan evaluasi program Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) di Kota Binjai.
Pengurus PKK Sumut disambut Wakil Walikota Binjai Timbas Tarigan, Ketua PKK Binjai Ny Lisa Andriani Idaham bersama sejumlah pengurus, camat, lurah dan undangan lainnya di Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Rabu (15/11/2017).
Selain monitoring PKDRT, PKK Sumut juga mengevaluasi desa/kelurahan pelaksana terbaik 10 program pokok PKK dalam rangka HKG PKK kategori tertib adminstrasi, UP2K, pemanfaatan tanah pekarangan dan IVA tes.
Dalam kesempatan itu, Evi mengatakan dari tahap monitoring sejak bulan September 2017, terpilih 6 besar untuk kabupaten dan 3 besar untuk kota, bagi masing-masing kegiatan lomba.Khusus untuk Kota Binjai, kata Evi, ada inovasi baru yang diterapkan. "Inovasi yang kami dengar di kota ini, bisa nanti kami unggulkan untuk tingkat nasional," ujar Evi.
Evi berharap PKK kabupaten dan kota di Sumut dapat melakukan yang terbaik dengan meningkatkan kualitasnya masing-masing. "Kami percaya bila kita menjalankan 10 program pokok PKK, maka tercapailah keluarga yang bahagia," tutur Evi.
Sementara masih sering terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, menurut Evi, pemicunya kebanyakan disebabkan oleh faktor ekonomi. "Untuk itu, PKK konsen memainkan peranannya dalam merangkul dan memberi bimbingan kepada keluarga. Bagaimana keluarga tersebut, terutama kaum perempuan atau ibu rumah tangga bisa menghasilkan tambahan pendapatan bagi keluarganya," pungkas Evi.
Surya Paloh Sebut Dirinya Dan Presiden Jokowi Sepakat Dukung Tengku Erry
==========================================
Bhineka Sumut_Ketua Umum Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) H Surya Paloh tidak dapat menutupi kegembiraannya menyaksikan belasan ribu masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka Medan Minggu (12/11/2017).
Dihadapan masyarakat yang hadir pada Pelantikan Kepengurusan DPW Partai Nasdem Sumatera Utara (Sumut) dan juga deklarasi calon kepala Daerah pada Pilkada 2018 mendatang, Surya Paloh pun mengaku kalau dirinya sepaham dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menempatkan Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi sebagai calon Gubernur yang didukung Partai Nasdem.
“Bapak Presiden secara khusus menanyakan kepada saya, siapa calon Gubernur Sumut, saya katakan Tengku Erry Pak Presiden. Oh..itu bagus orangnya, bagus. Jadi ternyata saya dan Presiden sepakat bahwa Tengku Erry bagus untuk melanjutkan pembangunan di daerah ini. Apa yang saya rasakan ternyata sama dengan yang dirasakan Bapak Presiden tentang Tengku Erry,”ujar Surya Paloh dan disambut tepuk tangan dan teriakan yel-yel Sumut Paten dari ribuan masyarakat.
Dengan keputusan yang diambil dirinya tersebut, oleh karenanya Surya Paloh mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sumut khususnya para kader Partai Nasdem di Sumut untuk bekerja keras, ulet, kokoh, solid dan militan. Dan tidak kalah pentingnya lanjut Surya Paloh, diperlukan sinerjisitas antara Kepala Daerah di Sumut untuk sama-sama membangun Sumut.
“Ditengah kekurangan yang dimiliki Tengku Erry tapi saya pikir dia masih yang terbaik untuk memimpin Sumut ini kedepan. Kalau kita semua kompak, dengan kemauan yang keras, kesadaran dan kejujuran hati, serta keikhlasan hati, seperti pepatah di mana ada kemauan pasti ada jalan,”ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Surya Paloh hal yang membuatnya semakin yakin mengusung Tengku Erry sebagai calon Gubernur karena dirinya telah mendengar langsung akan tekad Tengku Erry untuk bekerja lebih baik lagi untuk memajukan Sumut. Menurutnya Tengku Erry secara sadar mengakui akan memperbaiki diri dan kesadaran untuk meningkatkan kemampuan diri.
“Biasanya, Insyaallah, Allah akan meridhoi yang seperti itu. Saya katakan kalau dia mau maen-maen dengan janji membuat Sumut lebih baik, bukan masyarakat sumut yang mendesak dia turun, Ketum Nasdem yang tendang dia duluan. Ingat, catat itu. Kita butuh Sumut yang bagus. Kita butuh pemimpin yang jujur. Kita butuh pemimpin yang lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dari diri dan keluarganya,” tegas Surya Paloh.
Sementara itu Tengku Erry mengaku siap mengemban amanah yang diberikan Ketum Partai Nasdem untuk mengibarkan bendara dan pataka Partai Nasdem ke seluruh Sumut. Termasuk juga menjalankan amanah untuk dicalonkan kembali sebagai Gubernur Sumut. Erry mengharapkan sinerjisitas antara kepala daerah di Sumut untuk sama-sama membangun Sumut semakin paten lagi kedepan.
“Mari kita lanjutkan pembangunan yang belum selesai, pekerjaan yang belum tuntas. Tentunya kalau kita bersama-sama tidak akan yang berat. Beban yang berat sama kita pikul. Ringan sama dijinjing. Tentunya kita mengharapkan dukungan seluruh masyarakat Sumut agar harapan kita Sumut menjadi salah satu provinsi terbaik akan semakin paten akan terwujud,”ujarnya.
Selain itu lanjut Erry besarnya pembangunan di Sumut juga tak lepas dari dukungan Ketum Surya Paloh dan tokoh-tokoh nasional termasuk juga Presiden Jokowi yang memberikan perhatian besar untuk Sumut. Seperti diketahui baru saja Presiden Jokowi meresmikan jalan Tol Medan-Binjai dan Kualanamu- Tebing Tinggi.
“Kita di Sumut boleh berbangga begitu banyak partai nasional yang diakui sesuai dengan uu, tapi Ketua Umumnya yang berasal dari Sumut Bapak Surya paloh. Kita yakin cukup besar perhatian Pak Surya Paloh untuk Sumut ini. Termasuk juga perhatian Bapak Presiden Jokowi kepada Sumut ini,”pungkasnya.
Hadir mendampingi Ketum Partai Nasdem pengurus pimpina pusat diantaranya Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate, Bendahara Partai Nasdem Ahmad M Ali, HM Ali Umri, Ketua DPP Garnita Irma Suryani Malahayati Chaniago, Ketua DPW Nasdem Prov Sulawesi Utara Irman Saragih, Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan Rusdi Masse, para Bupati Walikota se Sumut, dan Sayap partai Nasdem, pengurus Partai NasDem Sumut, sejumlah pimpinan Parpol di Sumut seperti Sekretaris Partai Golkar Sumut Irham Buana Nasution, Ketua Partai Golkar Medan Syaf Lubis.
Hadir juga sejumlah kepala daerah se-Sumut dan yang diusung Partai NasDem seperti Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Plt Bupati Batu Bara Harry Nugroho, Wali Kota Padang Sidempuan Andar Amin Harahap, Bupati Palas Ali Sutan Harahap (TSO), anggota DPR RI Rudi Hartono Bangun, Bukit Tambunan dan lainnya.
Camat dan Lurah se-Kota Medan Ikuti Bimbingan Teknis Radio Telekomunikasi
===========================================
Bhineka Sumut_Seluruh Camat dan Lurah se-Kota Medan mengikuti Bimbingan Teknis Radio Telekomunikasi di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Selasa (07/11/2017). Kegiatan Bimbingan Teknis yang digelar Dinas Kominfo Kota Medan ini dibuka Walikota Medan diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial Kota Medan Drs Musaddad Nasution MSi.
Selain Bimbingan Teknis Radio Telekomunikasi, Para Camat dan Lurah ini juga akan mengikuti Ujian Sertifikasi Kecakapan Amatir Radio. Kegiatan ini sangat berguna Camat dan Lurah agar dapat memahami cara, etika dan aturan dalam berkomunikasi dengan menggunakan alat Radio Komunikasi.
Bimbingan Teknis Radio Telekomunikasi ini dihadiri Kadis Kominfo Zain Noval SSTP MAP, Ketua Orari Sumut Agus Suherman SE, Narasumber dari Balai Monitoring Spektrum Radio Kelas II Purwanto Simamora dan Kabag Tata Pemerintahan Drs Syahrul Effendi Rambe MAP.
Kepincut Dengan Kota Medan, Oki Setiana Dewi Buka Bisnis Kuliner Medan Par Par
========================================
Bhineka Sumut_Karena sering bolak balik Medan-Jakarta mengurusi bisnis fashionnya di Jalan Ring Road Medan akhirnya Oki Setiana Dewi semakin cinta dengan Kota Medan. Wujud kecintaan tersebut diwujudkan dirinya dengan membuka usaha kuliner yang dapat menjadi Oleh-oleh khas kota Medan. Hal ini dikatakan Oki saat Grand Opening Medan Par Par di Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Minggu (05/11/2017).
Dijelaskan Oki, Medan Par Par ini berbeda dengan oleh-oleh khas kota Medan lainnya, karena di outlet Medan Par Par masyarakat dapat memilih berbagai macam kuliner mulai dari jenis kue, bolu, cake dan pastry. Ragam kuliner yang disajikan ini dikatakan Oki dikarenakan kebutuhan karena kesukaan orang terhadap kuliner itu berbeda, dengan adanya berbagai pilihan, maka konsumen dapat memilih sesuai dengan kesukaan mereka.
“Medan Par Par ini tidak ada di kota lain. Saya punya usaha kuliner bersama adik saya di Surabaya yakni Surabaya Patata. Namun, kue di Medan Par Par ini berbeda dengan yang di Surabaya, ini kami lakukan karena kami yakin setiap daerah memiliki ciri khas kue masing-masing,” terang Oki.
Bahkan kata Oki, pihaknya memilih nama Par Par yang diambil dari Bahasa Batak yang artinya berlipat ganda dan banyak atau beranak terus menerus. Dengan begitu diharapkan Medan Par Par ini dapat memiliki cabang di mana-mana, termasuk cabang di bandara Silangit.
Lebih lanjut dikatakan bintang film Ketika Cinta Bertasbih ini, Medan Par Par ini nantinya tidak akan berdiri sendiri, melainkan akan ada UKM-UKM lain yang bergabung, sehingga Medan Par Par juga turut untuk memajukan UMKM di kota Medan.
“Saya belum tahu berapa banyak UKM yang akan bergabung, namun saya menginginkan sebanyak-banyaknya agar UMKM di Medan dapat maju Bersama,” kata Oki.
Sementara itu Wakil Gubernur Sumut, Nurhajizah Marpaung mengatakan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), khususnya kota Medan sangat kondusif bagi investasi dan cukup prospektif terhadap pembangunan dunia usaha. Hal ini bisa dibuktikan dengan dibukanya usaha kuliner Medan Par Par.
“Ini merupakan bukti nyata bahwa Sumut, khususnya Medan masih sangat kondusif bagi investasi dan prospektif bagi dunia usaha. Kehadiran Medan Par Par ini sangat relevan untuk keperluan warga kota dalam memenuhi alternative untuk menentukan pilihan kuliner,” ujar Wagubsu.
Dengan kehadiran Medan Par Par ini, lanjut Nurhajizah diharapkan Kota Medan dapat menjadi salah satu objek prioritas bagi para wisatawan baik domestic dan mancanegara untuk berkunjung ke daerah ini, apalagi kepariwisataan kota Medan dikenal senantiasa mengandalkan kelezatan cita rasa makanan dan jajanannya.
“Atas nama Pemprovsu, saya menyampaikan rasa bangga kepada pengelola Medan Par Par yang telah memprakarsai usaha ini. Ini menambah bukti kepedulian anak bangsa terhadap pembangunan daerah. Kita harapkan Medan Par Par dapat membuka cabang di daerah lain, terutama di wilayah Bandara Silangit,” ujar Nurhajizah.
Dalam kesempatan itu, Nurhajizah juga mengatakan optimis kota Medan akan semakin representative sebagai kota metropolitan yang dapat mendorong berbagai sector dunia usaha, sehingga diharapkan dapat meningkatkan devisa negara, serta menambah pendapatan asli daerah dan membuka kesempatan lapangan kerja.
Di sisi lain, Kota Medan juga diharapkan dapat semakin maju dengan berbagai aktivitas ekonomi yang mendukung kesejahteraan masyarakatnya, terutama aspek wisata kuliner, sehingga secara umum akan mendukung program pengembangan kepariwisataaan di Sumut bersama dengan objek wisata lainnya.
“Komitmen kita untuk mengembangkan wisata memang perlu ditingkatkan mengingat sector ini sedang menghadapi tantangan besar. Untuk itulah, kita harapkan Medan Par Par ini tidak hanya bermanfaat bagi pemilik melainkan juga bagi kita semua,” kata Nurhajizah.
Terkenal Toleran se-Indonesia, Gus Solah Kunjungi Kota Pematangsiantar
=========================================
Bhineka Sumut_Kedatangan Tokoh Nasional KH Salahuddin Wahid yang akrab dipanggil Gus Solah adik kandung mantan Presiden Republik Indonesia ke empat Gusdur dari tahun 1999 hingga 2001 ini disambut hangat Walikota Hefriansyah SE MM.Kehadiran Gus Solah diarak dengan pawai becak BSA yang menjadi icon Kota Pematangsiantar hingga ke rumah dinas Walikota di Jalan MH Sitorus bersama Presiden BOMS H Kusma Erizal Ginting.
Toleransi beragama yang terjaga di Kota Pematangsiantar dan sangat tekenal dengan kota yang paling toleran di Indonesia, membuat Gus Solah terjun langsung melihat kondisi masyarakat yang majemuk namun dapat memelihara situasi dengan kondusif dan aman.
"Saat kerukunan di Indonesia sedang diuji dengan beberapa isu yang mulai mengusik rasa persatuan dan kesatuan bangsa, ada upaya yang merongrong kerukunan berbangsa dan bernegara.Untuk itu saya merasa terpanggil untuk turun langsung ke daerah agar mengetahui penyebabnya dan menjadi masukan untuk mengambil langkah-langkah stategis dalam mengantisipasi," jelas Gus Solah dilansir dari laman resmi pematangsiantarkota.go.id, Minggu (05/11/2017).
Gus Solah menambahkan, kedatangannya adalah untuk menyampaikan materi dalam diskusi pluralisme dan kebangsaan di Pematangsiantar, menurutnya kota ini sebagai kota yang majemuk.
Sementara itu Walikota mengatakan bahwa Pematangsiantar merupakan kota paling toleran, di mana saat ini masyarakatnya tetap menjaga nilai toleransi dalam keberagaman yang ada, hampir beragam suku dan agama ada disini, "walau di sini majemuk, akan tetapi di kota berhawa sejuk ini semua pihak tetap menjaga kerukunan dan saling bertoleransi," katanya.
Kehadiran Gus Solah di Pematangsiantar juga mengunjungi jorat Raja Sangnawaluh Damanik serta memberikan ceramah pluralisme dan kebangsaan bagi tokoh agama, pemuda, masyarakat, mahasiswa dan ormas.
Gubernur Panen dan Makan Jagung Bersama Petani di Binjai
========================================
Bhineka Sumut_Bersama ratusan petani dari kelompok tani Mekar Jaya Binjai, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr HT Erry Nuradi memanen dan menikmati hasil pertanian milik masyarakat sekaligus menyapa warga petani. Dirinya menekankan pentingnya menglola lahan terlantar untuk menanam tanaman pangan dalam mewujudkan swasembada.
Aksi panen jagung itu dilakukan Gubernur langsung di kawasan pertanian jagung, semangka dan tanaman palawija (pangan) lainnya dengan total luas lahan 650 Ha. Dalam pesannya, Erry mengatakan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat petani menjadi perhatian pemerintah. Apalagi perintah Presiden RI untuk bisa mengoptimalkan segala potensi yang ada untuk memakmurkan rakyat.
“Kami hadir di sini secara langsung ingin bersama dan melihat langsung kondisi di lapangan. Karena itu kami berterimakasih kepada petani yang mengelola lahan dengan baik untuk meningkatkan produksi pangan kita di Sumut,” ujar Gubernur di lokasi panen jagung Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Jumat (03/11/2017).
Disebutkan Gubernur, dalam Pasal 33 UUD ’45 disebutkan; bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Karena itu pula dirinya meminta agar seluruh potensi lahan yang terlantar bisa dimanfaatkan. Sebab lahan pertanian sejatinya dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.
“Saya juga minta kepada kepala daerah agar bisa membuat Perda supaya tanah yang terlantar itu dimanfaatkan. Yang terpenting kemauan ada, lahan ada. Apalagi ada 4,5 juta hektar lahan kehutanan (se-Indoensia) yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, khususnya tanaman semusim,” sebutnya sembari mengatakan Menteri Pertanian memberikan tantangan agar Sumut bisa mencapai swasembada, kebutuhan tercukupi dan tidak mengimpor bahkan bisa mengeskpor.
Diakuinya kebutuhan akan jagung di Sumut masih cukup tinggi, mengingat selain makanan, juga diperuntukkan bagi kebutuhan peternakan. Karena itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan mengalokasikan bantuan berupa bibit tanaman pertanian pangan seperti jagung. Sebelumnya, akan dilakukan terlebih dahulu pemetaan terhadap lahan produktif yang perlu diberikan bantuan pertanian.
“Kita juga mendorong reformasi agraria di kabupaten/kota agar petani bisa menjadi tuan di rumahnya sendiri. Jadi kita berharap lahan ini bisa lebih luas lagi. Makanya tanah yang tidak dimanfaatkan harus kita kelola,” katanya.
Sementara Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya Zeni menyampaikan terimakasih kepada Gubernur yang telah hadir langsung melihat petani dan kondisi pertanian milik masyarakat. Dirinya berharap perhatian pemerintah daerah kepada para petani yang mengelola lahan terlantar untuk menambah tingkat produksi petani menuju swasembada pangan. Begitu juga untuk pelepasan lahan oleh Negara kepada masyarakat, mereka memohon hal tersebut dapat dipertimbangkan.
Dalam blusukan tersebut, Erry pun menikmati hidangan hasil pertanian warga yakni jagung dan kacang rerbus di atas tikar sederhana bersama ratusan warga yang antusias menyambut kedatangan Sumut 1 ke lokasi pertanian yang mereka kelola. Erry pun terlihat membaur menikmati makanan, duduk bersama petani.
Hadir mendampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Azhar Harahap, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Dahler Lubis dan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Lukmanul Hakim, SKPD Pemkot Binjai serta sejumlah aktivis petani.
Oknum Polisi Yanma di Poldasu Peras Polmed Rp 250 Juta
==========================================
Bhineka Sumut_Oknum personil Pelayanan Masyarakat (Yanma) Polda Sumut (Poldasu), Briptu Muhammad Syamrigo disebut-sebut melakukan dugaan pemerasan terhadap Politeknik Negeri Medan (Polmed). Terungkapnya kasus ini berawal ketika Bripka Muhammad Syamrigo memerintahkan 2 orang kurir untuk mengantarkan sepucuk surat ke Polmed, Rabu (02/11/2017) kemarin, sekitar jam 13.00 wib.
Kedua kurir tersebut adalah Akmal (30), warga Pasar Bengkel Perbaungan, dan Indra Lesmana (27), warga Desa Kota Galo, Perbaungan. Bripka Muhammad Syamrigo memfasilitasi kedua kurir ini dengan meminjamkan mobil pribadinya Honda City BK 1896 AP. Setibanya di Polmed sekitar jam 14.00 wib, keduanya berhadapan dengan sekuriti dan mengatakan, ada sepucuk surat dari Bripka Muhammad Syamrigo.
Setelah surat disampaikan, pihak Polmed curiga dengan surat tersebut. Bahwa dalam surat yang pokoknya berisi Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) tentang adanya dugaan penyimpangan anggaran dana praktikum sejak 2011 sampai dengan 2017.
Briptu Muhammad Syamrigo diduga membuat SP3 palsu yang ditandatangani langsung Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut Agus Salim tanggal 2 November 2017. Adapun isi SP3 palsu itu, yakni Laporan Pertanggung Jawaban (LPj) dan pernyataan mahasiswa yang diketahui orangtua/wali tentang banyaknya pungutan liar terhadap mahasiswa Polmed serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum disetorkan ke kas negara.
Ternyata SP3 palsu seluruhnya dibuat Briptu Muhammad Syamrigo ini ketahuan oleh pihak Polmed, lalu menginterogasi kedua kurir tersebut. Bahkan, dari pengkuan keduanya, Briptu Muhammad Syamrigo juga sebelumnya memalsukan dan merekayasa seolah-olah ada temuan dugaan korupsi di Polmed yang tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) nomor Sprint/23/SPDP/XI/2017/Pidsus yang ditandatangani langsung Asisten Pidana Khusus Kejati Sumut Agus Salim tanggal 25 Oktober 2017.
Kepala Pelayanan Masyarakat (Kayanma) Polda Sumut, AKBP Mukhsin Siregar membenarkan ada anggotanya yang bernama Briptu Muhammad Syamrigo. Seperti diketahui, Briptu Muhammad Syamrigo disebut-sebut melakukan dugaan percobaan pemerasan terhadap Polmed sebesar Rp250 juta. "Benar dia (Briptu Muhammad Syamrigo) anggota dari Yanma. Dan sekarang sedang kita panggil untuk konfirmasi kebenarannya. Terima kasih atas laporannya," kata AKBP Mukhsin Siregar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (3/11/2017).
Saat ditanya mengenai tindakan lebih lanjut mengenai kasus ini, Mukshin Siregar belum bisa memberikan keterangan lebih detail. "Bila memang anggota tersebut terbukti melakukan kesalahan, kita serahkan pada prosedur. Saya sedang rapat ini," pungkasnya.
FK UISU Temukan Cacing Pita Sepanjang 10,5 Meter dari Tubuh Warga Simalungun
========================================
Bhineka Sumut_Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) kembali menemukan cacing pita jenis Taenia terpanjang di dunia yang berhasil dikeluarkan dari tubuh manusia. Temuan ini didapati dari warga Desa Nagori Maliring, Kalekson Saragih, Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun, Kamis (02/11/2017). Cacing pita ini diketahui panjangnya mencapai 10,5 meter, lebih panjang dari temuan sebelumnya di tempat tersebut, yakni 2,86 meter.
Ketua Tim Peneliti FK UISU DR dr Umar Zein, DTM&H mengatakan, dengan ditemukan cacing pita ini, merupakan rekor terpanjang di dunia. Karena sebelumnya, cacing pita jenis serupa ditemukan hanya sepanjang 1,5 meter di Negara Bangladesh. "Kunjungan tim FK UISU sebenarnya untuk memastikan kondisi kesehatan warga sudah sembuh. Selain, memberikan obat kepada 100 orang warga, guna melakukan pencegahan dan pengobatan," ungkapnya.
Sementara itu, Pembantu Dekan II FK UISU, dr Indra Janis MKT, atas penemuan ini juga menyatakan, kedatangan pihaknya tidak sekedar menemukan cacing terpanjang yang berhasil dikeluarkan dari tubuh penderita. Melainkan juga untuk mengobati para penderitanya. "Jadi ini bukan mengenai siapa duluan yang menemukan cacing terpanjang. Meski penemuan ini memang yang terpanjang, sekaligus rekor bagi para peneliti FK UISU yang dipimpin Dr Umar Zein," jelasnya.
Indra Janis mengatakan dari hasil penemuan cacing pita pertama dengan kedua, ada ditemukan perbedaan dalam morfologinya. Untuk itu, dalam mendukung hal ini, lanjut dia, tim peneliti melakukan penelitian secara Biologi Monokuler. "Karena jenis cacing pita mungkin berbeda spesiesnya dengan negara lainnya yang pernah ditemukan. Artinya kemungkinan cacing pita kedua ini berjenis Taenia Asiatica Simalungun, dan itu mudah-mudahan dapat kita buktikan. Sehingga, apabila dari hasil penelitian ada kecocokan maka FK UISU lah yang pertama menemukan jenis cacing pita tersebut," jelasnya.
Warga Desa Nagori Maliring, Kalekson Saragih yang merupakan penderita cacing pita ini menyatakan sangat berterima kasih dengan adanya bantuan obat-obatan yang diberikan. Sebab, selama 25 tahun dia mengaku sangat menderita untuk mencari obat atas rasa sakit yang dideritanya, hingga akhirnya cacing pita sepanjang 10,5 meter bisa keluar dari dalam tubuhnya. "Sebelum ditemukan obat Praziquantel dari Vietnam ini, saya sering mengalami cepat kelelahan dan pandangan mata berkurang akan tetapi setelah dikomsumsi jadi merasa lega," jelasnya.
Senada dengan itu, Petugas medis Puskesmas Nagori Dolok dr Sri Rahayu mengucapkan terimakasih atas bantuan dari FK UISU. Dikatakannya, apa yang dilakukan ini sangat membantu masyarakat terutama dengan adanya bantuan obat-obatan yang diberikan. Selanjutnya, guna mendukung perkembangan medis, cacing pita yang berhasil dikeluarkan tersebut selanjutnya akan langsung diawetkan dan diserahkan kepada tim peneliti untuk proses penelitian berikutnya.
DPP Gema Sumut Ungkap Borok Korupsi di Pemprovsu, Kejatisu Diminta Lakukan Pengusutan
==========================================
Bhineka Sumut_Puluhan massa yang mengatasnamakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Masyarakat (Gema) Sumatera Utara (Sumut), berdemo di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis (02/10/2017). Mereka membuka borok dugaan penyimpangan anggaran di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tahun anggaran (TA) 2016.
Sejumlah dugaan penyimpangan itu, antara lain, soal dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2012-2015 sebesar Rp1,5 miliar, penyaluran dana BOS TA 2016 sebesar Rp1,1 miliar teridikasi fiktif karena rekening penerima BOS tidak diketahui.
Selain itu, indikasi korupsi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut sebesar Rp653 juta, pencairan UP di BPBD Sumut sebesar Rp200 juta yang tidak sesuai ketentuan. Kemudian masalah penerimaan retribusi daerah atas kegiatan penyelenggaraan sekolah dan Diklat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut TA 2016 sebesar Rp584 juta.
"Ini semua sudah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Artinya, kuat indikasinya telah terjadi korupsi. Maka dari itu, kami minta kepada Kejatisu untuk segera mengusut semua kasus ini. Agar Sumut ini bersih dari para koruptor," ungkap Koordinator Aksi, Zarkasih Margolang dalam orasinya.
Koordinator Lapangan Gema Sumut, Zari Aditya Rangkuti, menimpali dalam kasitan sejumlah temuan itu, mereka juga mendesak agar Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Erry Nuradi segera mencopot semua pejabat atau kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlibat kasus korupsi. "Kita minta Gubsu untuk mencopot semua kepala SKPD yang terjangkit virus korupsi," jelasnya.
Keduanya kembali mengakatan, bila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti, maka mereka kembali akan menggelar demo sampai siapa-siapa saja pejabat yang terlibat digiring ke meja pengadilan. "Kami minta ini segera ditindaklanjuti, karena kalau tidak, kami akan kembali berdemo sampai kasus ini di sidang," pungkasnya.
Membangun masyarakat lebih cerdas dalam menggunakan obat
===========================================
Bhineka Sumut_Binjai_31/10_Mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman
dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan
benar merupakan upaya gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat.
Menurut WHO, Penggunaan obat yang dikatakan rasional apabila pasien
menerima obat yang sesuai dengan kebutuhan dalam periode waktu yang
memenuhi syarat.
Meningkatkan pemahaman
dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara
benar, Selasa (31/10/2017), Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara
melalui Direktur Pelayanan Kefarmasian Kementrian Kesehatan RI
mengadakan Pertemuan Pembekalan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan
Obat pada pemegang kebijakan di Kota Binjai. Pertemuan ini dilaksanankan
selama perumahan Berngam Binjai yang mana diikuti oleh lebih dari 200
peserta terdiri dari Organisasi Profesi, untuk pembekalan AOC (Agent Of
Change ) dan juga peserta dari masyarakat / lembaga/ Ormas/ Tokoh
Masyarakat sebagai sosialisasi Gema Cermat di Kota Binjai.
Pertemuan ini dibuka oleh Walikota Binjai yang di wakili oleh dr. M.
Indra Tarigan, M. Km, yang mana didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan
Sumatera utara, dan juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai.
Indra
Tarigan yang mewakili Walikota Binjai menyampaikan ucapan terima kasih
kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang juga bekerjasama
dengan Anggota DPR RI Komisi IX Anshory Siregar yang telah memilih Kota
Binjai sebagai salah satu Kota yang berkesempatan mendapatkan pembekalan
langsung mengenai Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat.
Dra.
R. Dettie Yuliati, Apt. M.Si selaku Direktur Pelayanan Keformasian
Kementrian Kesehatan RI juga menyampaikan harapan ”agar semua peserta
dapat mengikuti pembekalan ini dengan penuh semangat dan tekun, sehingga
apa yang kita ingin capai sesuai dengan yang kita harapkan untuk
membangun masyarakat kita lebih cerdas dalam menggunakan obat-obatan
bagi keluarga “, Jelasnya
Dalam acara pertemuan tersebut Anshory
Siregar selaku narasumber dari DPR RI Komisi IX yang menangani kesehatan
juga berkesempatan menyerahkan secara simbolis media Edukasi Gerakan
Masyarakat Mengguanakan Obat kepada Pemerintahan Kota Binjai, yang mana
diterima langsung oleh para petugas apoteker di Binjai.
Pertemuan
Gerakan Masyarakat Cerdas mengunakan Obat di Kota Binjai sangat disambut
baik oleh peserta khususnya masyarakat yang hadir dalam pertemuan ini.
dimana mereka mengatakan banyak mendapatkan ilmu tentang manfaat atau
kegunaan obat serta mengetahui macam-macam tentang obat, sehingga mereka
tahu bagaimana cara menjadi masyarakat cerdas menggunakan obat, hal ini
disampaikan oleh salah satu peserta masyarakat.
Presiden Jokowi Sapa Warga Korban Erupsi Sinabung di Relokasi Siosar
===========================================
Bhineka Sumut_Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyempat-kan hadir menyapa warga korban erupsi Sinabung yang direlokasi ke Kawasan Relokasi Siosar di Desa Siosar, Kabupaten Karo, Sabtu (14/10/2017).
Hadir mendampingi Presiden di antaranya Menteri PUPR M Basoeki Hadimoeljono, Menseskab Pramono Anung, Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi. Kehadiran Presiden beserta rombongan selain ingin melihatkan kondisi terkini relokasi Siosar juga ingin bertatap muka dan mendengarkan informasi secara langsung dari masyarakat mengenai kondisi mereka selama berada di penampungan tetap tersebut.
"Tadi kita sudah melihat lokasi pengungsi dan sudah tanya langsung kepada masyarakat yang mendapatkan bantuan 370 rumah dan lahan pertanian. Tadi saya tanya apakah lahannya sudah berfungsi. Sudah kata mereka. Ditanami Kentang, sudah panen dan sudah dijual," ujar Jokowi kepada wartawan didampingi Gubsu Erry Nuradi.
Dikatakan Jokowi, pihaknya sedang menyiapkan pembangunan 1874 rumah di 14 hamparan yang diperkirakan selesai akhir tahun 2017 ini. Sedangkan sisanya sekitar 1080 rumah akan diselesaikan pada akhir tahun 2018 mendatang."Yang 1874 rumah akhir tahun ini kita selesaikan. Sedangkan sisanya lebih kurang 1080 diakhir tahun depan. Karena sudah ada penetapan dari Kementerian LHK mengenai lokasi yang akan digunakan sekitar 470 hektar. Saya harapkan setelah ini rampung," jelasnya.
Saat disinggung masih adanya masyarakat di sekitar Gunung Sinabung yang mau dan bersedia direlokasi menurut Jokowi hal tersebut bisa saja ditampung jika tersedianya lahan.
"Ya kalau ada lahannya kita berikan. Apalagi kita tahu Sinabung ini kan tidak tahu kapan berhenti total. Saya mendapat informasi satu tahun ini saja ada sekitar 200 kali gempa dengan terjadi erupsi kecil, sedang maupun besar. Makanya kita terus menghimbau agar berhati-hati," ujarnya.
Namun saat ditanya kemungkinan bencana erupsi Gunung Sinabung statusnya menjadi bencana nasional mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan dan berkepanjangan, Jokowi sempat terdiam sebelum menjawabnya."Yang pentingkan penyelesaiannya," tuturnya.
Pantauan wartawan di lokasi, ribuan masyarakat dari Relokasi Siosar maupun luar Siosar tanpak antusias ingin bersalaman dengan Presiden Jokowi. Jokowi hadir dilokasi penampungan dengan pengawalan ketat menggunakan Mobil Land Cruser Prado bersama Gubsu Erry Nuradi dari lapangan Helipad TNI AD Sinbisa.
Dalam kesempatan tersebut Jokowi menyempatkan memberi bantuan berupa bingkisan kepada pengungsi. Jokowi juga memberikan perlengkapan sekolah kepada anak-anak pengungsi Siosar. Jokowi pun berkesempatan menikmati Keindahan alam di sekitar relokasi Siosar termasuk juga poto dan wawancara dengan latar belakang Gunung Sinabung.
Salah seorang warga yang rumahnya dikunjungi Presiden Jokowi, Rosmeri Boru Ginting mengaku sangat senang bisa bersalaman sekaligus berbincang dengan orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut. "Ya senang sekali seorang pengungsi bisa bersalaman dengan Bapak Presiden yang perduli rakyatnya. Tadi bapak Presiden tanya lahannya ditanam apa dan hasilnya bagaimana. Saya bilang tanam kentang tapi belum tahu hasilnya karena belum panen," ungkapnya.ick here to edit text
ANSHORY : "MENANGKAL BANGKITNYA IDEOLOGI KOMUNIS DI INDONESIA"
==========================================
Karo_9/10. Anggota MPR RI dari daerah pemilihan Sumut 3 H Ansory Siregar Lc menyatakan, berbagai pihak perlu mewaspadai dan menangkal bahaya komunisme dengan meresapi nilai-nilai empat pilar kebangsaan. Pancasila sebagai dasar ideologi negara dan UUD RI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR dimana NKRI sebagai bentuk negara dimana bhinneka tunggal ika sebagai semboyan negara RI.
Pentingnya sosialisasi empat pilar kebangsaan ini untuk memahamkan kepada masyarakat terkait empat pilar kebangsaan yakni pancasila hingga UUD 45, sehingga ancaman paham radikalisme dan isu kebangkitan PKI yang kembali marak dengan baju barunya. Pemberontakan PKI merupakan sejarah kelam bangsa yang harus mereka pahami dan ketahu serta kita lawan dan cegah sehingga tidak bangkit kembali.
"Ramainya isu tentang kebangkitan komunisme di Indonesia menjadi penanda bahwa esensi dari nilai-nilai kebangsaan sebagaimana yang diajarkan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika perlu semakin rutin disosialisasikan agar dapat menjadi pedoman bagi kehidupan masyarakat," kata Ansory dalam sosialisasinya kepada masyarakat, pemuda desa, karang taruna, dan majelis taklim se Kabupaten Karo di Sumatera Utara.
Paham komunis dan paham-paham anti Tuhan lainnya mulai terang-terangan menunjukkan eksistensinya di Indonesia, seperti adanya penggunaan simbol-simbol pada pakaian. Menurut dia, keempat pilar itu harus menjadi karakter dan pondasi yang kokoh untuk menangkal paham-paham komunisme, liberalisme, terorisme, radikalisme, dan paham-paham lain yang jelas tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Segala hal yang berbau komunisme atau PKI merupakah hal yang terlarang di Indonesia, selaras dengan TAP MPRS Nomor XXV/1966 tentang kedudukan hukum pembubaran PKI dan ajaran-ajaran komunisme.
Pada ketentuan itu disebutkan secara tegas bahwa keberaaan PKI di Indonesia dilarang, yang kemudian pada TAP MPR Nomor I/2003 menguatka kembali bahwa TAP MPRS Nomor XXV/1966 masih berlaku hingga sekarang. Kita mengharapkan empat pilar kebangsaan ini sudah dapat ditanamkan para orang tua kepada generasi muda dikeluarganya agar tidak terjerumus dipergaulan bebas, pemakain obat-obatan hingga paham radikalisme dan ajaran PKI memasuki era gelobalisasi ini, karena kita ketahui empat pilar kebangsaan sudah mulai pudar dibenak mereka para generasi muda
"Empat pilar kebangsaan sangatlah penting, bukan hanya untuk dihafal dan diingat, tapi juga harus dipraktekkan dengan sungguh-sungguh agar cara pandang, cara bersikap, maupun berperilaku, semuanya mencerminkan nilai keindonesiaan, agar kiranya terus menjaga keluarganya, masyarakat dari paham komunis yang hendak merusak dan memecah belah bangsa ini." ujarnya. hr
Terlibat Pembunuhan Tahan Ginting, Oknum Pendeta Bernama Andreas Josep Tarigan Diringkus Polisi
============================================
Bhineka Sumut_Petugas Jahtanras Polrestabes Medan berhasil meringkus oknum pendeta bernama Andreas Josep Tarigan saat bersembunyi di Taman Sakura, Blok L1, No.19 Medan, Selasa (19/09/2017). Penangkapan Tarigan terkait pembunuhan sadis terhadap Tahan Ginting di kawasan Pancur Batu.
Saat ditangkap pendeta itu hendak mengantar anaknya ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Petugas langsung masuk dengan membawa surat resmi penangkapan tersangka.
Penangkapan pendeta itu mendapatkan rekomendasi dari tim Komisi III DPR RI Nasir Jamil yang sebelumnya menerima laporan pengaduan serta bukti-bukti dari pihak keluarga korban mengatakan bahwa ada indikasi orang yang berpengaruh untuk menginterpensi penangkapan pelaku kasus pembunuhan sadis tersebut.
Laporan korban itu langsung ditindakanjuti oleh Tim Komisi III DPR RI. "Kasus itu harus dituntaskan oleh petugas Polrestabes Medan yang telah memproses pembunuhan sadis itu di Pancur Batu pada tahun 2016 lalu," ujar Nasir kepada wartawan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah membenarkan penangkapan itu. "Masih dalam proses oleh petugas Polrestabes Medan," pungkasnya seraya menambahkan jika tersangka tak bisa lagi berkutik saat ditangkap.
Gantikan OK Arya yang Kena OTT, Harry Nugroho Ditetapkan Jadi Plt Bupati Batubara
============================================
Bhineka Sumut_Berdasarkan SK Mendagri No. 132.12/4.236/SJ, tanggal 14 September 2017, Wakil Bupati Batubara, Sumatera Utara, RM Harry Nugroho ditetapkan menjadi pejabat pelaksana tugas (Plt) bupati menggantikan OK Arya Zulkarnaen yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan kasus korupsi.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sendiri menyaksikan penyerahan SK tersebut yang berlangsung di Kantor Pemprov Sumatera Utara (Sumut), Jumat (15/09/2017) diwakili Gubernur Tengku Erry Nuradi sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Pusat di daerah.
Tjahjo mengingatkan agar Plt Bupati Batubara Harry Nugroho dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Begitu juga implementasi terhadap janji-janji kampanyenya kepada masyarakat. Sebab, dalam proses pilkada, kepala daerah dan wakilnya adalah satu paket yang dipilih publik.
“Serta membangun komunikasi dengan gubernur, forkopimda dan DPRD. Termasuk para tokoh adat dan masyarakat setempat. Kami ingatkan juga, kalau maju dalam Pilkada 2018 jangan sampai menggunakan APBD,” kata Tjahjo dilansir dari laman resmi kemendagri.go.id, Sabtu (16/09/2017).
Selain menyaksikan penyerahan SK Plt Bupati Batubara, Mendagri Tjahjo juga memberikan arahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD serta Camat dan Lurah se kota Medan. Tjahjo berharap, dugaan korupsi Bupati Batubara adalah kasus terakhir.“Tidak mudah-mudahan, harus. Kasus Batubara harus terakhir di Sumut. Bagi saya kalau ditahan langsung hari itu saya keluarkan SK Plt agar jalannya pemerintahan tidak terganggu,” ujar dia.
Kemudian, menyikapi kasus OTT terhadap Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen, Mendagri mengatakan selama ini seluruh pengawasan dan aturan serta instruksi kepada pejabat daerah terus dilakukan. Kalau masih ada terjerat korupsi, itu kembali pada mentalitas individunya.
Begitu juga upaya dari Kemendagri dalam mengantisipasi kepala daerah terjerat korupsi, kata Tjahjo sudah dilaksanakan sebaik mungkin. Para pemenang pilkada, sebelum resmi duduk di kursi pemerintahan terus mendapat pembekalan, bersama wakilnya, bahkan para istrinya.“Namun ini kembali pada prilaku individunya,” pungkasnya.
KPK: Bupati Batubara Diduga Terima Fee Senilai Rp 4,4 Miliar dari Tiga Proyek Infrastruktur
============================================
Bhineka Sumut_Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, mengatakan, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen diduga menerima suap berupa fee dengan total Rp 4,4 miliar dari tiga proyek infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun 2017.
Dengan rincian, Rp 4 miliar dari kontraktor Maringan yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Fee tersebut terkait proyek pembangunan dua jembatan di Kabupaten Batubara, yakni pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp 32 miliar yang dimenangkan oleh PT GMU dan proyek pembangunan Jembatan Sei Magung senilai Rp 12 miliar yang dimenangkan PT T. Sementara, Rp 400 juta sisanya merupakan fee yang diperoleh OK Arya dari Syaiful terkait proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp 3,2 miliar.
Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi Rabu (13/09/2017) tersebut, total uang tunai yang diamankan Rp 346 juta. KPK menduga, uang tersebut bagian dari fee atau suap untuk Bupati. KPK mengamankan delapan orang, lima diantaranya ditetapkan sebagai tersangka, yakni Bupati OK Arya, Kadis PUPR Helman, pemilik dealer mobil Sujendi dan dua kontraktor yakni Maringan dan Syaiful.
Uang suap yang diterima OK Arya diberikan melalui Sujendi dan Kadis PUPR Helman. KPK menemukan buku tabungan dengan saldo Rp 1,6 miliar, yang diduga bagian dari fee Rp 4,4 miliar untuk Bupati. Buku tabungan itu ada dalam penguasaan Sujendi.
Dalam kasus ini, pihak yang diduga sebagai penerima suap yakni Bupati OK Arya Zulkarnaen, Kadis PUPR Helman Herdady, dan Sujendi. Sementara pihak yang diduga sebagai pemberi suap yakni Maringan dan Syaiful, selaku kontraktor proyek.
Operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati OK Arya Zulkarnaen dimulai dari laporan masyarakat kepada KPK tentang akan terjadinya transaksi suap. KPK menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan pengecekan.
Pada Selasa (12/09/2017), KPK mengetahui Bupati OK Arya meminta Sujendi Tarsono alias Ayen, seorang pemilik dealer mobil, agar mempersiapkan uang Rp 250 juta yang akan diambil pada Rabu (13/09/2017), oleh pihak swasta berinsial KHA. KHA diminta mengambil uang di dealer mobil Sujendi di daerah Petisah, Kota Medan.
Pada Rabu (13/09/2017), sekitar pukul 12.44 WIB, KHA masuk ke dealer mobil Sujendi dan tak lama kemudian dia keluar sambil menenteng kantong kresek berwarna hitam. Tim KPK mengikuti mobil KHA dan mengamankan dia di sebuah jalan menuju daerah Amplas.
"Di dalam mobil KHA, tim mendapatkan uang tunai senilai Rp 250 juta yang dimasukkan dalam kantong kresek berwarna hitam," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (14/09/2017).
Kemudian, penyidik KPK membawa KHA kembali ke dealer mobil milik Sujendi, dan mengamankan Sujendi beserta dua orang karyawannya. Keempatnya dibawa ke Polda Sumatera Utara. Setelah itu sekitar pukul 13.00 WIB, tim KPK mengamankan Maringan Situmorang, seorang kontraktor di rumahnya di Kota Medan.
Basaria mengatakan, menjelang petang, tim KPK mengamankan kontraktor lainnya yaitu Syaiful Azhar, dan Kepala Dinas PUPR Batubara Helman Herdady. Keduanya diamankan di rumahnya yang berlokasi di Medan.
Pada pukul 15.00 WIB, di Kabupaten Batubara, tim KPK yang lain mengamankan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen beserta supir istri bupati berinisial MNR, di rumah dinas bupati.
Dari tangan MNR disita uang Rp 96 juta yang merupakan sisa dana dari permintaan Bupati pada hari sebelumnya. Selain itu, uang sebesar Rp 100 juta yang ditransfer Sujendi kepada AGS, seorang staf Pemkab Batubara.
Setelah itu tim bergerak mengamankan AGS di rumahnya di Kabupaten Batubara. "Ditemukan buku tabungan BRI atas nama AGS yang berisikan transfer uang," ujar Basaria.
Sejumlah pihak yang diamankan itu sempat menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Utara. Pada Rabu malam, tim KPK menerbangkan delapan orang yang diamankan itu ke Kantor KPK di Kuningan, Jakarta, dan tiba Kamis dini hari pukul 01.00 WIB.
Barang Tak Terurus, Ruangan Instalasi Pemeliharaan Sarana Medis RSUD dr Pirngadi Menyeramkan
===========================================
Bhineka Sumut_Kesan menyeramkan terlihat saat melihat ruang Instalasi Pemeliharaan Sarana Medis, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi, Medan. Pasalnya, di ruangan ini banyak terdapat barang rusak yang sudah tak terpakai, seperti tempat tidur, lemari dan barang lainnya yang menumpuk.
Padahal, tepat berada di sebelah barang-barang itu ditempatkan, terdapat ruangan Flamboyan XVIII yang merawat pasien penderita penyakit paru.Tidak hanya itu, berdasarkan pengamatan yang dilakukan, atap tempat barang tersebut juga terlihat sudah rusak dan bocor. Terlebih lagi lantainya yang sangat kotor dan becek, sehingga kondisi ini selain kelihatan menyeramkan juga dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit.
Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa barang-barang inventaris tersebut sebetulnya untuk didata di sub bagian inventaris. Namun, ia mengakui jika gudang untuk tempat penyimpanannya, memang tidak mencukupi."Untuk barang-barang rusak tersebut, biasanya mana yang bisa diperbaiki, akan kita perbaiki," ungkapnya kepada wartawan, Senin (11/09/2017).
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Sarana RSUD dr Pirngadi Medan, Ir Khairuddin menuturkan, saat ini tim verifikasi sedang menginventarisir barang-barang rusak tersebut. Namun, ia mengatakan jika belum mengetahui berapa jumlah barang inventaris yang rusak tersebut, karena belum menerima laporannya."Setelah diinventarisir barang yang rusak tersebut, kemudian akan dilaporkan ke pimpinan dan ke Pemko Medan agar ditarik," terangnya.
PENANDATANGANAN KOMITEMEN BERSAMA
GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DI KOTA BINJAI.
============================================
Bhineka Sumut_Binjai. 10/09. Dengan begitu rumitnya memahamkan pola
hidup sehat, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Anshory Siregar,
Lc dengan inisiatifnya melaksanakan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup
Sehat (GERMAS) di Kota Binjai, Sumatera Utara. Acara yg di laksanakan
di Binjai Barat menggandeng Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan
Kota Binjai dengan menghadirkan puluhan masyarakat dari berbagai
golongan yang mayoritas adalah ibu- ibu.
Kota Binjai yang memiliki
luas ± 90,23 terdiri dari 5 Kecamatan dengan jumlah penduduk ±261.490
jiwa, terdiri dari berbagai etnis antara lain Melayu,Batak Toba, Batak
Mandailing, Batak Karo, Batal Simalungun, Jawa, Banten, Minang, Aceh,
China dan India dengan pemeluk agama mayoritas Islam dan yang mempunyai
kesadaran kesehatan dan keamanan yang bisa dikatakan baik.
“Memasuki
usia 72 tahun Indonesia merdeka, masih banyak persoalan kesehatan yang
tak kunjung terselesaikan. Misalnya saja yang dianggap paling krusial,
yaitu masih ditemukannya kasus anak kurang gizi, terutama di daerah
pinggiran, usia perilaku merokok semakin muda, atau meningkatnya tren
penyakit tidak menular (PTM).Akan tetapi, meski fakta menunjukkan
demikian, sejatinya pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan
(Kemenkes) telah melakukan berbagai upaya guna mengatasi persoalan itu.
Salah satunya menggalakkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
(Germas) melalui pendekatan keluarga”, ungkap Anshory yang menjadi
narasumber dalam SosialisasiGermas.
Dalam kesempatan tersebut juga
hadir segabai narasumber ke dua yaituKepala Subdirektorat Bina
Kewaspadaan Gizi Kementerian Kesehatan, Galopong Sianturi,mengatakan ada
tiga fokus kegiatan sebagai langkah awal penguatan program Germas.
Selain melakukan deteksi dini PTM, masyarakat didorong untuk membiasakan
konsumsi sayur dan buah disertai peningkatan aktivitas fisik dengan
berolahraga.“Tujuan utama kami ingin mengurangi faktor risiko penyakit
secara khusus. Daya ungkitnya sendiri adalah gizi”, ujarnya.
Diungkapkan, masalah gizi berkaitan erat dengan kebiasaan mengonsumsi
sayur dan buah. Namun, hasil Riset Kesehatan Dasar Kesehatan (Riskesdas)
pada 2014 justru menunjukkan 93,5% penduduk di atas usia 10 tahun
kurang mengonsumsi sayur dan buah.Itu artinya, lanjut Galopong, hanya
sekitar 7% yang telah memahami pentingnya kandungan gizi pada sayur dan
buah. Ironis lagi, kondisi tersebut diperparah dengan 36,3% penduduk
usia di atas 15 tahun yang merokok, bahkan 1,9% di antaranya
perempuan.“Kalau kita pikir sampai mereka manula bagaimana nasib dari
setiap angka tersebut. Oleh karena itu, lewat Germas kita edukasi
masyarakat, mulai tingkat keluarga agar timbul kesadaran hidup sehat,”
tuturnya. Terlebih, beberapa waktu terakhir marak diberitakan keberadaan
seorang anak dengan obesitas. Usut punya usut, orangtua anak itu kerap
membiarkan sang buah hati mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan kadar
gizi yang sesuai hingga akhirnya tak terkontrol.
Hal tersebut juga
dibernarkan oleh narasumber ke tiga dr. Mahaniari Manalu, M.Kes., Kepala
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Binjai. Menurutnya, sebagian besar
masyarakat Binjai belum mengerti, apalagi menyadari kondisi kesehatan
yang sedang dialami. Untuk itu, sedini mungkin mereka harus disadarkan
supaya rajin melakukan kontrol kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes)
untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan.
“Di dalam
implentasinya, Kemenkes tidak mungkin bekerja sendiri, tetapi perlu
melibatkan sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah (pemda) dan
kementerian/lembaga terkait lainnya, seperti Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemendikbud).Kita perlu galakkan lagi unit kesehatan sekolah
di satuan pendidikan. Sekalikali adakan bersih-bersih yang merupakan
bagian dari olahraga fi sik,” tutur dia.
Ia pun menegaskan, apabila
edukasi Germas melalui pendekatan keluarga bisa dilaksanakan beriringan
dengan kerja sama pemda dan semua perangkatnya, niscaya akan terwujud
masyarakat Indonesia lebih sehat.Koordinasi lintas sektor itu juga
tentunya harus semakin diperkuat.
“GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, mengonsumsi buah dan sayur dan memeriksakan kesehatan secara rutin dan dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar,” ungkap Mahaniari. (hr)
Anggota Intel Brimob Poldasu Dianiaya, Kabag Dinas Kehutanan Tapsel dan 5 Preman Bayaran Diringkus Polisi
============================================
Bhineka Sumut_Anggota Sie Intel Sat Brimob Poldasu, Bripka Herman A
Simatupang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang
pejabat Dinas Kehutanan Tapanuli Selatan (Tapsel) bersama 5 preman
bayarannya.Aksi penganiayaan ini terjadi di Jalan Marindal, Pasar IV,
Gang Senobar, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang.
Keenam tersangka yang ditangkap dari berbagai tempat tersebut adalah Ervi yang diketahui seorang Kabag Dinas Kehutanan Tapsel (diduga kuat sebagai otak pelaku), Mamek, Ucok Ginting, Dedy, dan Iwan Sendawa serta Jubrik.
Korban menceritakan, awal kejadian itu terjadi pada 31 Agustus 2017 lalu saat dia sedang mengantar hewan kurban ke kandang di Jalan Marendal, Pasar IV, Gang Sanobar, Desa Marendal 1, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang.Namun pada saat pick up yang mengantar hewan kurban akan keluar dari kandang, tidak bisa naik karena jalan licin dan tanjakan. Bersamaan pada saat itu sebuah mobil jenis Innova BK 1737 UO yang dikemudikan Ervi keluar dari gang tersebut.
Selanjutnya, Bripka Herman turun untuk mengatur jalan agar Innova tersebut mundur ke belakang. Hanya saja saat mundur, Innova menabrak pagar seng, sehingga membuat pengemudinya marah.Ervi yang tak terima atas kejadian itu langsung memaki Bripka Herman. Merasa bersalah Bripka Herman langsung meminta maaf. Tapi Ervi bersikeras dan ngotot bahkan menghubungi adiknya, Jufri yang saat itu bersama teman-temannya di kafe Manto.
Tak lama kemudian satu mobil Taft Rocky BK 1530 LC datang dan dari dalamnya turun 5 pria langsung memukuli korban. Lagi-lagi Bripka Herman meminta maaf sembari bilang kalau dirinya adalah anggota Brimob Poldasu.Namun para pelaku tak menghiraukan dan terus memukuli dan menendang Bripka Herman.
"Kenapa rupanya kalau kau anggota Brimob, kau sangka sudah hebat kali kau ya, siapa yang kau anggarkan, tidak ada Brimob-Brimob di sini dan kumpulkan Brimob kau semua di sini," ucap Bripka Herman menirukan perkatan Ervi yang dari mulutnya tercium bau minuman alkohol.
Akibat pengeroyokan itu, Bripka Herman mengalami luka di bagian wajah, pelipis mata sebelah kiri robek, memar di kepala bagian belakang dan hingga saat ini Bripka Herman masih merasakan pusing pada bagian kepala serta badannya terasa sakit dan terkadang terasa mual dan muntah.
"Saya sudah buat laporan ke Polsek Patumbak setelah kejadian itu dan disertai visum," ucap Bripka Herman sembari menunjukkan Surat Laporan Polisi Nomor LP/728/VIII/2017/Polrestabes Medan/SPK-B/Sek Potumbak.
Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu M Ainul Yaqin saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Benar tersangkanya ada 6 orang, mereka menganiaya seorang anggota Brimob dan saat ini mereka sudah kita tahan," tegasnya.
GNPF MUI Sumut Ajak Masyarakat Muslim Ikut Aksi Peduli Rohingya
============================================
Bhineka Sumut_Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Sumut akan
melakukakn aksi unjukrasa Peduli Rohingya 'SAVERohingya' Jumat
(08/09/2017) pukul 13.30 WIB dengan titik kumpul di Masjid Agung Medan.
"Kita harap masyarakat muslim mau bergabung dan turut serta dalam aksi ini untuk menegakan keadilan untuk muslim Rohingya yang selama ini tertindas atas tindakan Pemerintah Myanmar," ujar Sanni Abdul Fattah, Kordinator Aksi.
Dikatakannya, aksi ini akan dihadiri massa dari ormas-ormas Islam yang terdiri dari, GIP NKRI, FPI Medan/Deli Serdang dan Sumut, IRAM, FUI, KAHMI, GSB, PETA, MUHAMMADIYAH, IPM, KOKAM, Pemuda Muhammadiyah Medan, Pemuda Bulan Bintang Medan, ICMI MUDA, Ruhul Jihad, PPMI, LIRA Medan dan ormas lainnya.
"Kita lakukan aksi ini bersama ormas islam lainnya, namun kita juga sangat mengharapkan partisipasi umat muslim dalam aksi ini, agar kita bisa sama-sama menyuarakan aspirasi kita untuk kaum muslim Rohingya," pungkas Sanni.
"Rencana aksi keprihatinan dan solidaritas muslim Rohingya akan dilaksanakan bersama ormas-ormas Islam Sumatera Utara untuk memprotes rezim refresif Myanmar, menekan organisasi Budha Sumut untuk bersikap serta meminta Pemerintah Indonesia agar turut membantu penyelesaian konflik sesuai dengan amanat UU," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan Sanni, aksi ini dilakukan dengan cara longmarch ke Vihara Borobudur, Jalan Imam Bonjol. Di sini kita akan melakukan orasi dan menyampaikan keinginan umat muslim terhadap penindasan yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap muslim Roingya.
"Kita awalnya kumpul di Masjid Agung Medan, setelah semua berkumpul dan sholat Juma'at bersama, kita akan longmarch ke vihara tempat kita melakukan aksi," jelasnya.
"Apa yang kau tunggu ya Ikhwah, berapa nyawa lagi yang harus melayang? Berapa banyak lagi darah yang harus tumpah? Berapa ribu lagi saudara kita itu harus mengungsi? Berapa lagi...berapa lagi..? Hingga mau perduli? Kami memanggil jiwa-jiwa yang bergemuruh untuk bersama kita hentikan sang durjana yang memusnahkan Rohingya, tegakkan keadilan atas muslim Rohingya," seru Sanni.
Dijelaskan Sanni, aksi ini juga sekaligus untuk menggalang dana atau infak untuk membantu muslim Rohingya.
"Kita juga akan mengumpulkan bantuan yang akan kita berikan kepada muslim Rohingya. Kita juga membuka pintu untuk muslim yang ingin memberikan bantuannya," papar Sanni.
Lebih Memilih Tunjangan Transportasi, Sejumlah Anggota DPRD Langkat Kembalikan Mobil Dinas
===========================================
Bhineka Sumut_Telah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun
2017, tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD,
membuat Pimpinan DPRD Langkat mengambil sikap.
Dimana dalam peraturan tersebut menyebutkan, Anggota DPRD mendapat dua pilihan yakni diberikan tunjangan transportasi atau mobil dinas. Dalam hal ini Anggota DPRD Kabupaten Langkat memilih tunjangan transportasi dengan konsekuensi harus mengembalikan mobil yang dipakai mereka.
Seperti beberapa Anggota DPRD Kabupaten Langkat Drs H Sarikat Bangun, yang telah mengembalikan mobil yang dipakai selama ini ke Sekretariat DPRD Kabupaten Langkat.
Sarikat berujar, pengembalian ini sebagai bentuk ketaatan terhadap aturan dan dia berharap rekan-rekan anggota DPRD lainnya dapat mengikuti mengembalikan mobilnya
Sekretaris DPRD Kabupaten Langkat Drs Basrah Pardomuan saat dihubungi membenarkan pengembalian mobil tersebut dan saat ini baru tiga orang Anggota DPRD yang mengembalikan yakni Drs H Sarikat Bangun, Paino dan Ir Antoni.
“Dalam hal pengembalian mobil ini, saya juga telah menyurati Anggota DPRD Kabupaten Langkat yang menggunakan mobil dinas untuk mengembalikan mobil dimaksud ke Sekretariat DPRD dan kami juga telah siapkan berita acara pengembaliannya,” sebutnya.
Keterlibatan Perempuan di Dunia Politik, Inilah Tanggapan Cagubsu Perempuan
==========================================
Bhineka Sumut_Pemilihan calon Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu)
semakin menggema. Bahkan, beberapa partai politik (parpol) sudah
melakukan langkah lebih maju dengan menjaring konstituen untuk
menentukan bakal calon yang akan diusung atau didukung.
Seperti yang dilakukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tebing Tinggi. Partai ini mengundang Ade Sandrawati Purba SH MH sebagai bakal calon Gubernur Sumut untuk berbicara dalam kegiatan 'Ngopi' atau ngobrol pintar, Senin (04/09/2017).
Dalam kesempatan itu, Ade mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan berbagai upaya politik termasuk membangun komunikasi dengan partai. Bahkan, beberapa partai telah memintanya menyampaikan visi dan misi untuk membangun Sumut yang lebih baik."Kepada beberapa parpol, saya sudah menyampaikan visi dan misi membangun Sumut. Bahwa hal yang paling penting adalah sinergisitas antara pemerintahan dan masyarakat. Yang tak kalah pentingnya adalah upaya untuk melibatkan perempuan dan kaum muda dalam pembangunan," kata Ade.
Ibu empat anak ini mengatakan, sangat banyak sekali persoalan yang menyangkut pengambilan kebijakan dalam upaya mencapai masyarakat sejahtera. Dia mengatakan, pada praktiknya selama ini, kaum perempuan dan pemuda selalu terabaikan. Mereka, sambung Ade, lebih banyak menjadi bahan eksploitasi politik daripada menjadi penentu arah kebijakan tersebut.
"Persoalan perempuan, mereka hanya dijadikan contoh kasus tanpa pernah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Contohnya, kaum perempuan diajak bermusyawarah sebelum keputusan diambil. Jadi apa maunya Pemerintah saja yang berlaku, tanpa mempertimbangkan apa yang sebenarnya terjadi pada perempuan itu sendiri. Kaum muda dan perempuan lebih banyak yang pasif, dan ini harus dibenahi secara bersama-sama," katanya.
Dalam visi dan misinya itu, Ade juga menyinggung tentang korupsi, kolusi, dan nepotisme, suap-menyuap, dan persoalan lain seperti upaya untuk menciptakan pemerintahan yang baik atau good government dan clean governance. Namun lebih dari itu, Ade juga akan memperluas peran perempuan dan kaum muda untuk membangun masyarakat kreatif sehingga mampu menjadi pelaku yang unggul dalam persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)."Perempuan dan kaum muda akan jadi pembeda kreativitas. Saya yakin, kita akan unggul dan bukan hanya konsumen di negeri sendiri," ujarnya.
Ade berharap, dengan penyampaian visi dan misi tersebut akan dibantu dan didukung penuh oleh partai politik sebagai perahu untuk maju dalam kontestasi Pilgubsu.
Acara Ngopi ini diinisiasi oleh DPD PSI Kota Tebing Tinggi bersama BKPMRI Tebing Tinggi, organisasi mahasiswa, dan rekan pers.Acara ini cukup menarik antusias kaum muda karena mereka mengaku sangat jenuh dengan pemerintahan yang selama ini lebih mengedepankan pencitraan daripada kerja nyata. Bahkan beberapa orang di antaranya mengajak para audiens untuk membuat sejarah baru dengan mengusung calon gubernur perempuan yang terbukti bersih dan tidak terlibat dosa politik masa lalu.
"Kita tentu berharap tokoh adat dan tokoh masyarakat Melayu, bisa menjadi jarum dan benang yang berguna mengeratkan DNA menyatukan kain yang terpisah, bukan menjadi gunting yang memisahkan atau meemca belah," ujar Gubernur dalam sambutannya pada acara Halal Bi Halal Anugerah Kebangsawanan Melayu Kerajaan Negeri Padang Deli 2017 di Gor Asber Nasution, Tebing Tinggi, Senin (24/7).
Hadir pada acara tersebut diantaranya Wali Kota Tebing Tinggi H Umar Zunaidi Hasibuan, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Ciceu Cahyati, Pemangku Adat Kerajaan Negeri Padang Tengku Nurdinsyah Alhajj Gelar Maharaja Bongsu, Wakil Bupati Sergai Darma Wijaya para pimpinan SKPD Provinsi serta perwakilan dari Kesultanan Pantai Timur Sumatera dan para tokoh penerima gelar dari Kerajaan Negeri Padang.
"Saat ini kita memang sangat merindukan suasana adat budaya yang menjunjung tinggi etika, sopan santun dan budi bahasa. Semoga pelaksanaan upacara penganugerahan ini mendapat ridho Allah dan dapat memberikan manfaat, bukan hanya bagi masyarakat Melayu, melainkan seluruhnya di Sumatera Utara," ujar Gubernur yang juga menerima buku tentang sejarah Kerajaan Negeri Padang.
Pada acara yang diselingi pengukuhan Datuk Pemangku Kampung Kerajaan Negeri Padang dan Pengukuhan Pengurus Ikatan Sarjana Melayu Tebing Tinggi itu, Gubernur menilai upacara seperti ini adalah satu hal yang strategis jika dilihat dari persoalan yang dihadapi bangsa saat ini seperti gejala separatisme dan disintegrasi bangsa.
"Karenanya diharapkan upacara penganugerahan ini diharapkan mampu berperan sebagai sarana menciptakan harmonisasi di masyarakat yang menjunjung tinggi nilai budaya dan adat istiadat dalam wadah NKRI," kata Erry.
Erry menekankan bahwa upacara tersebut bukan untuk membangkitkan feodalisme yang sudah lama ditinggalkan serta bukan untuk mengkultuskan seseorang. Melainkan dapat dijadikan sarana retrospeksi terhadap kehidupan masa lalu yang memiliki nilai tambah untuk diadopsi dalam kehidupan. Karena itu, antara ulama, umaro dan adat adalah tiga sejaringan yang penting dalam kehidupan.
"Adat istiadat menjadi penerang dan pegangan hidup bagi masyarakat Melayu, sebab adat itu jika tidur menjadi tilam, jika berjalan menjadi payung, jika di laut menjadi perahu, jika di tanah menjadi pasal (tiang), orang hidup dikandung adat, dan orang mati dikandung tanah," pesannya di hadapan seribuan warga Tebing Tinggi yang hadir.
Penerima gelar adat termasuk dirinya, lanjut Gubernur, punya tanggungjawab moral besar. Dituntut mampu melakukan upaya pemeliharaan dan pengembangan jatidiri dan identitas ke-Melayu-an di tengah masyarakat. Sebab diakuinya orang Melayu dikenal terbuka dan berinteraksi dengan ragam budaya lain. Hidup bersama dengan kelompok suku bangsa lain dan berasimilasi.
"Semoga dengan rangkaian acara termasuk Pengukuhan Relawan Kompeten ini, akan memberi kontribusi yang luas dan nyata bagi terciptanya kerukunan masyarakat, terpeliharanya persatuan, lestarinya adat istiadat dan budaya Melayu," sebut Erry.
Usai menerima gelar Tengku Pangeran Indra Diraja Kerajaan Negeri Padang bersama tokoh lainnya, Erry pun diberi tanda gelar berupa kain selempang dan keris kehormatan. Selanjutnya selaku Gubernur Sumut, menandatangani prasasti peresmian Gedung Melayu Centre Negeri Padang.
Sementara Wali Kota Tebing Tinggi H Umar Zunaidi Hasibuan Gelar Datuk Putra Utama Negeri Padang, menyampaikan kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan yang masuk kalender event. Pacaran adat seperti ini diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter Indonesia yang berbudaya, sekaligus semangat mencintai budayanya.
"Insya Allah Pemko Tebing Tinggi akan mendukung. Bagaimana budaya ini dikenal generasi muda. Saya berharap para Sultan juga mendukung pemerintah. Karenanya kami berharap sinergitas dan kerjasama dapat terlaksana dengan sebaiknya," kata Umar yang mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur.
Pemangku Adat Kerajaan Negeri Padang Tengku Nurdinsyah Alhajj Gelar Maharaja Bongsu menyampaikan rasa syukur atas apresiasi Gubernur atas kegiatan ini. Hal ini dilakukan agar generasi memahami sejarah leluhurnya. Apalagi dengan terbitnya buku sejarah kerajaan mereka, generasi muda tidak terombang-ambing tanpa jati diri yang jelas.
Diburon 6 Tahun, Mantan Pj Bupati Serdang Bedagai Diciduk
====================================
Senin, 27 Agustus 2018_Terpidana kasus korupsi yang buron selama 6 tahun atas nama Charullah berhasil ditangkap Tim Inteljen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) di Bogor, Sabtu (25/08/2018).
Mereka tiba di Bandara International Kualanamu, Deliserdang Sumut dengan menumpangi pesawat Lion Air JT 308. Dengan menggunakan kursi roda dan wajahnya ditutupi masker tim Kejati Sumut memboyong mantan Sekda Kabupaten Deliserdang dari pintu 9 menuju ruang VIP. Dari Bandara Kualanamu, Chairullah langsung diboyong ke Kantor Kejati Sumut untuk proses lebih lanjut.
Kepala Kejari Deliserdang, Asep Maryono SH membenarkan penangkapan mantan Sekda Kabupaten Deliserdang itu di kediamannya, Bogor. "Sebelumnya yang bersangkutan (Chairullah) diamankan dari sebuah rumah di Jalan Kalisuren Perumahan Griya Kalisuren Blok A2 No 14 Desa Kalisuren Kecamatan Tajurhalang, Bogor. Pengamanan DPO tindakpidana korupsi ini dipimpin langsung oleh pak Leo Simanjuntak (Asisten Intelijen Kejati Sumut)," jelasnya.
Chairullah merupakan DPO terpidana kasus korupsi terkait proyek bantuan Pembinaan Kemanan Ketertiban Pemilu Tahun 2003 dan Bantuan Pembinaan Kemasyarakatan Kabupaten Deliserdang Tahun 2004 sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2.145.000.000,- sesuai surat permohonan Kajari Lubuk Pakam Nomor: B-1557/N.2.22/Dsp.1/04/2012 Tanggal 23 April 2012. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2100 K/Pid.Sus/2009 Tanggal 21 Agustus 2010.
DPO dijatuhi pidana penjara selama 2 (dua) tahun, denda sebesar Rp50.000.000,- subsidair 6 (enam) bulan kurungan, membayar uang pengganti sebesar Rp2.094.000.000,- Subsidair 1 (satu) tahun penjara. DPO Chairullah merupakan mantan Sekda Kabupaten Deliserdang dan juga mantan Pj Bupati Serdang Bedagai Sumut.
Pelaksanaan operasi intelijen pengamanan DPO berjalan dengan aman dan sangat kooperatif baik oleh DPO maupun anak-anaknya (keluarga). Tim saat pengamanan melakukan upaya persuasif dengan menyadarkan DPO dan keluarganya agar dengan kooperatif dapat melaksanakan putusan Mahkamah Agung.
Pj Gubernur Sumut: Terima Kasih Atas Dedikasi Kapolda Sumut
=====================================
Jumat, 24 Agustus 2018_Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA mengapresiasi dedikasi yang telah diberikan Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw untuk daerah ini, saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu).
“Saya atas nama Pemprovsu dan masyarakat Sumatera Utara berterima kasih kepada beliau atas kerja keras, dedikasi, loyalitas, koordinasi, dan kerjasama selama ini,” kata Pj Gubsu Eko Subowo pada acara pisah sambut Kapoldasu dari Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw kepada Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH di Hotel Grand Aston, Medan, Kamis (23/08/2018) malam.
Eko mengatakan, Waterpauw telah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah ini. “Saya sangat merasakan apalagi saat Pilkada lalu, Kamtibmas bisa terjaga sehingga mulai dari persiapan Pilkada hingga pemungutan suara Sumatera Utara aman dan tertib, ini merupakan prestasi yang patut kita apresiasi bersama,” ujarnya.
Menurut Eko, Waterpauw adalah sosok yang dikenal dan dihormati masyarakat. “Itu saya lihat saat saya bersepeda dengannya dari Lapangan Benteng Medan sampai Pantai Cermin di Deli Serdang pada Hari Bhayangkara. Saat itu saya melihat banyak masyarakat yang menyapa dan mengenali beliau dengan ramah, artinya beliau dicintai masyarakat Sumatera Utara,” ungkapnya.
Eko berpesan kepada Waterpauw agar tetap menjalankan dedikasinya di setiap tugas yang diberikan. “Selamat bertugas di tempat yang baru, saya mendoakan semoga sukses,” ujarnya.
Kepada Kapoldasu yang baru Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH, Eko mengucapkan selamat dan menyambut hangat kehadirannya. Juga berharap Kapoldasu yang baru agar terus menjalankan apa yang sudah dikembangkan selama ini. Terutama dalam hal Kamtibnas yang selama ini berjalan dengan baik. “Tahun depan, ada pemilihan legislatif dan presiden, saya harap, Kapoldasu yang baru bisa menjaga Kamtibmas dengan baik seperti yang terdahulu,” katanya.
Sebentar lagi, Sumatera Utara juga akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional. Hajatan ini merupakan marwah daerah ini. “Saya yakin Bapak bisa menjaga Kamtibmas saat itu, apalagi Bapak mengetahui betul kondisi masyarakat dan kewilayahan Sumatera Utara,” kata Eko.
Sementara itu, Paulus Waterpauw yang mengenakan pakaian adat Papua mengucapkan terima kasihnya kepada Forkopimda Sumut yang telah membantunya dalam menjaga Kamtibmas selama ini. “Hingga akhirnya tercipta sinergitas, dan Kamtibmas dapat dijaga dengan aman dan kondusif,” katanya.
Waterpauw juga menceritakan kesannya selama berdinas di Sumut. “Selama berdinas di sini saya mengenal banyak tokoh masyarakat, saya melihat daerah ini sebagai miniatur Indonesia, dengan berpakaian khas Papua ini, kami ingin melengkapi kebhinekaan yang ada di Sumatera Utara,” katanya.
Kapoldasu Agus Andrianto mengatakan akan terus menjalankan apa yang sudah baik. “Khususnya menjaga kamtibmas, kini sudah memasuki tahapan operasi mantab praja khususnya dalam pengamanan pemilihan legislatif dan presiden yang berlangsung April 2019 nanti,” ungkapnya.
Agus juga meminta doa restu kepada para stakeholder agar dapat bersinergi dalam menjalankan tugasnya. “Semoga apa yang menjadi harapan kita dan masyarakat Kamtibmas adapat kita wujudkan bersama. Sumatera Utara milik kita bersama, mari kita jaga, jangan sampai ada pihak-pihak dengan kepentingan politik yang memecah kesatuan kita bersama,” katanya.
Pada tanggal 20 Agustus 2018 Brigjen Pol Agus Andrianto resmi dilantik menjadi Kapoldasu menggantikan Irjen Pol Paulus Waterpauw. Kini Paulus Waterpauw menyandang jabatan baru sebagai perwira tinggi Lemdiklat Polri. Sebelumnya Agus Andrianto menjabat sebagai Wakapoldasu.
Turut hadir pada pisah sambut tersebut Kabinda Sumatera Utara Brigjen TNI Ruruh A Setyawibawa, Kepala BNN Sumatera Utara Brigjend Pol Marsauli Siregar, Pangkosek Hanudnas Kolonel Pnb Jhon Amarul, Kasdam I BB Brigjen TNI Hassanudin, Wakajatisu Yuhdi Sutoto, Komandan Lanud Soewondo Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey, Wadanlantamal Kolonel Marinir Aris Mudian, Anggota DPR RI Komisi III Raden Syafii, Anggota DPR RI Komisi III Hasrul Azwar, Anggota DPR RI Komisi III Muhammad Ali Umri, Anggota DPR RI Komisi II Junimart Girsan, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Tokoh Masyarakat Syamsul Arifin, Ketua FKUB Maratua Simanjuntak, serta para tamu undangan yang hadir pada saat itu.
Jelang MTQ Nasional, Pemko Medan Akan Tertibkan Pedagang Kaki Lima di Jalan Aksara
====================================
Senin, 20 Agustus 2018 _Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSI diwakili Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Kota Medan, Syahrul Rambe memimpin Rapat Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Aksara di Ruang Rapat II Kantor Walikota, Senin (20/08/2018). Rapat ini digelar agar seputaran Jalan Aksara bersih dari PKL guna persiapan MTQ Nasional yang akan digelar di Kota Medan.
Didampingi Plh Kasat Pol PP Kota Medan, Rakhmat A Harahap SSTP, Kabag Tapem mengungkapkan, Provinsi Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah Pelaksanaan MTQ Nasional XXVII dan Kota Medan sebagai Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara harus berbenah. Salah satunya dengan memperindah jalur menuju lokasi MTQ Nasional dari pada PKL.
"Sesuai arahan Bapak Walikota Medan, kita harus menertibkan para PKL yang ada di jalan Pasar Aksara, di mana saat ini dijalan tersebut banyak sekali PKL, tentu membuat suasana tidak tertib. Untuk itu diminta peran Camat Medan Tembung untuk mensosialisasikan kepada para pedagang agar tidak berjualan selama Pelaksanaan MTQ Nasional", kata Syahrul dilansir dari laman pemkomedan.
Syahrul menjelaskan, beberapa hari sebelum hari H pelaksanaan MTQ Nasional, Jalan Pasar Aksara harus bersih. "Untuk itu setelah dilakukan sosialisasi, jika masih ada pedagang yang masih berjualan maka, Pihak Satpol PP akan melakukan penertiban di kawasan tersebut. Pihak PD Pasar juga harus memberikan sosialisasi dan pengertian kepada setiap pedagang yang hampir seluruhnya merupakan pedagang Ex dari Pasar Aksara," jelasnya.
Selanjutnya, Syahrul meminta kepada seluruh pihak agar dapat menjalankan tugasnya untuk menertibkan para PKL di Jalan Pasar Aksara agar saat Pelaksanaan MTQ Nasional kawasan tersebut tertata rapi.
Pemberian THR kepada ASN Dianggap Bermuatan Politis
=====================================
07 Juni 2018_Pemberian tunjangan hari raya (THR) untuk para Aparatur
Sipil Negara (ASN) dan gaji ke-13 menuai protes. Sebab bernilai politis,
belum lagi pembayarannya dibebankan kepada APBD masing-masing daerah.
Anggota DPRD Medan, Salman Alfarisi mengungkapkan mekanisme penganggaran di APBD ini sebetulnya terencana. Terlebih THR ini bukan kejadian luar biasa, sehingga dibutuhkan perubuhan struktur APBD sesegera mungkin.
“Semestinya kalau ada penambahan THR sudah terencana sebelum dibahas R-APBD 2018 lalu. Itulah yang membuat persepsi bahwa keputusan pemerintah ini sangat kental politisnya karena jelang Pilkada dan Pilpres,” ujarnya, kamis (07/06/2018).
Sejatinya, Salman mendukung pemberian THR kepada ASN, tetapi jangan sampai ada muatan politisnya. Meski begitu, kata Salman, PKS tidak mungkin tidak menyetujui perihal SE itu karena ini menyangkut hak-hak ASN.
“Saya khawatir kalau seandainya kebiasaan seperti ini muncul dari pemimpin kita, ini akan jadi mainan politik penghasilan ASN. Mestinya kalau undang-undang sudah jelas, peraturan pemerintah sudah jelas, disegerakan saja, jangan nunggu di akhir jabatan seperti ini,” pungkasnya.
Polres Binjai Ringkus Pelaku Perampok Toko Ponsel Beserta Penadahnya
=====================================
04 Juni 2018_Personel Reskrim Polres Binjai menangkap terduga pelaku
perampokan ponsel, setelah menangkap penadahnya, Senin (04/06/2018)
sekira jam 02.30 wib. “Telah diamankan 1 terduga pelaku dalam perkara
tindak pidana pencurian dengan sebagaimana di-maksud dalam pasal 365
ayat 1 KUHPidana,” kata Kasat Reskrim AKP Hendro S, Senin (04/06/2018).
Dilansir dari laman tribratanews.sumut, kedua pria yang diamankan masing-masing Charles Darwin alias Charles (30) dan Pintar Tampubolon (24), masing-masing tercatat sebagai warga Desa Pulo Barisan, Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat. Penangkapan keduanya sesuai: LP/294/VI/2018/SPKT-B, Reskrim tertanggal (3/6/2018) dengan korban, Fatma Syahfitri.
“Diawali dengan penangkapan penadah di Desa Pulo Barisan, Kecamatan Selesai, kita akhirnya meringkus penjual ponsel yang diduga menjual hasil curian kepadanya,” kata Hendro.
Penangkapan pelaku dan penadah berawal informasi keberadaan mereka yang saat itu berada rumah.“Kanit Pidum memdapatkan informasi bahwa pelaku 365 dan 480 handphone hasil pencurian sedang berada di rumah. Usai penangkapan itu, petugas memboyong keduanya ke Polres Binjai bersama barang bukti," pungkas Hendro.
Dari Januari Hingga Mei, Poldasu Tangani 18 Kasus Ujaran Kebencian Lewat Medsos
=====================================
02 Juni 2018_Sejak Januari hingga Mei 2018, Polda Sumatera Utara
(Poldasu) menangani 18 kasus ujaran kebencian yang dilakukan melalui
media sosial (mendoso). Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Poldasu
AKBP Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Sabtu (2/6/2018).
Dari jumlah itu, sebanyak 2 kasus sudah pada proses pelimpahan tahap dua di kejaksaan. Sedangkan 4 kasus masih pada pelimpahan tahap pertama. “Sisanya 12 kasus masih dalam tahap penyidikan. Sehingga total dari Januari ada 18 kasus yang ditangani Polda Sumut,” sebut Tatan dilansir dari laman tribratanews.sumut.
Tatan menjelaskan polisi tetap memprioritaskan proses kasus ujaran kebencian ini sampai ke Pengadilan. Pasalnya lanjut Tatan kasus seperti ini sangat merugikan orang banyak. Bahkan bisa menganggu pelaksanaan Pemilu.“Memang (ujaran kebencian) ditujukan pada person, namun dampaknya itu bisa jadi sampai isu SARA. Kan kita tidak mau Pilkada atau negara kita terganggu dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Tatan.
Terbaru, kasus ujaran kebencian yang ditangani Poldasu melibatkan oknum dosen di Universitas Sumatera Utara berinisial HDL.Dia sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga memuat dua postingan di akun facebook miliknya yang berisi ujaran kebencian. Pada salah satu postingannya pasca serangan bom bunuh diri pada Minggu (13/05/2018) di Surabaya, Himma memosting sebuah tulisan ‘skenario pengalihan yang sempurna…#2019gantipresiden’. Penyidik menduga postingan ini berkaitan dengan rangkaian peristiwa bom tersebut sehingga sangat berpotensi memicu kebencian di antara sesama.
DPRD Belum Juga Proses PAW Parlaungan Simangunsong Yang Diajukan DPC Partai Demokrat
=====================================
31 Mei 2018_Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung terus mencari-cari
alasan untuk bisa memperlambat serta menghambat proses pergantian antar
waktu (PAW) Parlaungan Simangunsong ke Amiruddin yang diajukan DPC
Partai Demokrat Medan. Menurutnya, dasar Partai Demokrat melakukan
permohonan PAW karena Parlaungan telah dipecat. Disebutkannya, ada 3 hal yang diatur dalam UU tentang PAW. Pertama, meninggal dunia. Kedua, dipecat partai dan Ketiga, mengundurkan diri.
"Dalam perkembangannya kami lihat Parlaungan tidak dipecat, malah dia dapat jabatan sebagai pengurus di DPC Demokrat Medan dan DPD Demokrat Sumut. Salah satu Wakil Ketua 1 Demokrat Medan, salah satu pengurus Harian Demokrat Sumut. Bagaimana itu, apakah tidak bertentangan dengan keputusan Mahkamah Partai Demokrat," ujar Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung di Medan, Kamis (31/05/2018).
Kata dia, hal itu sudah didiskusikan. Sehingga diputuskan untuk melakukan klarifikasi langsung ke DPP Partai Demoktat tentang status Parlaungan. "Nanti dijadwalkan, kita perlu tahu mana yang benar," ujarnya.
Politisi PDIP ini menjelaskan di dalam UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah dan UU MD3, disebutkan bahwa PAW dapat dilakukan ketika memiliki kekuatan hukum tetap. Artinya, tidak ada upaya hukum lain. "Ternyata ada dua upaya hukum yang dilakukan Parlaungan. Pertama menggugat Ketua Umum dan Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat dan Amiruddin ke PN Medan. Kedua, Parlaungan melaporkan Amiruddin dan anaknya ke Polda Sumut terkait pencemaran nama baik," jelasnya.
Tidak memproses permohonan PAW Parlaungan ke Amiruddin, kata dia, sebagai upaya menjaga lembaga DPRD Medan. "Kalau PN Medan mengabulkan gugatan Parlaungan, apa yang terjadi. Kami (DPRD) yang digugat," paparnya.
Lebih jauh, Henry menyebut Keputusan Mahkamah Partai itu keluar setelah adanya putusan Mahkamah Agung terkait sengketa Parlaungan dan Amiruddin. "Keputusan MA dikembalikan ke partai, Mahkamah Partai memutuskan untuk memecat parluangan dan mengusulkan pergantian kepada Amiruddin. Tapi, Parlaungan tidak terima melakukan upaya hukum lain. Kaitannya masih disitu, berarti belum selesai. Kami menjaga lembaga DPRD agar tidak digugat. Kalau Demokrat merasa apa yang kami lakukan dianggap menghambat, kan ada upaya hukum silahkan gugat kami," tukasnya.
Tim Gabungan Razia Hotel dan Tempat Hiburan Malam
====================================
28 Mei 2018_Tim gabungan Polres Deliserdang, Kodim 0204/Deliserdang,
Sat Pol PP Kabupaten Deliserdang melaksanakan razia gabungan hotel dan
tempat hiburan malam pada Minggu (27/05/2018) dini hari.
Saat melakukan razia, tim gabungan dibagi menjadi dua tim. Tim I dipimpin AKP M Napitupulu sementara Tim II dipimpin Iptu N Sitepu. Tim I melakukan razia di penginapan Cibulan di Desa Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa.
Dari lokasi ini petugas berhasil mengamankan empat pasangan yang bukan suami istri yaitu IZ (34) warga Pagar Merbau dan J (23) warga Jalan Pasar III Tembung, Kecamatan Medan Denai, Medan, E (35) warga Pasar VI, Dusun VIII, Desa Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa dan RD (25) warga Dusun II, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, JOS (23) warga Dusun III Damak Gelugur, Kecamatan Silindak, Kabupaten Serdang Bedagai dan S (23) warga Dusun III Paritohan, Desa Kotarih Pekan, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai, SE (32) warga Dusun IX, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa dan A (26) warga Huta V Sidorejo, Desa Naga Jaya I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun.
Selain mengamankan empat pasangan bukan suami istri tersebut, petugas juga mengamankan tiga unit sepeda motor masing-masing Suzuki Smash BK 5532 MO, Suzuki Shogun BK 4102 OQ dan Yamaha Jupiter Z BK 5881 MG.
Sementara Tim II melakukan razia di Hotel Deli Indah di Kecamatan Pagar Merbau. Dari lokasi ini, petugas berhasil mengamankan sepasang pasangan bukan suami istri yaitu IS (23) warga Dusun VI BP Mandoge, Desa BP Mandoge, Kecamatan BP Mandoge, Kabupaten Asahan dan TM (19) warga Dusun VI BP Mandoge, Desa BP Mandoge, Kecamatan BP Mandoge, Kabupaten Asahan. Dari lokasi ini petugas juga mengamankan satu unit mobil Toyota Avanza BK 1165 JY.
Selain itu, Tim II juga melakukan razia di Hotel Bidadari Inn di Kecamatan Pagar Merbau, Cafe Cantino dan Cafe Boy di Kecamatan Beringin. Dari ketiga lokasi ini petugas tidak ada mengamankan pengunjung. Selanjutnya petugas tim gabungan mengamankan lima pasangan bukan suami istri serta sepeda motor dan mobil ke Mapolres Deliserdang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Paur Humas Polres Deliserdang Ipda Dodi Martha membenarkan razia yang dilakukan tim gabungan itu. "Razia tersebut dalam rangka Operasi Pekat Toba Tahun 2018," ujarnya singkat.
Gubsu dan Kepala BPN Sumut Teken MoU, Percepatan Persertifikatan Tanah
====================================
25 Mei 2018_Gubenur Sumatera Utara (Gubsu) Dr HT Erry Nuradi MSi,
bersama Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara (Sumut)
Bambang Priyono menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU tentang
percepatan pensertifikatan tanah milik Pemerintah Provinsi Sumatera
Utara (Pemprovsu), Jumat (25/05/2018), di Aula Raja Inal Siregar, lantai
2 Kantor Gubsu, Jalan Diponogoro Medan.
MoU tersebut bertujuan untuk mempercepat pembuatan sertifikat tanah milik Pemprovsu yang tersebar di 33 kabupaten/kota, yang saat ini masih banyak yang belum memiliki bukti kepemilikan. "Sesuai dengan prinsip umum pengamanan barang milik daerah berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, bahwa pengelolaan barang, pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang wajib melakukan pengamanan barang milik daerah yang berada dalam penguasaanya, meliputi pengamanan fisik, administrasi dan hukum," ujar Erry Nuradi.
Gubsu menambahkan, sesuai dengan surat Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1855/15.1/IV/2016 tanggal 22 April 2016 tentang petunjuk pelaksanaan pendaftaran tanah instansi Pemerintah, dalam rangka memberikan kemudahan dan percepatan dalam pengurusan hak dan penyelesaian sertifikat tanah pemerintah.
Berkenaan dengan hal tersebut dalam kesempatan ini Pemprovsu bersama BPN Sumut berkeinginan untuk membangun kesepahaman dan saling pengertian untuk kerja sama dalam rangka upaya percepatan pengurusan dan penerbitan sertifikat tanah milik Pemprovsu. "Kesepahaman itu, hari ini kita wujudkan dalam bentuk penandatanganan MoU," ujar Erry.
Gubsu juga memerintahkan kepada seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemprovsu, selaku pengguna barang milik daerah untuk memberikan perhatian yang serius mengurus penerbitan sertifikat tanah sesuai dengan ketentuan dan peraturan. Serta mengusulkan anggaran pensertifikatan tanah yang ada di masing masing OPD. Turut hadir dalam acara itu, Kepala BPN Sumut Bambang Priyono, Plt Sekda Provsu Ibnu S Hutomo, dan para Kepala OPD Pemprovsu.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Plt Bupati Deliserdang Ziarah ke Makam Pahlawan
===================================
21 Mei 2018_Pemerintah Kabupaten Deliserdang Upacara Peringatan Hari
Kebangkitan Nasional ke 110, di Lapangan Alun-alun Pemkab, Senin
(21/05/2018), yang berthemakan “Pembangunan Sumber Daya Manusia
memperkuat pondasi kebangkita Nasional Indonesia di era Digital”.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 110 ini juga dirangkaikan dengan berziarah serta menabur bunga di makam pahlawan yang berada di Kota Lubuk Pakam. Bertindak sebagai Irup Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars, Danup Lettu Inf Ismail dari Brigif 7 RR, dihadiri Plt Ketua TP PKK Ny Hj Asdiana Zainuddin dan Pimpinan Organisasi Wanita lainnya, Ketua DPRD Ricky Prandana Nasution SE, Kapolres Deli Serdang AKBP Eddi Surantha Tarigan bersama unsur FKPD lainnya, Sekdakab Darwin Zein, Staf ahli Bupati, para Asisten, Pimpinan OPD, para Camat , LVRI, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, KNPI dan pimpinan OKP lainnya, diikuti peserta upacara dari barisan TNI/Polri, Mahasiswa, Siswa SMA/SMK, SMP dan Pramuka.
Plt Bupati H Zainuddin Mars
ketika itu menyampaikan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia Rudiantara. “Ketika rakyat berinisiatif
untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai
perkumpulan, lebih dari seabad lalu, kita
nyaris tak punya apa-apa.
Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan
nyawa. namun sejarah kemudian membuktikan, bahwa semangat dan komitmen
itu saja telah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama,
kemerdekaan bangsa,” kata Menteri Kominfo.
“Bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia. Namun pada saat yang sama, tantangan yang mahakuat menghadang didepan. Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial, akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan”.
“Seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa – bangsa lain, meski belum sepenuhnya sempurna, rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Keringat dan darah pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan”.
“Kalau sekarang bangsa ini punya hampir segala yang dibutuhkan, seharusnya kita terinspirasi bahwa dengan kondisi embrio bangsa seabad lalu yang berada dalam rundungan kepapaan pun, kita telah mampu menghasilkan energi yang dahsyat untuk membawa kepada kejayaan. apalagi kini, ketika kita jauh lebih siap, tak berkekurangan dalam sumber daya alam dan sumber daya manusia”.
“Bung Karno juga
menggambarkan persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi, jika tidak
diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak
berguna dan
mudah dipatahkan. tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat
menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah
terikat”.
“Gambaran tersebut aktual sekali pada masa sekarang ini, kita merasakan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan
ikatan sapu lidi kita. Kita disuguhi hasutan-hasutan yang membuat kita
bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun
menyatukan segala perbedaan tersebut”.
DPRD Sumut Usulkan Guru Terima Tunjangan Tambahan Penghasilan
=====================================
Bhineka Sumut_02/05_Para Guru di tingkat pendidikan SMA/SMK Sederajat yang berada di bawah pengelolaan Pemprovsu diajukan agar dapat menerima tunjangan. Saat ini, guru tidak masuk dalam penerima tunjangan apapun selain tunjangan profesi bagi guru yang bersertifikasi. Guru yang belum bersertifikasi diupayakan dapat menerima tunjangan tambahan penghasilan (TPP). Demikian ujar anggota Komisi A DPRD Sumut, Ikrimah Hamidy, dalam RDP dengan BKD dan Kesbangpol di Medan, Rabu (02/05/2018).
Dalam rapat tersebut, dibahas problema TTP bagi guru SLB yang dihapuskan karena tidak boleh menerima dua tunjangan. Sehingga saat ini semua guru tidak menerima TTP karena dianggap menerima tunjangan profesi. Namun di lapangan, tidak semua guru menerima tunjangan profesi karena sebagian guru belum bersertifikasi.
“Tunjangan itu kan untuk perbaikan kinerja. Bagaimana mau memajukan pendidikan kalau guru tidak mendapat tunjangan? Itu harus diberikan kepada semua guru, kalau guru itu nanti mendapatkan tunjangan profesi setelah bersertifikasi, TTP dapat dicabut. Toh mereka yang belum bersertifikasi juga mengajar. Gubernur deklarasikan Sumut provinsi berkarakter, tapi bagaimana bisa kalau guru tidak didukung,” kata Politisi PKS ini.
Ikrimah berharap, sebelum P-APBD diajukan, BKD harus membuat konsep mengajukan pemberian TTP kepada guru-guru yang berlum mendapatkan tunjangan profesi demi mendukung kinerja guru dalam mencerdaskan bangsa. “Guru yang belum sertifikasi karena ada kriteria yang belum mereka penuhi. Di lapangan, jam mengajar untuk mata pelajaran tertentu banyak yang tidak bisa dapat tunjangan profesi. Saat ini masih banyak yang menokoh, mencomot jam sana-sini, kalau bersih diterapkan maka banyak guru yang tidak mendapatkan tunjangan profesi,” ungkapnya. Dia pun berharap hal itu dapat dikaji betul dan BKD dapat mengundang Dinas Pendidikan Provsu untuk meminta data guru-guru yang belum mendapatkan tunjangan profesi untuk diajukan menerima TPP.
Sementara itu, Sekretaris BKD Syahrudin Lubis didampingi Hariadi Butar-butar mengatakan saran tersebut akan dipikirkan ke depan. Saat ini jumlah guru di bawah Pemprovsu mencapai puluhan ribu, jika disamakan dengan PNS, maka TTP bisa mengecil dari pagu yang disediakan. “Kami akan kaji lagi, seandainya guru harus diberikan TTP, mungkin akan kami patok berapa besarnya setiap bulan dan sama semuanya. Kami perlu kajian lagi sekarang, memang belum bisa sempurna. Tapi pelan-pelan kita perbaiki. Karena ini menyangkut hajat orang banyak, kami coba terus perbaiki Pergub ini sesuai aspirasi yang ada,” ujarnya.
Oknum Dokter RS Adam Malik Minta Duit ke Pasien Miskin
=====================================
Bhineka Sumut_01/05_Dugaan pungutan liar dan penelantaran pasien kembali terulang di RSUD H Adam Malik Medan. Keluarga pasien Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjadi korbannya.
Informasi dihimpun, Selasa (01/05/2018), hal itu diungkap seorang perempuan bernama Eti, ibu dari seorang balita berinisial GP yang merupakan pasien RS Adam Malik.
Eti merupakan warga Tanjung Pinang Kepri yang oleh instansi di sana dirujuk agar anaknya berobat ke RS Adam Malik.
Diterangkan Eti, anaknya merupakan pasien rawat jalan RS Ada Malik Medan. Sebelum menjalani rawat jalan, sudah dilakukan dua kali operasi kepada anaknya karena saluran pencernaan. Dokter yang mengoperasi GP berinisial dr EF.
"Anak saya nggak bisa buang air besar. Jadi dioperasi perutnya dibelah gitu. Terakhir operasi tahun 2017. Sampai sekarang anak saya nggak bisa buang air besar secara normal dan perut anak saya masih dibalut bekas operasi," terang Eti ditemui di kediaman sanak familinya di kawasan Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Medan Deli.
Dikatakan Eti, setiap anaknya batuk, kotoran ke luar dari dalam perut anaknya. "Saya juga bingung ini cemana. Saya sudah tiga bulan numpang di rumah famili. Jadwal operasi yang ke tiga selalu tak tentu, terakhir dibilang jadwal operasi ketiga pas awal April 2018," kata Eti.
Selama menunggu kepastian jadwal operasi, sambung Eti, anaknya dianjurkan berobat jalan. Tapi sayang, selama rawat jalan itu tak pernah ada dokter EF menangani anaknya.
"Abang bayangin lah saya dari Tanjung Mulia ini ke RS Adam Malik berapa sudah jauhnya buat berobat jalan. Tapi dokter itu gak pernah ada. Anak saya cuma diperiksa perawat terus dikasih obat," terang Eti.
Singkat cerita, Eti diminta oleh dokter EF untuk datang ke tempat praktik dokter EF di Klinik Bunda Jl SM Raja Medan.
"Saya pikir mau dikasih tau jadwal operasi, rupanya saya diminta uang lima juta. Dokter itu bilang jangan kasih tau ke BPJS soal ini. Kalau udah ada uangnya kasihkan saja ke staf saya," kata Eti menirukan ucapan dokter EF.
Eti yang luntang-lantung semakin bingung memikirkan mendapatkan uang Rp5 juta. Bahkan dirinya teringat ucapan dokter itu yang menyebut kalau uangnya tak ada maka operasi tak dapat dilakukan. "Saya bingung lah ini makanya saya ngadu ke abang," kata Eti.
Permintaan sejumlah uang kepada pasien KIS ini tentu saja menyalahi aturan. Apalagi permintaan itu dilakukan di luar RS Adam Malik tempat pasien berobat.
Terpisah, Direktur Medik RS Adam Malik, Mardianto saat dikonfirmasi selular terkesan terkejut dan buang badan. "Ah mana mungkin itu, coba kirim data nama pasiennya biar saya konfirmasi terhadap dokter yang bersangkutan. Karena inikan hari libur," jawab Mardianto.
Dilayangkan data pasien melalui pesan whatsapp, Mardianto berjanji menindaklanjuti dan memberikan informasi keesokan harinya. "Terimakasih, saya akan tindaklanjuti, terimakasih infonya," pungkas Mardianto.
Sindikat Perampok dengan Modus Pecah Kaca Mobil Diringkus Polisi di Jalan Gatsu Medan, Satu Pelaku Ditembak
=====================================
Bhineka Sumut_28/04_Sindikat perampok dengan modus memecahkan kaca mobil korbannya di Medan diringkus Polsek Medan Baru. Satu dari empat pelaku yang ditangkap kawasan Jalan Gatot Subroto Medan itu terpaksa ditembak polisi.
"Pelaku yang ditembak itu berinsial DD warga Jalan PWS yang sudah melakukan berulang kali pecahkan mobil di Medan," ungkap Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing kepada wartawan di Mapolsek Medan Baru, Sabtu (28/4/2018).
Martuasah menjelaskan, para pelaku melakukan aksi kejahatannya dengan mengambil baut busi sepeda motor dicampur dengan air liur lalu melemparkan kaca mobil milik para korban. Setelah berhasil merusak kaca mobil, pelaku pun membawa kabur harta benda korbannya. Kapolsek mengakui, para pelaku yang telah dijebloskan ke penjara ini sangat meresahkan masyarakat Medan. "Petugas Polsek Medan baru terpaksa melakukan tindakan tegas dengan cara melumpukan para pelaku," terang Martuasah.
Mantan Kapolsek Medan Baru ini menambahkan, kepada masyarakat yang telah menjadi korban pecah mobil bisa mendatangi Polsek Medan Baru. "Penyakit masyarakat ini harus diberikan efek jera sehingga tidak melakukan perbuatan melanggar hukum lagi," jelasnya.
Martuasah menambahkan, saat ini pihaknya masih memburu para pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.Dirinya juga tak akan segan untuk melakukan tindakan tegas dan menyikat habis para pelaku kejahatan yang sudah meresahkan warga Medan."Kita sikat habis para pelaku yang merusak suasana kondusif di Kota Medan," pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Deli Serdang ini seraya menambahkan dari para pelaku itu, pihaknya mengamankan barang bukti satu unit mobil sedan milik pelaku, satu unit sepeda motor dan satu buah baut.
Ribuan Buruh di Sumut Siap Turun ke Jalan di Peringatan May Day
=====================================
Bhineka Sumut_26/04_Ribuan buruh bakal turun di jalan dalam memeringati May Day atau Hari Buruh pada 1 Mei mendatang.Salah satunya dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara (Sumut). Mereka berencana akan menggelar aksi di Kantor Gubernur dan Bundaran Majestik.
Willy Agus Utomo selaku Ketua FSPMI Sumut kepada wartawan, Kamis (26/04/2018) mengungkapkan, dalam aksi nanti salah satu poin penting yang bakal disampikan adalah penolakan Peraturan Presiden (Perpers) No.20 Tahun 2018 Tentang Tenaga Kerja Asing (TKA).
Untuk massa aksi yang akan diturunkan, sebut Willy, berasal dari Medan, Deli Serdang, Serdangbedagai (Sergai), Tebingtinggi dan Batubara. "Jumlahnya kurang lebih 2.000 orang. Tuntutan aksi nanti kita mengusung Tri Tura Plus (Tiga Tuntutan Rakayat dan Buruh), pertama turunkan harga beras, sembako, listrik, BBM dan bangun ketahanan pangan serta ketersediaan energi. Kedua, menolak upah murah, Cabut PP 78 Tahun 2015 dan Jadikan KHL 84 dan ketiga tolak TKA Unskill Worker, Cabut Perpres 20 Tahun 2018 Tentang Tenaga Kerja Asing plus hapus outsourcing serta pilih presiden pro buruh," papar Willy.
Lebih rinci Willy menyebutkan, TKA yang masuk adalah pekerja unskill atau pekerja kasar. Kalau hanya pekerja kasar, di Indonesia masih sangat banyak buruh yang bisa melakukan pekerjaan tersebut, dengan demikian peluang kerja buruh lokal semakin tertutup di tengah-tengah penggaguran yang terus meningkat tiap tahun di Indonesia," kata Willy kepada wartawan, Kamis (26/04/2018).
Kedua, lanjut Willy, pihaknya menilai pemerintah tidak bertangung jawab dan tidak melaksanakan konstitusi UUD tahun 1945 Tentang Penghidupan dan Pekerjaan yang layak bagi warga negara Indonesia."Selain itu, jelas perpres TKA ini bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan yang jelas mengatur tenaga kerja asing tidak boleh masuk bekerja selain tenaga kerja yang memiliki kehalian khusus," tegasnya.
Ketiga, sambung Willy, pemerintah telah melakukan diskriminasi terhadap buruhnya sendiri."Bayangkan saja, sejak kepemimpinan presiden Jokowi kaum buruh terus di kebiri haknya. Banyak peraturan atau paket kebijakan yang dibuat Jokowi terus menguntungakan pengusaha (kapitalis) dan investor, salah terbitnya satunya PP 78 Tahun 2015 Tentang Upah. Di mana upah buruh saat ini ditekan pemerintah agar terus murah.Kami tidak anti investor masuk, tapi perhatikan juga kesejahteraan kaum buruh dalam menghidupi buruh dan keluarganya," tukasnya.
Keempat, sambungnya, kehadiran buruh kasar, khususnya dari Tiongkok akan membuat gaduh negeri ini jika dibiarkan bebas. Para buruh akan menjadi saling "mangsa" dalam melakukan aktivitas pekerjaan, karena minimnya lapangan pekerjaan. Bisa saja hubungan industrial yang selama ini baik di perusahaan bisa menuai konflik antar tenaga kerja lokal dan tenaga kerja asing.
"Karena kita tahu karakter buruh Tiongkok keras dan kerap menimbulkan keributan. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka kami dengan tegas menolak kehadiran buruh kasar asing, pemerintah harusnya justru memikirkan pekerja lokal yang masih berebut dalam mencari lapangan pekerjaan, belum lagi pekerja aktif (Formal) masih dihantui PHK massal karena adanya sistem kerja kontrak/outsourcing dan upah murah," pungkasnya.
Dituding Tak Netral, Ratusan Mahasiswa di Sumut Minta Kapoldasu Dicopot
=====================================
Bhineka Sumut_25/04_Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Utara (Sumut) mendatangi gedung DPRD Sumut, Rabu (25/4/2018).Mereka meminta agar DPRD Sumut mengeluarkan rekomendasi kepada Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian untuk mencopot Irjen Pol Paulus Waterpauw sebagai Kapolda Sumut (Kapoldasu).
Abdul Razak, salah seorang presidium mahasiswa menjelaskan sejumlah alasan tuntutan pencopotan Kapoldasu. Alasan utamanya yakni netralitas Poldasu pada perhelatan Pilgubsu 2018."Kami memiliki video Kapolda Sumut diduga mengintervensi kepala daerah untuk diarahkan ke salah satu paslon Pilgubsu. Kami mengecam ini karena kepolisian, TNI dan ASN harus netral," kata Razak.
Seorang Presidium lainnya, Wildan Ansor juga menyinggung kasus JR Saragih yang sedang ditangani Poldasu."Kasusnya terkesan berhenti setelah JR Saragih menyatakan dukungan ke Cagub-Cawagubsu Djarot-Sihar. Apakabar dengan kasus JR. Polda Sumut harus profesional dalam penuntasan kasus ini," kata Wildan.
Atas dasar itu, mahasiswa mendesak DPRD Sumut memanggil Kapoldasu yang dianggap tidak netral di Pilgub Sumut."DPRD Sumut harus mengeluarkan rekomendasi ke POLRI agar Kapoldasu lrjen Pol Paulus Waterpau dicopot dari jabatannya," kata Razak.
Razak menambahkan, jika intervensi masih berlanjut, maka Presidium Mahasiswa Sumut aka melakukan aksi demonstrasi mengepung Mapolda Sumut. Aspirasi mahasiswa diterima Ketua dan Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Nezar Djoeli dan Muhri Fauzi Hafiz.Awalnya, mahasiswa yang berada di luar gedung DPRD Sumut mendesak untuk masuk. Mahasiswa meminta aparat kepolisian membuka pagar besi DPRD Sumut.Desakan itu disahuti Nezar Djoeli yang meminta agar mahasiswa tidak anarkis."Tolong kepada Bapak kepolisian agar gerbang dibuka. Saya yang jamin ini kalau chaos," kata Nezar yang juga Politisi NasDem tersebut.
Gerbang pun dibuka dan Nezar didampingi Muhri Fauzi Hafiz berdialog dengan mahasiswa.Dikatakan Muhri, dirinya segera menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Poldasu."Insha Allah sebelum puasa nanti kita sudah rapat bersama Kapolda Sumut. Aspirasi ini tentu akan kami perjuangkan bersama dengan Ketya Komisi A DPRD Sumut Bapak Nezar Djoeli," tegas Muhri.
Prajurit Kodim 0207/Simalungun Gelar Latihan Tembak
=====================================
Medan_25/04/2018_Dalam rangka meningkatkan keterampilan prajurit, khususnya dalam hal menembak senapan, Kodim 0207/Simalungun melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ringan Triwulan II TA 2018, bertempat di Lapangan Tembak Eks Kodim, Jalan Asahan Kabupaten Simalungun, Selasa (24/04/2018).
Diawali dengan pengecekan personel dan pemberian arahan oleh komandan Latihan, prajurit dibekali materi tentang mekanisme dan prosedur selama kegiatan berlangsung. "Laksanakan latihan dengan baik, serius sehingga latihan ini dapat hasil yang maksimal," jelas Dandim 0207/Simalungun.
Adapun senjata yang digunakan Senjata M-16 dengan munisi tiap-tiap perorangan sebanyak 3 butir untuk koreksi dan 20 butiruntuk tembakan penilaian dengan mengunakan 2 sikap (sikap duduk dan sikap tiarap) dan mengunakan 10 lajur.
Selama pelaksanaan latihan menembak, prajurit yang menembak diawasi secara ketat oleh Pimbak dan Pengawas Lajur. "Apabila ada senjata yang mengalami gangguan, prajurit yang melaksanakan menembak dilarang mengutak-atik senjata. Langsung ditangani oleh prajurit Denpal," pungkasnya.
Optimis Sumut-Aceh jadi Tuan Rumah PON, Edy Rahmayadi Janji Bangun Stadion Utama
=====================================
Medan_24/04/2018_Sesuai rencana, hari ini, Selasa (24/04/2018) penetapan daerah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 akan diumumkan. Provinsi Sumatera Utara dan Aceh berduet untuk menjadi Tuan Rumah event olahraga terbesar di Indonesia itu. Hal ini tak luput dari perhatian Edy Rahmayadi yang juga tokoh olahraga nasional asal Sumatera Utara. "Saya optimis dengan berjuangnya Sumut-Aceh dalam upaya mendapatkan hak tuan rumah penyelenggaraan PON 2024, prestasi olahraga Sumut akan semakin baik," kata Edy kepada wartawan, Selasa (24/04/2018).
Calon Gubernur Sumut 2018-2024 ini menyebutkan, Sumut sudah seharusnya mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah. Apalagi, baru kali ini diperbolehkan dua provinsi menjadi satu untuk menyelenggarakan PON sebagai tuan rumah bersama. Sumut hanya sekali menjadi tuan rumah PON, yakni pada 1953. "Sudah lebih setengah abad, 65 tahun lalu. Peluang ini harus kita doakan dan dukung bersama oleh masyarakat Sumut. Kita pasti bisa, harus percaya diri," ujar Edy yang juga Ketua Umum PSSI ini.
Edy menegaskan, sebagai provinsi terbesar keempat di Indonesia, sangat wajar Sumut masuk lima besar di PON. Prestasi yang selama ini kata dia harus dioptimalkan lagi. "Prestasi kita, memang perlu diangkat. Ini butuh pembinaan lebih serius lagi dari Provinsi Sumut di masa depan," katanya.
Edy pun menegaskan, jika dia terpilih menjadi Gubernur Sumatera Utara 2018 - 2023, dia berkomitmen untuk membangun sarana dan prasarana olahraga sesuai denga kebutuhan. "Paling dekat dan penting direaliaasikan adalah pembangunan stadion utama. Pemerintah sudah menyiapkan lahan di daerah Kualanamu, 100 ha untuk sport centre. Di sana, direncanakan dibangun stadion utama yang setara minimal sama dengan Stadion Utama Gedebage Jawa Barat," katanya.
Lantas bagaimana soal anggarannya? Menurut Edy untuk PON 2024, pemerintahan provinsi Sumut sudah meletakkannya dalam RPJMP dan RPJMD. Artinya, proyeksi anggaran sudah ada. "Tinggal bagaimana mana Gubernur baru nanti konsisten menampungnya selama 4 tahun sejumlah total Rp3,3 triliun. Saya akan siapkan, jika warga Sumut berkenan. Yakinlah, saya kembali ke sini untuk membangun Sumut yang kita cintai dan banggakan ini," tegas Edy.
Sementara, terpisah, Ketua Umum KONI Sumut, Jhon Ismadi Lubis, menyebut Sumut mengaku telah menyiapkan segala sesuatunya untuk menjadi tuan rumah, termasuk sarana dan prasarana olahraga. Khusus Sumut sejauh ini menurutnya persiapan infrastruktur yang telah siap sebesar 69 persen. "Kami optimis Sumut-Aceh terpilih. Kami sudah lihat presentasi Bali-NTB dan Kalimantan Selatan yang juga ikut bidding. Tapi Sumut-Aceh lebih baik," tukasnya.
Wakapolres Labuhanbatu Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal
=====================================
Medan_22/04/2018_Setelah dilakukan pencarian sejak sore kemarin dan pagi hari, Wakapolres Labuhanbatu, Kompol Andi Chandra SIK SH MH berhasil ditemukan, Minggu (22/04/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kompol Andi Chandra ditemukan dalam keadaan meninggal dunia karena tenggelam. "Wakapolres Labuhan Batu Kompol Andi Chandra telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Rina Sari Ginting.
Rina menjelaskan, penemuan itu berhasil dilakukan, setelah tim melanjutkan pencarian disekitar lokasi kecelakaan di Sungai Berombang pada pukul 07.30 WIB.
Pencarian itu kata Rina dipimpin langsung Kapolres Labuhan Batu AKBP Frido Situmorang, dengan tim gabungan jajaran Personil Polres Labuhanbatu, BPBD Kabupaten Labuhanbatu, TNI beserta warga nelayan setempat.
"Kompol Andi Chandra berhasil ditemukan oleh tim tidak jauh dari lokasi karamnya speed boad Pol Airud Polres Labuhanbatu yang di tumpangi Kapolres Labuhanbatu beserta PJU pada Sabtu (21/04/2018) kemarin di perairan Desa Sei Lumut Kecamatan Panai Tengah, Labuhan Batu," jelas Rina.
Sebelumnya Rina menceritakan, peristiwa itu terjadi rombongan Kapolres Labuhanbatu baru selesai menghadiri acara di Berombang, dan akan kembali menuju Sarang Elang. Namun, baru sekitar 10 menit berjalan, spead boad Polair yang digunakan diperkirakan menabrak tunggul kayu dan mengalami kebocoran, sehingga tenggelam.
Adapun lanjut Rina, seluruh ABK dan penumpang berjumlah 7 orang personel Polri, termasuk didalamnya Kapolres Labuhanbatu dan Wakapolres Labuhanbatu. Akan tetapi, pada awal kejadian hanya 6 personel yang berhasil diselamatkan termasuk Kapolres Labuhanbatu, sedangkan Wakapolres Labuhanbatu sempat hilang hingga akhirnya ditemukan telah meninggal.
Satpol PP Kembali Bongkar Reklame Liar di Simpang Jalan Sutomo Medan
=====================================
Medan_20/04/2018_Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan kembali membongkar reklame liar, Jumat (20/04/2018). Kali ini reklame yang berlokasi di Jalan MT Haryono persimpangan Jalan Sutomo yang ditertibkan.
Satu unit alat berat jenis craine harus dikerahkan untuk mempermudah aksi pembongkaran reklame yang berada persis diatas pos polisi. "Reklame ini sudah diperingati agar membongkar sendiri, tapi tidak dilakukan, makanya kami tertibkan sendiri," kata Kepala Bidang Penegakan dan Perundang-undangan Daerah (P2D) Satpol PP Medan, Indra Siregar di lokasi penertiban.
Indra menegaskan bahwa pihaknya sudah memperingati seluruh pengusaha reklame agar membongkar sendiri reklame yang tidak lagi memiliki izin.Selain itu, dia juga menghimbau agar pengusaha reklame tidak lagi mendirikan reklame baru, apabila himbauan tersebut tidak dilakukan, maka pihaknya akan turun melakukan pembongkaran."Kalau ada izin pendirian reklame baru silahkan, kalau tidak jangan macam-macam, akan kami tertibkan," tegasnya.
Indra menyebut penertiban kali ini merupakan langkah awal. Sebab, penertiban lainnya akan segera dilakukan."Bukan hanya milik Sumo Advertising ini saja yang akan kami tertibkan. Tapi, semua yang tidak memiliki izin. Termasuk di zona terlarang," pungkasnya.
Pelaku Tabrak Lari di Simpang Pelangi Ditangkap Polisi
=====================================
Medan_25/02/2018_Pelaku tabrak lari, Legiman Sibarani (35 tahun) warga Jalan Gatot Subroto, Gang Puskesmas, Medan Sunggal berhasil ditangkap polisi, Minggu (25/02/2018).
Sebelumnya, pria yang berprofesi sebagai sopir angkutan kota (angkot) ini kabur, setelah menabrak korban, Konsesia Simbolon (19), warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Mekar, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun.
Peristiwa
kecelakaan lalulintas (lakalantas) itu terjadi, Rabu (21/02/2018) malam,
pukul 19.30 WIB di Jalan SM Raja Simpang Pelangi, Medan. Malam itu,
Legiman yang mengemudikan angkot 64 BK 1054 GR datang dari arah Pajak
Simpang Limun menuju Jalan SM Raja. Ketika berada di Jalan SM Raja
Simpang Pelangi, tepatnya di depan Mc Donald, mobil angkot yang
dikemudikan Legiman menabrak korban yang sedang berjalan kaki
menyeberang jalan dari depan puskesmas ke depan Mc Donald.
Korban terpelanting ke aspal.
Akibatnya, bagian belakang kepala sebelah kiri korban koyak, wajah sebelah kanan lecet, punggung sebelah kiri lecet, tangan kanan dan kiri lecet, jari-jari kaki kanan dan kiri lecet. "Lalu korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Ridos di Jalan Menteng VII oleh pelaku (Legiman Sibarani). Namun, setelah berada di RS Ridos, sopir angkot melarikan diri. Selanjutnya korban dirujuk ke RS Murni Teguh," kata Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Hermindo Tobing kepada wartawan, Minggu (25/02/2018).
Dari situ, sambung mantan Kasat Reskrim Polres Deli Serdang ini, Sabtu (24/02/2018), sekira pukul 18.30 wib, personil Unit Lantas dibantu personil Reskrim Polsek Medan Kota, berupaya menangkap pelaku. "Sekira pukul 21.00 WIB, Kanit Lantas Iptu Aritonang beserta satu anggota Bripka Victor Sagala melakukan penyisiran untuk mencari mobil angkot 64 BK 1054 GR ke Terminal Amplas. Lanjut mendatangi pool atau tempat mangkal angkot 64, mulai dari Amplas dan Jalan SM Raja sampai ke Terminal Pinang Baris, Jalan TB Simatupang, Sunggal. Namun belum ditemukan," bebernya.
Minggu (25/02/2018) dini hari, petugas lanjut melakukan pengejaran. Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas berhasil mengamankan angkot tersebut di Jalan Brigjen Katamso Simpang Jalan Juanda. "Saat melintas dan kita hentikan, namun pengemudi bukan tersangka melainkan atas nama Rambe. Setelah kita amankan, anggota bersama Rambe berangkat ke Pinang Baris untuk mengejar tersangka. Namun setelah dilakukan pencarian tidak ditemukan," terangnya lagi.
Petugas tak patah arang. Pencarian terus dilakukan, dengan mencari alamat pemilik angkot, Sangkot Pasaribu di Jalan TB Simatupang, Pinang Baris. Setelah bertemu, kepada polisi Sangkot Pasaribu menyebutkan akan membantu mencari tersangka.
Selanjutnya, petugas melakukan pengintaian di Simpang Jalan TB Simatupang Simpang, Pinang Baris, menelusuri line angkot 64 menuju Amplas. "Pada saat melintas di Jalan SM Raja, tersangka terlihat membawa angkot 64 yang lain dan kita lakukan pengejaran. Tepat di Jalan SM Raja Simpang Alfalah, tersangka berhasil diringkus sekira pukul 13.00 WIB," katanya.
Lakukan Pungli Terhadap Mobil yang Melintas, Suprapto dan Damanik Diamankan Polsek Perdagangan
=====================================
Medan_26/12/2017_Unit Reskrim Polsek Perdagangan mengamankan dua orang yang diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli), Selasa (26/12/2017).
Kedua warga yang diamankan adalah Suprapto (51), warga Perdagangan Sebrang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun dan Rangga Damanik (20), warga Huta II Nagori Sidotani. Keduanya diamankan dari Jalan Perlanaan-Lima Puluh tepatnya di depan SPBU Perlanaan dengan barang bukti uang tunai Rp 6 ribu.
Manurut Kapolsek Perdagangan AKP Daniel A Tambunan SH SIK, kedua pelaku diamankan saat petugas sedang melintas di Jalan Perlanaan-Lima Puluh tepatnya di depan SPBU Perlanaan, Kabupaten Simalungun.
"Kedua laki-laki tersebut sedang melakukan pengutipan uang kepada mobil yang melintas dan ditemukan uang di saku celana yang diakui uang hasil pungli.Kemudian kedua pelaku membuat Surat Pernyataan agar tidak kembali mengulangi perbuatannya dan dikembalikan kepada keluarganya," jelas AKP Daniel.
Wagub Sumut: Wartawan Fungsi Kontrol Terdekat Bagi Pejabat Negara
=====================================
Bhineka Sumut_Wakil Gubernur Sumatera Utara Dr Hj Nurhajizah Marpaung
mengatakan wartawan tidak hanya sebagai mitra pemerintah juga sebagai
sosial kontrol kinerja para pemangku jabatan. Hal itu dikatakannya pada
Perayaan Natal Keluarga Besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut,
di Hotel Danau Toba Medan
Sabtu (16/12/2017).
Hadir pada acara tersebut tokoh masyarakat dan juga mantan Sekdaprovsu RE Nainggolan, Kapoldasu Paulus Waterpau, anggota DPRD Kota Medan sekaligus penasehat acara Perayaan Natal PWI Anton Penggabean, Ketua Panitia Beni Pasaribu serta keluarga besar PWI Sumut yang merayakan natal.
Wagubsu menjelaskan bahwa wartawan sangat penting bagi kegiatan /penyelenggaraan pemerintah. "Bukan KPK atau lainnya, tetapi wartawan dengan cepatnya bisa mengunggapkan setiap kegiatan yang dilakukan pejabat negara, dimana pun pejabat itu keberadaannya," ujarnya
Untuk itu kata Wagubsu dalam perayaan natal tahun ini beliau mengajak para wartawan yang tergabung pada PWI kedepannya untuk lebih memperhatikan kinerja para Pejabat di daerah ini.
Tak hanya itu Wagubsu juga kagum dengan peran lainnya dari wartawan tersebut, pasalnya disamping sebagai mitra pemerintah juga perhatiannya pada masyarakat tidak bisa dianggap sebelah mata, sebab mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial bersama steakeholders di Sumut.
"Dalam sukacita perayaan natal berbagai kegiatan sosial telah dilakukan oleh anggota PWI Sumut, ini bukti mereka juga perduli pada kehidupan masyarakat kurang mampu," paparnya.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Panitia Perayaan Natal PWI Sumut Benny Pasaribu bahwa menjelang Natal , mereka melakukan kegiatan sosial diantaranya memberi bantuan kepada penyandang disabilitas, dan kegiatan lainnya.
"Kegiatan tersebut sebagai wujud rasa suka cita bagi kami umat kristiani yang menyebar kasih kepada sesama," katanya.
Untuk perayaan Natal ini Benny mengajak umat kristen (keluarga besar PWI Sumut) tak hanya sebagai memperingati kelahiran Yesus Kristus juga merupakan kasih karunia Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kalahkan Wakil Malaysia, Binjai United Dipastikan Lolos Babak 8 Besar
=====================================
Bhineka Sumut_Sukses mengalahkan Armada Belia dengan skor 3-0 di Stadion SMK Syed Abu Bakar, Kedah Baling (Malaysia), Sabtu (16/12/2017), Binjai United (Indonesia), dipastikan lolos ke babak 8 besar kompetisi Karnaval Sepak Bola Liga Juara Remaja U 16 Baling Kedah 2017.
Saat ini Binjai United masih memuncaki Grup B babak 16-besar dengan perolehan 6 poin, setelah sebelumnya mengalahkan TMBG Kilat (Selangor) dengan skor 0-1 lewat gol Figo Armansyah yang juga kapten tim.
Sedangkan di laga kedua, 3 gol Binjai United dicetak Alfin 2 gol dan Reza 1 gol. Dengan sisa satu pertandingan melawan SMK Klantan, Binjai United dipastikan lolos ke babak 8 besar. Poin sementar di Grup B, Binjai United dipuncak klasmen dengan 6 poin, Armada 3 poin, TMBG 3 poin, dan SMK Klantan 0.
"Saat ini target kita bisa masuk ke semi final, kondisi fisik anak-anak masih stabil. Tim kita butuh saru poin untuk lolos ke delapan besar. Dan kita tidak menerapkan formasi bertahan, masih bermain dengan formasi biasa 3-1-4-1-1," ujar Amran selaku pelatih didampingi Ajuan Lubis Asistten pelatih.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukadamai Selesaikan Masalah Pelemparan Sekolah SMA 2 Medan
=====================================
Bhineka Sumut_Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukadamai Medan Aipda Ayatullah SH melaksanakan mediasi terkait pelemparan sekolah SMA 2 Medan, di aula Polsek Medan Baru, Kamis (14/12/2017).
Kegiatan mediasi ini dilaksanakan untuk menyelesaikan tentang permasalahan pelemparan sekolah SMA 2 Medan yang dihadiri Kordinator Kesiswaan SMA 2 Medan Manasar Manurung dan Pembina Osisi SMKN 4 Medan Abdi Saragih dan orang tua siswa.
Setelah dilakukan mediasi, maka timbul kesepakatan bahwa diselesaikan secara kekeluargaan dan membuat surat pernyataan maka tidak ada lagi permasalahan di kemudian hari.
Akibat peristowa pelemparan ini, pelajar yang telah diamankan di Polsek Medan Baru sebanyak 14 orang dan diamankan Juga sepeda motor 7 unit.
Kapolsek Medan Baru Kompol Viktor Ziliwu SIK SH MH, mengatakan, kegiatan mediasi ini dilaksanakan agar tidak ada lagi terjadi tawuran. "Kepada pihak sekolah dan orang tua siswa agar melakukan pembinaan yang intensif kepada siswa/anak-anaknya agar mereka bisa melaksanakan giat-giat yang positif," ujarnya.
Atribut Bernuansa Politik Rugikan Balon Perseorangan
=====================================
Bhineka Sumut_Para pengendara dan warga yang melintasi Jalan Umum Beringin-Lubuk Pakam, Desa Emplasemen Kualanamu, Kecamatan Beringin pada Kamis (14/12/2017) dihebohkan dengan adanya spanduk bernuansa politik.
Spanduk itu bertuliskan “Mari Sukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang Tahun 2018 (27 Juni 2018) Hati-Hati KTP Saudara Disalah Gunakan Untuk Dukungan Pasangan Calon Perseorangan”.
Para pengendara pun dibuat bingung dengan adanya spanduk ini. "Bernuansa politik kali isi spanduknya. Apalagi setau saya KPU Kabupaten Deliserdang baru menyelesaikan verifikasi administrasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang dari jalur perseorangan (independen). Kalau seperti ini masyarakatkan jadi bingung," ujar Yoto pengendara sepeda motor.
Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Deliserdang, Asman Siagian yang dikonfirmasi terkait hal ini menegaskan pihaknya akan menelusuri siapa yang memasang spanduk tersebut. "Kita akan menelusuri siapa yang memasang spanduk tersebut dan mengecek kebenarannya," tegasnya.
Menurut Asman, pihaknya juga mendapatkan laporan adanya spanduk yang isinya tidak jauh berbeda di Kecamatan Percut Sei Tuan. "Kalau yang di Percut Sei Tuan yang memasang bukan Panwas Kecamatan Percut Sei Tuan," terangnya.
Lanjut Asman, pihaknya masih memusyawarahkan apakah akan membawa ke jalur hukum atau tidak terkait pemasangan spanduk tersebut. "Belum sampai ke tahap proses hukum, kita akan telusuri dulu baru diputuskan apakah menempuh jalur hukum atau tidak," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Perindo Deli Serdang Sofyan Nasution SE yang juga calon Bupati Deliserdang berpasangan dengan Hj Jamilah SH yang dimintai tanggapannya terkait adanya spanduk tersebut mengatakan spanduk tersebut bernuansa kampanye hitam (black campaign).
Tidak hanya itu, lanjut Sofyan, dengan adanya spanduk tersebut pihaknya merasa terzolimi. "Kami kecewa dengan pemasangan spanduk tersebut, kami merasa terzolimi. Kami yang maju dari jalur perseorangan (independen) bukan penjahat," tegasnya.
Meskipun merasa terzolimi, namun menurut Sofyan Nasution pihaknya tidak akan menempuh jalur hukum. "Kami memang merasa terzolimi, tapi kami tidak akan menempuh jalur hukum. Kami ikhlas menerimanya, biarkan masyarakat yang menilai," pungkasnya.
Sofyan pun menjelaskan pihaknya juga mendapat laporan dari masyarakat, spanduk yang isinya tidak jauh berbeda juga ada di Kecamatan Percut Sei Tuan. "Kalau di Percut Sei Tuan spanduknya di bawah spanduk saya," jelasnya.
Kasus Penyalahgunaan Wewenang, Poldasu Diminta Lakukan Proses Hukum kepada Gubsu
=====================================
Bhineka Sumut_Tidak ada alasan bagi Polda Sumut (Poldasu) untuk tidak memproses kasus dugaan penyalahgunaan wewenang yang dituduhkan kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Erry Nuradi atas laporan polisi No: LP/1499/XII/2017/SPKT III, tertanggal 7 Desember 2017. Penegasan itu disampaikan pengamat hukum Sumut, Bambang Santoso ketika dimintai tanggapannya oleh wartawan via seluler, Rabu (12/13/2017).
Ditegaskan advokat muda Sumut ini, bukti putusan Mahkamah Agung (MA) yang menjadi dasar laporan tersebut merupakan bukti kuat yang tak terbantahkan. "Dalam kasus ini, putusan Mahamah Agung RI itu sudah bersifat inkrah alias berkekuatan hukum tetap. Nah bila putusan MA itu tidak ditindaklanjuti oleh Gubernur (Erry Nuradi), untuk mengeluarkan surat rekomendasi kepada calon legislatif Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), maka benar sudah kuat dugaan penyalahgunaan kewenangan. Jadi tidak ada alasan laporan itu tidak diproses," tegas Bambang Santoso.
Ketika disinggung soal status Erry Nuradi selaku Kepala Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut, apakah Polda Sumut berani menindaklanjuti kasus tersebut, Bambang Santoso menegaskan persoalan hukum tidak bisa dicampur adukkan dengan masalah politik. Karena hukum bersifat independen tidak bisa diintervensi.
"Hukum itu independen. Benar, Gubernur itu adalah kepala dari Forkopimda, baik Pangdam maupun Kapolda itu berada di bawah struktur itu. Namun hukum adalah hukum yang harus ditegakkan. Tidak boleh hukum diintervensi dengan politik. Laporan itu tetap harus diproses, tinggal bagaimana nanti hasilnya, itu diserahkan ke penyidik. Sekali lagi saya tegaskan, proses penyelidikan dan penyidikan itu harus dilakukan. Putusan PTUN itu tak terbantahkan, artinya itu bukti kuat," tukas pengacara dari Kantor Hukum Bambang Santoso Law Firm & Partner ini.
Dalam kasus ini juga, Bambang Santoso menyarankan agar Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw untuk menjunjung tinggi hukum dengan memerintahkan para penyidiknya memproses kasus itu. "Maka dari itu, perlu peran Kapolda Sumut untuk menegaskan agar kasus itu diproses sesuai hukum yang berlaku. Terserah nanti hasilnya seperti apa, tapi intinya laporan yang masuk itu harus dilidik dan disidik," pungkasnya lagi.
Sebelumnya, Poldasu melalui Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan ketika dikonfirmasi wartawan, menyatakan saat ini penyidik tengah memintai keterangan para saksi. "Mengenai laporan kasus dugaan pelanggaran Pasal 421 KUHP atau 216 KUHP sesuai LP/1499/XII/2017/SPKT III, tertanggal 7 Desember 2017, kini tengah dalam tahap pengumpulan keterangan saksi," kata Nainggolan.
Lebih lanjut MP Nainggolan, menambahkan setelah memeriksa para saksi, selanjutnya akan dilakukan gelar perkara, guna memastikan apakah kasus itu akan diproses atau dihentikan. "Karena itu masih dipelajari oleh pihak kepolisian, kalau nantinya layak untuk diproses tentu kasus itu akan diproses lanjut. Tapi sejauh ini sekali lagi masih dipelajari," imbuhnya.
Kasus ini sendiri bermula, dari ketidakpuasan Henrima Harahap, Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Tapanuli Selatan (Tapsel) yang terpilih menjadi anggota DPRD Tapsel pada Pemilu 2014 lalu. Namun Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tapsel kemudian mengganti Henrima dengan Mahludin Siagian, dengan alasan Henrima pernah menjalani hukuman percobaan.
Atas ketidakpuasan tersebut, Henrima sempat mengajukan gugatan di PTUN Medan, hingga keluarnya putusan MA No.311K/PTUN/2015 membatalkan Surat Keterangan (SK) yang mengangkat Mahludin sekaligus memerintahkan pengangkatan Henrima sebagai anggota DPRD Tapsel pada 4 Mei 2016. Putusan 311K itu kemudian dieksekusi PTUN Medan. Tetapi hingga tanggal surat pelaporan 5 Desember 2017, SK pengangkatan Henrima tak kunjung keluar.
Henrima menilai telah terjadi pelanggaran dalam Pasal 421 KUHP atau Pasal 216 KUHP dan dilaporkan secara resmi oleh Kuasa Hukum Henrima Harahap, Muchtar Pakpahan ke Polda Sumut, Kamis (7/12) lalu dengan klaim kerugian material senilai Rp560 juta.
Gubsu Ingatkan Dunia Usaha Peduli Penyandang Disabilitas
=====================================
Bhineka Sumut_Penyandang Disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang mempunyai kedudukan, hak, kewajiban dan peran yang sama dengan masyarakat lain. Oleh karenanya, Gubernur Sumut Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengajak semua pihak untuk mengikutsertakan para penyandang disabilitas dan bekerjasama sebagai mitra dalam setiap pembangunan sehingga terjalin hubungan kerjasama yang harmonis saling menguntungkan kedua belah pihak.
"Penyandang Disabilitas adalah saudara-saudara kita juga. Banyak diantara mereka mempunyai kompetensi serta kemampuan handal dalam dunia pendidikan dan skill teknologi yang memerlukan perhatian dan keperdulian dari semua pihak,” ujar Erry Nuradi saat peringatan Hari Disabilitas Internasional di Halaman Kantor Gubsu Jalan P Diponegoro Medan Rabu (13/12/2017).
Dikatakan Erry, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong dan semaksimal mungkin memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas. Salah satu wujud keperdulian Pemerintah Provsu dan dunia usaha pada peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini memberikan alat bantu diantaranya berupa kursi roda dan bantuan stimulan lainnya baiks secara perorangan maupun kelompok usaha bersama (Kube).
Gubsu juga menghimbau agar dunia usaha lebih memberikan perhatian dan keperdulian terhadap penyandang disabilitas serta membantu aksesibilitas sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Terlebih lebih menerima mereka sebagai karyawan pada perusahaan-perusahaan yang ada di Sumut dengan kompetensi keahlian dan disiplin ilmu pengetahuan yang mereka miliki. “Bantuan ini sebagi wujud kepedulian untuk meningkatkan kesejahteraan para penyandang disabilitas. Khususnya dalam meningkatkan kesejateraan sosial pada umumnya. Pada akhirnya akan mengurangi jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Sumatera Utara,” papar Erry.
Selain itu, lanjut Erry, perhatian Pemprovsu terhadap penyandang Disabilitas juga diwujudkan dengan penghargaan kepada para atlet Difabel berupa bonus karena mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama Sumatera Utara di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Jawa Barat Tahun 2016 lalu. "Tidak hanya kepada Atlet PON, POPNAS, Porwarnas, kita juga memberikan bonus kepada Atlet Paralimpik kita. Pada tahun 2016 total bonus yang kita keluarkan untuk atlet berprestasi di empat ajang tersebut mencapai Rp21 miliar. Untuk Atlet paralimpik mencapai Rp 7 miliar," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Biro Binsos dan Kemasyarakatan Sumut M Yusuf dalam mengatakan dalam rangka peringatan hari disabilitas Internasional Tahun 2017 diserahkan bantuan kepada penyandang disabilitas berupa stimulan berupa barang diantaranya Kursi Roda, Tongkat Kruk, Bantuan Alat Bantu Dengar, Tongkat Lipat Alat Bantu Tun Netra, Bantuan Tilam untuk panti pijat tuna netra dan seprai.
Selain itu, ada juga bantuan stimulan berupa uang sebesar Rp1,5 juta kepada Kube Srikandi Disabilitas Jalan Letjen Sujono, Kube Paca PPDI Sumut Jalan Teratai Raya Medan, dan Kelompok Usaha Bina Bersama Disabilitas Netra Jalan Sei Belutu Medan. "Pemberian bantuan ini merupakan perhatian dan wujud keperdulian yang sunguh-sungguh dari Pemerintah Provinsi Sumut, BUMD/BUMN, dunia usaha, organisasi sosial dan relawan sosial dan pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sumatera Utara kepada penyandang disabilitas. Dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun 2017 ini juga digelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis untuk para penyandang disabilitas yang hadir," pungkasnya.
Wantimpres Puji Prestasi Polda Sumut
=====================================
Bhineka Sumut_Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) memuji dan mengucapkan selamat atas keberhasilan Polda Sumut yang mendapatkan award dari Menpan terkait Zona Integritas dan Indeks Tata Kelola. Ucapan tersebut disampaikan saat silaturahmi Wantimpres yang diterima Wakapolda Sumut, di Mapolda Sumut, Selasa (12/12/2017).
"Suatu prestasi yang sangat luar biasa dan kriminalitas begal dan narkoba dapat teratasi," ujar Jenderal (Purn) Subagyo yang memimpin romobongan Wantimpres tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Subagyo juga menyampaikan terima kasiah atas penyambutan yang diberikan Polda Sumut. Ia mengungkapkan rasa bangga terhadap Kapolda yang pernah bertugas di Papua Barat tersebut.
KPU Deli Serdang Launching Maskot dan Jingle Pilkada Serentak 2018
=============================================
Bhineka Sumut_Komisi Pemilihan Umum (KPU) Deli Serdang melaunching maskot "Sikobatul" dan jingle "Ayo Memilih" dalam upaya sosialisasi ke masyarakat agar ikut berpartisipasi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 di Hotel Prime, Batang Kuis, Selasa (14/11/2017) malam.
Ketua KPUD Deli Serdang Timo Dahlia Daulay mengatakan kegiatan itu merupakan bagian sosialisasi untuk mengingatkan semua pihak bahwa akan ada momen politik penting di Sumut tahun 2018. Diantaranya, pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sumut dan pemilihan Bupati/Wakil Bupati Deli Serdang.
"Mari bersama mensosialisasikan kesuksesan pilkada serentak yang berlangsung 27 Juni 2018. Tantangan beratnya, tahun 2013 tingkat partisipasi pemilu 2013 Deli Serdang sangat rendah yaitu 37%. Tahun 2018, kita diberi target partisipasi pemilih harus 75%," ujar Timo.
Sambutan Bupati Deli Serdang yang diwakili Asisten III Jentralim Purba mengatakan KPUD Deli Serdang dibanding 5 tahun sebelumnya sepertinya banyak perbedaan. Dalam pembahasan dana hibah sebelumnya, sempat ada keraguan untuk apa dana sebanyak itu digunakan.
"Namun, setelah saya ikuti kegiatan KPUD Deli Serdang, ternyata baru tau penggunaan dananya kemana saja. Oleh karena itu, saya menambah keyakinan dengan Pilkada itu biasanya kurang peminat, tetapi berkat sosialisasi yang maksimal partisipasi masyarakat dalam pilkada serentak 2018 akan mencapai 75%," terang Jentralim Purba.
Pada acara itu, diumumkan juara 1 pembuat Maskot Pilkada yaitu Robert Simbolon dengan judul Sikobatul yang merupakan ilustrasi tobaco bahwa Deli Serdang dan Medan memiliki kekayaan alam dari tembakau deli. Juara 2 Yuliantoro dan jurara 3 Rinto Sustono. Sedangkan, pembuat jingle Pilkada Deli Serdang yaitu juara 1 Linda Yunita Bangun, juara 2 Fani Ardana dan juara 3 Muhamad Jauhari.
Lagi Masak Ditinggal Lihat Anak Nangis, 32 Rumah di Binjai Terbakar
===================================
Bhineka Sumut_Kebakaran menghanguskan 32 unit rumah di Jalan Suratin, Kelurahan Timbang Langkat dan Jalan Ikan Tenggiri, Lingkungan VII, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Selasa (21/11/2017) sekira pukul 12.15 Wib siang.
Dari informasi dihimpun, kebakaran diduga berasal dari rumah milik Ibu Ami (30) warga Jalan Ikan Tenggiri, Lingkungan VII yang pada saat itu sedang memasak. Namun dikarenakan anaknya menangis di teras rumah, Ami meninggalkan dapur di mana kompor dalam keadaan menyala.
Pada saat menggendong anaknya yang menangis tersebut, tiba-tiba api dengan cepatnya membakar dapur rumahnya."Kebakaran... kebakaran...," teriak Ami yang sontak mengagetkan tetangga di sebelahnya.
Dikarenakan lokasi rumah yang saling berdekatan, membuat api dengan cepat menjalar dan membakar rumah rumah yang ada di sekitarnya.Sebanyak 5 unit mobil pemadam kebakaran Pemko Binjai dan 1 unit mobil Rantis Sat Brimob Den A Binjai datang ke lokasi untuk memadamkan api dan pada pukul 13.00 wib api berhasil dipadamkan.
Berikut ini nama-nama keluarga korban kebakaran.Di Barak I, Jalan Suratin, Wagiem (66), Ngatiah (60), Winarjo (64), Bambang Tiar (36), Heriadi (50), Mingan (80), Suarpin (48), Sungun (46), Ritam (60), Zulkarnaen (38), Asrun (60), Andre (37), Fiki (28), Dasem (80) dan Kemis (71). Sedangkan di Barak II, Jalan Ikan Tenggiri. Ibu AS (55), Fina (50), Desi (28), Udin (55), Boniem (70), Nila (40), Ipan (36), Bambang (58), Nek Dedi (81), Ngadino (70), Painem (65), Legimen (62), Abdul Rahman (70), Paijan (70), Sucipto (66), Nek Yus (70) dan Irwan (48).
Dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak ada menimbulkan korban jiwa dan kerugian materil ditaksir sekitar Rp 1,5 M. Untuk sementara, Pemko Binjai akan mendirikan posko penampungan di Stadion Olahraga di Jalan Olahraga, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur.
Ke Medan, Hary Tanoesoedibjo Beri 'Suntikan' Semangat Kader Partai Perindo Sumut
=====================================Bhineka Sumut_CEO MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo (HT) berkunjung ke
Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/11/2017).Berdasarkan jadwal, Ketua Umum
(Ketum) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu mengikuti rentetan
acara di antaranya peresmian Kantor baru MNC, kuliah umum di Universitas
HKBP Nomensen.
Selain itu, HT juga menghadiri pertemuan dengan tokoh, pengusaha dan masyarakat india serta pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Partai Perindo Sumut sekaligus pelantikan organisasi sayap DPW Gerakan Rajawali Indonesia (GRIND) Sumut, DPW Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sumut dan DPW Rescue Sumut di Hotel Hermes Polonia Medan.
Ketua DPW Pemuda Perindo Sumut Hasbi Simanjuntak mengatakan, selain kegiatan di atas, Ketum Partai Perindo HT juga memberi semangat sekaligus menjalin silaturrahmi kepada kader Partai Perindo, Pemuda Perindo, dan organisasi sayap Perindo lainnya."Kehadiran Pak HT memberi suntikan semangat agar para kader sayap Partai Perindo terus bergerak, berbuat untuk masyarakat melalui program yang dipersiapkan oleh Partai untuk menjemput kemenangan Partai Perindo di Sumatera Utara Tahun 2019 mendatang," jelasnya.
Wakil Walikota Binjai Serahkan Bantuan untuk Veteran
=============================================
Bhineka Sumut Tepat pada Hari Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai memberikan bantuan kepada para veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), bertempat di markas LVRI Kota Binjai di jalan Samanhudi, Jumat (10/11/2017).
Bantuan berupa beras, gula, minyak goreng dan kain sarung diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Binjai H Timbas Tarigan SE, didampingi Kepala Dinas Sosial HT Syarifuddin dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Hamidan.
Timbas Tarigan mengatakan bantuan yang diberikan nilainya tidak seberapa, tapi ini merupakan tanda ingat dari pemerintah Kota Binjai. Sebab sebagai penerus bangsa diamanahkan untuk tetap mengingat perjuangan veteran di masa lalu.
“Bantuan ini cuma sedikit. Kalau dibandingkan dengan perjuangan veteran dimasa lalu, tidak sebanding. Tapi itulah tanda ingat," kata Timbas.
Timbas menambahkan Pemerintah Kota Binjai untuk tahun 2018 menganggarkan bantuan Rp. 200 ribu perbulan kepada setiap anggota veteran. Juga ada bantuan pakaian seragam.
Dinkes Sebut Sarana Prasarana Pelayanan Kesehatan di Sumut Mengalami Peningkatan
=====================================
Bhineka Sumut_Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan, saat ini telah terjadi peningkatan yang cukup baik pada sarana prasarana pelayanan kesehatan di Sumut. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama kepada wartawan, Minggu (12/11/2017)
Disebutkan Agustama, dari target 120 puskesmas terakreditasi di tahun 2017, hingga akhir Oktober, sudah terdapat sebanyak 109 puskesmas yang mendapatkan sertifikat itu. “Pencapaian ini cukup baik dibandingkan tahun 2016 lalu. Dimana dari target 54 puskesmas terakreditasi, hanya 20 puskesmas yang mendapatkan sertifikat,” ujarnya.
Agustama menuturkan, ada tiga komponen penting dalam pencegahan penyakit, yakni kualitas lingkungan, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta perilaku keluarga. Namun dari tiga komponen ini, ucap dia, perilaku keluarga lah yang memiliki dampak paling besar dalam pembentukan perilaku sehat individu masyarakat. “Keluarga merupakan pengalaman pertama bagi anak-anak. Pendidikan di lingkungan keluarga dapat menjamin kehidupan emosional anak untuk tumbuh kembang,” katanya.
Untuk itu, sambung Agustama, perlu membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di keluarga. Karenanya, di tahun 2017 pemerintah gencar-gencarnya mensosialisasikan program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), yaitu hidup sehat dengan berolahraga minimal 30 menit sehari, makan sehat, serta tidak merokok. “Program ini tidak hanya dijalankan Dinkes, banyak departemen yang dilibatkan dalam program yang dicanangkan langsung presiden Jokowi ini. Diharapkan kerjasama lintas sektor dan lintas program ini dapat mewujudkan masyarakat berperilaku hidup sehat dan membentuk bangsa Indonesia yang kuat,” terangnya.
Dalam mewujudkan masyarakat sehat ada 12 indikator yang harus dicapai, kata Agustama. Terkait gizi dan kesehatan ibu dan anak, ujar dia, ada lima indikator. Pertama keluarga mengikuti KB, kedua Ibu bersalin di Faskes, ketiga bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap, keempat bayi diberi ASI Eksklusif selama 6 bulan dan kelima pertumbuhan balita dipantau setiap bulannya. “Kemudian terkait pengendalian penyakit menular dan penyakit tidak menular kita terus berupaya agar penderita TB Paru berobat sesuai standar, penderita hipertensi berobat secara teratur dan penderita gangguan jiwa berat diobati dan tidak ditelantarkan,” jelasnya.
"Untuk indikator ini, Dinkes mengupayakan agar penderita TB Paru berobat sesuai standar masih menjadi kendala. Hingga kini banyak penderita TB Paru tidak patuh minum obat sesuai pengobatan. Sehingga penderita TB Paru masih banyak di Sumut," beber Agustama. Selanjutnya, terkait perilaku dan kesehatan lingkungan ada empat indikator yang diperhatikan, yakni tidak ada anggota keluarga yang merokok, keluarga menjadi peserta JKN, keluarga memiliki dan memakai air bersih serta keluarga memiliki dan memakai jamban sehat.
“Melalui pendekatan Germas ini, kita berupaya membangun kemandirian keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat melalui kegiatan promotif dan preventif. Sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dengan begitu, tercipta masyarakat yang produktif dan dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional,” tandasnya.
Danau Toba Sangat Potensi Tarik Wisatawan Asal Denmark
====================================
Bhineka Sumut_Pesona wisata dan budaya Sumatera Utara (Sumut) ternyata sangat menarik perhatian jurnalis Denmark. Bahkan keindahan alam dan kekayaan budaya di Sumut, khususnya Danau Toba diakui memiliki keunikan dan berpotensi menarik kunjungan wisatawan asal negera mereka. Hal ini dikatakan dua jurnalis asal Denmark yakni Maria Arcel dan Linda Kastrup dari media Berlingske ketika berkunjung ke Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Senin (06/11/2017).
Maria dan Linda melakukan kunjungan jurnalistik di Sumut yang berlangsung sejak tanggal 2 sampai 6 November 2017 di beberapa objek wisata di Sumut seperti Berastagi, Danau Toba dan beberapa tempat wisata di Medan. Kunjungan ini difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kopenhagen, Denmark, Singapura Airlines dan Pemerintah Provinsi Sumut dalam rangka promosi wisata Sumut di Denmark.
Staf dari KBRI di Kopenhagen, Denmark, Ismail Pulungan mengatakan, peliputan jurnalis Denmark ke Sumut ini, merupakan program Fun Trip 2017 yang digelar KBRI di Kopenhagen, Denmark. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi wisata di Indonesia agar dapat semakin dikenal oleh masyarakat Denmark dan Lituania. Kita harapkan kegiatan ini dapat menghasilkan hal positif dan masyarakat Denmark lebih mengenal Indonesia, khususnya Sumut,” ujar Ismail didampingi Maria Arcel dan Linda Kastrup.
Lebih lanjut dikatakan Ismail, jumlah kunjungan wisatawan Denmark ke Indonesia setiap tahunnya mencapai 36 ribu orang. Namun secara khusus, pihaknya memang tidak dapat memaparkan berapa persen yang berkunjung ke Sumut setiap tahun. Begitu pun, dengan potensi wisata di Sumut juga potensi wisata dan budaya yang ada di daerah lainnya di Indonesia tentunya harus dikenalkan kepada masyarakat Denmark. “Dari kunjungan inilah kita harapkan jurnalis nanti akan menulis dan mempromosikan wisata dan budaya Sumut,” terang Ismail.
Junalis Denmark dari Media Berlingske yang bertugas di Beijing, Maria Arcel mengatakan, dari kunjungan mereka ke beberapa objek wisata di Sumut dia mengaku sangat terkesan. Menurut Maria Sumut memiliki pemandangan yang indah dan objek wisata yang sangat menarik. Begitu juga ketika berada di Medan, Maria menilai sebagai kota yang majemuk karena terdiri dari berbagai ragam agama dan suku, tapi bisa harmoni dan menciptakan kondisi kota yang kondusif serta sangat ramah. Bahkan dapat menempatkan nilai-nilai modernisasi yang baik, ini menurutnya menjadi suatu hal yang unik. Ditambah lagi dengan kuliner Medan yang sangat cocok di lidah. “Selama di sini kami menemukan keramahan masyarakat Sumut, tentunya ini menjadi dampak positif bagi wisata di Sumut,” ujar Maria.
Begitu pun, Maria menyarankan ke depannya dapat ditingkatkan kepedulian pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur menuju objek wisata sehingga berwisata di Sumut dapat semakin baik. “Ini merupakan pengalaman yang indah bagi kami, makanya nanti akan kami tuangkan dalam tulisan,” terang Maria.
Sebelumnya jurnalis Denmark juga bertemu dengan Plh Sekda Kota Medan yang juga Staf Ahli Gubsu bidang Hukum dan Pemerintah, Noval Mahyar. Dalam pertemuan di kantor Gubsu, Noval mengharapkan agar jurnalis asal Denmark dapat mempromosikan wisata dan budaya Sumut secara meluas kepada masyarakat Denmark. “Kita berharap mereka dapat menuliskan khusus tentang objek wisata di Sumut dan mempromosikan wisata Sumut,” ujar Noval.
Noval mengatakan dalam pertemuan tersebut, jurnalis asal Denmark memang lebih banyak berdiskusi dan menanyakan tentang keterwakilan gender dalam pemerintahan Sumut serta terjaganya kerukunan umat beragama di Sumut. “Untuk keterwakilan gender dalam pemerintahan kita sebutkan bahwa di Pemprovsu tidak ada pembatasan perempuan untuk duduk di jabatan strategis, bahkan banyak juga pimpinan SKPD di jajaran Pemprovsu saat ini yang dipimpin oleh perempuan. Sedangkan kerukunan umat beragama di Sumut ini bisa kita jalin dengan dukungan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumut,” pungkas Noval.
Gubsu dan Ribuan Masyarakat Dengarkan Tausyiah Aa Gyim di HUT Bank Sumut
===================================
Bhineka Sumut_Seiring dengan semakin pesatnya pembangunan infrastruktur
di Sumatera Utara, tentu harus dimbangi dengan peningkatan kualitas
keimanan masyarakatnya. Oleh karenanya Gubernur Sumut Dr Ir H Tengku
Erry Nuradi MSi mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan majelis akbar
yang diisi dengan Tausyiah yang disampaikan Ustad Kondang KH Abdullah
Gymnastiar atau yang akrab di sapa Aa GYM di Lapangan Benten Medan,
Sabtu (04/11/2017).
"Kepada Ustad Aa Gym, saya kasih seulas pantun, Ikat sebatang, sebungkus mawar, simpan diatas meja dengan telaten. Selamat datang Ustad Abdullah Gymnastiar, di Sumatera Utara yang Semakin Paten,"ujar Gubsu di sambut tepuk tangan ribuan majelis taklim yang hadir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Sumu H Wagirin Arman, Dirut Bank Sumut Edie Rizliyanto berserta jajaran direksi, Ketua KADIN Sumut Ivan Batubara, Ketua PWI Sumut Hermansjah, Ketua TP PKK Provsu Evi Diana, alim ulama, majelis taklim keluarga besar Bank Sumut dan nasabah Bank Sumut.
Dikatakan Gubsu bahwa selama dua tahun terakhir ini pembangunan infrastruktur di Sumut terus meningkat. Hal ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak termasuk perhatian besar dari pemerintah pusat. Seperti halnya pembangunan jalan tol Medan-Binjai-Kualanamu-Tebingtinggi. Pasalnya sejak pembangunan Jalan Tol Belmera tahun 1987, jalan tol baru terbangun lagi pada 2017 di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selain itu lanjut Gubsu persoalan listrik selama dua tahun terakhir ini juga semakin membaik.
Prestasi yang membanggakan lanjut Gubsu juga ditunjukan oleh Bank Sumut yang kini berusia 56 tahun yang pada 2016 lalu sukses meraih keuntungan terbesar sepanjang keberadaan Bank Sumut. Oleh karenanya seiring dengan bertambah usia Bank Sumut dirinya berharap Bank Sumut semakin berkembang dan menjadi Bank Pembangunan Daerah yang terbaik di Indonesia
Sebelumnya, Dirut Bank Sumut Edie Rizliyanto menyampaikan bahwa Tausyiah bersama Aa Gym merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hut Bank Sumut yang ke-56. Selain Tausyiah kegiatan hari ini juga dirangkai dengam pemberian santunan kepada 156 anak yatim dengan total Rp28,4 juta, dompet perduli dhuafa sebesar Rp 15 juta dan khataman Alquran kepada 56 hafiz sebesar Rp28juta.
"Selain sebagai bentuk dukungan kegiatan keagamaan kegiatan Tausyiah hari ini sebagai wujud rasa syukur Bank Sumut diusianya ke-56 dengan harapan Bank Sumut dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat," ujar Edie Rizliyanto.
Sementara itu Aa Gyim dalam Tausyiahnya menyampaikan empat kunci sukses menjalani kehidupan ini di dunia dan diakhirat dan mulia di sisi Allah. Keempat kunci sukses itu adalah ikhlas, Taubat, bersyukur dan sabar.
"Jadi kalau Bapak ibu mengusai ilmu Ikhlas, taubat, bersyukur dan sabar beres hidup ini. Jadi kalau hidup kita ini sengsara berarti kita kurang Ikhlas, kurang taubat, kurang bersyukur dan kurang sabar. Kalau ini dikumpulkan berarti kurang?, kurang ajar, " canda Aa Gyim.
SMP Negeri 12 Binjai Punya Pojok Curhat
====================================
Bhineka Sumut_Ketua TP PKK Kota Binjai Lisa Andriani M Idaham meresmikan Pojok Curhat SMP Negeri 12 Binjai, di Jalan Bejomuna, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur.
Dalam kesempatan itu, Lisa mengatakan hubungan keluarga yang harmonis sangat penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang bahagia. Orangtua adalah sahabat terbaik anak dan anak harus bisa curhat kepada orangtua tentang berbagai permasalahan yang dihadapinya. Lisa menegaskan pentingnya bagi orangtua untuk memperhatikan perubahan tingkah laku anak.“Kalau anak sering melamun dan menyendiri, orangtua perlu mencari tahu permasalahan apa yang sedang dihadapi anak,“ kata Lisa.
Lisa juga mengingatkan para orangtua, terutama Ibu, agar menghindari memukul dan mengucapkan kata –kata kasar kepada anak. Sebab kata–kata Ibu adalah doa bagi anak. Selain itu orangtua hendaknya menjalin komunikasi yang baik dengan guru di sekolah.
Sementara itu, Guru BP SMPN 12 Lumian Butar–Butar menambahkan, selama ini sekolah memberikan konseling pribadi kepada siswa yang ingin menyampaikan masalahnya. Masalah yang paling banyak disampaikan siswa adalah tentang kurangnya perhatian orangtua."Dengan adanya pojok curhat diharapkan akan memperkuat sistem konseling yang sudah ada. Karena pojok curhat tidak hanya untuk siswa tapi bisa juga dimanfaatkan olah orangtua," ungkapnya.
Sidak ke SMA 1 Binjai, Gubsu Minta Sekolah Ikuti Perkembangan Teknologi Berbasis Online
=====================================
Bhineka Sumut_Dalam kunjungannya ke daerah, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr HT Erry Nuradi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Binjai, Jumat (3/11/2017). Kehadirannya pun disambut meriah ratusan siswa yang hendak pulang sekolah sehingga membuat suasana heboh.
Sidak tersebut dilakukan Gubsu dalam rangka melihat kondisi sekolah serta penerapan sistem komputerisasi berbasis online (dalam jaringan/daring). Apalagi sejak kewenangan pengelolaan SMA dialihkan dari kabupaten/kota ke Pemerintah Provinsi (Pemprov), teknologi informasi menjadi prioritas program peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Utara.
“Kita sudah masuk ke era teknologi informasi, Semua bisa diketahui dari seluruh dunia. Karena itu kami (Pemprov Sumut) akan kedepankan program berbasis online,” ujar Gubernur di hadapan guru dan siswa.
Dirinya mengingatkan bahwa penggunaan teknologi berbasis online ini mutlak harus digunakan oleh seluruh sekolah sebagai bagian dari perkembangan serta modernisasi, termasuk pelayanan dan pembelajaran yang semakin cepat dan mudah. Hal ini dapat dilihat pada jumlah sekolah dalam Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) dari tahun lalu yang baru 90 sekolah menjadi 1.500 sekolah pada 2017.
Erry pun menyebutkan beberapa keuntungan dengan menggunakan sistem UNBK, di antaranya yakni biaya jauh lebih murah karena tidak lagi harus mengadakan kertas seperti ujian tertulis. Selanjutnya kebocoran soal bisa dihempang dan pengamanan soal juga tidak begitu ketat seperti sebelumnya yang harus mengerahkan personel kepolisian untuk menjaga soal.
“Keuntungan lainnya adalah bagaimana mengenalkan sistem informasi teknologi yang ada. Agar semua siswa tidak ada lagi yang canggung (gagap teknologi/gaptek) menggunakan komputer dengan sistem online,” katanya.
Tidak hanya itu, di kesempatan itu, Gubsu juga memberikan kuis untuk beberapa siswa hingga guru. Tantangan tersebut diberikannya untuk menguji sejauh mana pengetahuan umum generasi muda khususnya di SMAN 1 Binjai, termasuk soal kewilayahan di Sumut.Gubsu bahkan menantang siswa untuk bisa menjajal kemampuan berpantun dan berpuisi sebagaimana ia sering sampaikan pada setiap kesempatan kegiatannya.
Kejari Deli Serdang Geledah Kantor Desa Sampali
=================================
Bhineka Sumut_Tim Pidana Khsusus (Pidsus) Kejaksaan Negri (Kejari) Deliserdang menggeledah Kantor Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan pada Kamis (02/11/2017). Tim yang berjumlah 7 orang ini dipimpin langsung Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Deliserdang.
Informasi diperoleh Jumat (03/11/2017), sebelumnya pihak Kejari Deliserdang mendapat informasi jika lahan eks HGU PTPN II telah dikuasai oleh pihak ketiga dengan alas surat keterangan tanah yang diduga diterbitkan oleh oknum tak bertanggungjawab. Kemudian dilakukanlah penyelidikan. Untuk melengkapi bukti autentik, pihak Kejari Deliserdang langsung melakukan penggeledahan.
Selama melakukan penggeledahan, Tim Pidsus Kejari Deliserdang dikawal ketat petugas kepolisian bersenjata lengkap. Meski pun ada penggeledahan namun hal ini tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang Asep Maryono SH membenarkan adanya penggeledahan dikantor Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan. Hal itu dilakukan karena adanya 300 berkas surat keterangan tanah (SKT) yang diterbitkan diatas lahan eks HGU PTPN II.
Lanjutnya, hingga selesai penggeledahan, pihak Kejari Deliserdang belum ada menetapkan tersangka terkait penerbitan SKT itu. Begitu juga dengan luas lahan eks HGU PTPN 2 yang sudah dikuasai pihak ketiga belum bisa disebutkan karena masih fokus dalam penyelidikan. “Benar, ada digeledah. Tapi kita belum ada menetapkan tersangkanya,” tegas Asep Maryono.
Cetak dan Edarkan Uang Palsu, Pensiunan PNS Pemkab Simalungan Diamankan Polisi
===================================
Bhineka Sumut_Pensiun dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Risma (58), ternyata alih profesi. Warga Nagori Manik Hataran, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun ini nekat menjadi pembuat sekaligus pengedar uang palsu kecil-kecilan di kawasan Siantar dan Simalungun.
Selalu memilih korban masyarakat golongan ekonomi pas-pasan, kedok Risma akhirnya terungkap, Rabu (1/11/2017) kemarin. Alhasil, pensiunan perempuan PNS Pemkab Simalungun ini pun terpaksa berurusan dengan kepolisian.
Dilansir dari laman resmi tribratanews.sumut.polri.go.id, Kamis (02/11/2017), peristiwa tertangkapnya Risma berawal ketika dia menumpang bus Angkutan Pedesaan (Angdes) Pepabri, jurusan Tiga Dolok-Pematangsiantar, yang dikemudikan oleh Bancer (44), warga Mallopot Lumban Gorat, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Saat menumpang angdes tersebut dari Sampuran, Risma kemudian meminta diturunkan di Jalan SiantarParapat atau yang lebih dikenal dengan nama Simpang Dua, Siantar Marihat.
Setelah turun, Risma membayarkan ongkosnya dengan memberikan selembar uang pecahan Rp50 ribu. Bancer sang sopir yang tak merasa curiga, kemudian mengembalikan Rp47 ribu kepada Risma, karena tarif ongkos memang cuma Rp3000. Selanjutnya, Bancer pun meneruskan perjalanan bersama para penumpang yang masih berada di dalam Angdes yang dikemudikannya. Namun, baru beberapa meter menginjak pedal gas, tiba-tiba salah seorang penumpang menegur Bancer, dan menyarankan agar dia kembali memperhatikan uang yang dibayarkan oleh Risma.
Mendengar saran tersebut, Bancer pun segera menghentikan mini bus dan memeriksa uang tersebut. Benar saja, ternyata setelah diperhatikan secara teliti, uang itu memang palsu.
Tak mau dirugikan, Bancer segera putar arah dan mengejar Risma menuju Simpang Panei Tongah. Risma akhirnya ditemukan saat sudah berada di Simpang Parsaguan, Kelurahan Panei Tongah, Kecamatan Panei. Selanjutnya, Bancer menahan Risma serta melaporkan hal yang baru dialaminya ke polisi. Petugas yang tiba kemudian membawa Risma dan Bancer serta barang bukti ke Polsek Siantar Marihat untuk proses lebih lanjut.“Saat ini masih kita mintai keterangan darinya,” ujar Kapolsek Siantar Marihat, AKP Rudi Lapian yang membenarkan kejadian tersebut.
Selanjutnya, setelah menjalani pemeriksaan, Polsek Siantar Marihat melakukan pengembangan ke rumah tersangka. Dari kediaman Risma, petugas menemukan lembaran uang palsu lain, pecahan Rp100 ribu serta Rp50 ribu, masing-masing sebanyak 57 dan 5 lembar. Tidak itu saja, masih ada lagi pecahan Rp5 ribu sebanyak 2 lembar.
Ppolisi juga menemukan mesin printer merek Canon Pixma MP 287, satu rim kertas HVS warna merah dan satu gunting yang diduga untuk memotong kertas uang palsu yang sudah dicetak. Setelah barang bukti diamankan, Risma kembali digelandang ke Mapolresta Siantar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, Risma dijerat pasal 244 KUHPidana tentang uang palsu
PEDULI GEMPA SIDEMPUAN, BSMI SUMUT DIRIKAN POSKO KESEHATAN
Bhineka Sumut_Sebanyak 10 orang relawan BSMI Sumut yang membawa bantuan medis dan logistik diterjunkan ke lokasi gempa bumi di padang sidempuan, Selasa (18/07/2017).Beberapa waktu yang lalu, gempa berkekuatan 5,5 SR mengguncang kota padang sidempuan dan sekitarnya. Banyak rumah yang mengalami kerusakan. Akibatnya warga tidak berani untuk berada di dalam rumah, karena takut akan tertimpa bahan bangunan. Hal ini diperparah dengan masih sering terjadi gempa susulan, bahkan hingga saat ini.
Melihat kondisi tersebut, tim tanggap bencana (TB) BSMI Sumut yang diketuai oleh dr. Tengku Benyamin langsung mengambil gerak cepat dengan menerjunkan relawan tanggap bencana yang terdiri dari tim medis dan non medis dengan membawa bahan obat-obatan serta paket logistik sembako. Sebanyak 10 orang relawan diterjunkan ke lokasi gempa hari senin malam (17/07/2017) dan tiba dilokasi selasa siang.
Setibanya dilokasi, tim langsung melakukan survey kelokasi bencana, khususnya lokasi pengungsian. Setelah melakukan pengamatan, tim memutuskan perlunya dibentuk posko kesehatan. Hal ini didasarkan atas perkembangan kesehatan warga yang mengungsi. Banyak dari mereka yang mulai mengeluhkan kondisi kesehatannya yang mulai terganggu. Mulai dari sesak didada, batuk, demam, pusing serta keluhan penyakit lainnya. Ini dikarenakan banyak warga yang tidur diluar rumah, yang hanya beratapkan terpal putih ditemani angin malam yang menusuk kulit, tentu ini akan berdampak pada penurunan kondisi kesehatan warga. Banyak warga yang masih mengalami trauma. Karena hingga saat ini gempa susulan masih sering terjadi.
Hingga malam ini Posko kesehatan BSMI masih terus didatangi warga, tercatat lebih dari 130 warga yang sudah mendaftarkan diri untuk diberikan layanan kesehatan gratis. Jumlah ini masih terus bertambah, mengingat masih banyak warga yang belum memeriksakan kesehatannya. Direncanakan esok hari, Tim akan kembali memberikan layanan kesehatan. Obat-obatan dan sembako menjadi kebutuhan yang sangat diharapkan.
BSMI terus membuka keran donasi untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi dipadang sidempuan dengan terus memberikan donasi melalui rekening Bank Syariah Mandiri 7066984693 a/n. Bulan Sabit Merah Indonesia.
MENGUATKAN KEBANGSAAN DAN KEBHINNEKAAN
Oleh : Ansory Siregar Lc (Anggota MPR RI) Disampaikan Dalam Rangka Kegiatan Sosialisasi MPR Di Kisaran Timur Kabupaten Asahan
Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa 1438H, semoga amal ibadah kita di terima oleh Allah s.w.t. Selanjutnya saya ingin menyampaikan terima kasih pada bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin sekalian atas kehadirannya pada hari ini, ini bentuk keseriusan kita bahwa kita merespon setiap kegiatan yang bertujuan untuk menguatkan kebangsaan dan kebhinnekaan kita melalui sosialisasi MPR ini.
Kedua, seperti undangan yang telah bapak ibu terima, bahwa berkumpulnya kita hari ini untuk saling berbagi, saling menguatkan akan nilai nilai pancasila, UUD 1945, NKRI dan kebhinnekaan. Oleh karena itu suasana hari ini yakni suasana yang harmonis, rukun, saling menghargai harus kita jaga bersama, karena ini menjadi kita terus solid dan bisa membangun bangsa ini.
Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan dan menyegarkan kembali pada kita semua, apa itu kebhinnekaan. Kebhinekaan harusnya kita pahami sebagai sebuah kekuatan pemersatu bangsa yang keberadaannya tdk bisa dipungkiri. Kebhinekaan juga harus dimaknai masyarakat melalui pemahaman multikulturalisme dan multietnis dengan berlandaskan kekuatan spiritualitas. Kekuatan spiritualitas disini maksudnya adalah bahwa masyarakat melihat perbedaan itu sebagai sebuah keragaman yang mempersatukan, menerima perbedaan sebagai sebuah kekuatan bukan sebagai ancaman atau gangguan. Semua budaya, agama & suku yang ada tetap pada bentuknya masing-masing, yang mempersatukan adalah rasa nasionalisme kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang memiliki ratusan budaya, adat istiadat, kebiasaan/tradisi yang baik dan positif.
Kebhinekaan adalah tonggak pemersatu bangsa yang harus dipandang dengan kebanggaan, kebanggaan karena kita bisa terlepas dari paham primordialisme sempit yang mengangap ras, adat, agama lain lebih rendah/buruk dibanding milik diri pribadi. Pengkotak-kotakan elemen masyarakat ini adalah buah dari era penjajahan kolonial Belanda yang menggunakan taktik perang “Devide Et Impera”. Pemerintah kolonial Belanda menggunakan taktik tersebut utk memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia agar lebih mudah ditaklukan secara satu persatu. Ibarat sapu lidi, jika lidi-lidi kecil disatukan jadi sapu lidi besar, maka kita akan sulit mematahkannya, namun jika lidi tersebut dipisahkan satu persatu maka akan lebih mudah mematahkannya.
Kebangsaan itu terkait dengan jiwa Nasionalisme kita. Wawasan kebangsaan mangandung sebuah arti komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan meningkatkan kualitas kehidupan bangsa dan menghendaki pengetahuan yang memadai tentang masa kini dan masa yang akan datang serta berbagai potensi bangsa. Wawasan kebangsaan juga dapat diartikan sebagai sebuah sudut pandang atau cara pandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok untuk memahami keberadaan jati diri sebagai suatu bangsa dalam memandang dirinya dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal maupu lingkungan eksternal.
Dengan demikian dalam rangka NKRI, wawasan kebangsaan adalah cara kita sebagai bangsa Indonesia didalam memandang diri dan lingkungannya dalam mencapai sebuah cita cita nasional yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan, dengan berpedoman kepada falsafah Pancasila dan UUD 1945.
Semoga Allah terus menjaga bangsa ini dengan usaha kita yang terus saling menasehati, memberikan masukan, menyayangi yang akan membuahkan kebersamaan yang sulit untuk dipisahkan ataupun di adu sesama kita.